Tuesday, August 7, 2018

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus

Sering saya temukan di lapangan atau menerima pesan melalui WA, nasabah dari perusahaan asuransi yang mengeluhkan dan kecewa, mengapa nilai tunai di tahun sekian tidak sesuai dengan gambaran yang diinformasikan saat pertama kali agen menawarkan asuransi.

Atau saat akan menutup polis dan mengajukan pencairan dana maka nilai rupiah yang diterima tidak sebanding dengan atas apa yang telah dibayarkan perbulannya.

Contohnya seperti pesan di WA berikut ini:

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus


Inilah apa yang disebut dengan mis-selling di asuransi.

Harus diakui ada beberapa agen yang dalam rangka mengejar target atau mengejar setoran, maka tidak memberikan informasi atau edukasi yang benar dan tepat kepada calon nasabahnya. Calon nasabah hanya diberikan 'janji-janji manis', dan tidak memberikan informasi terkait produk yang ditawarkan.

Yang penting bagaimana caranya calon nasabah setuju dan tanda tangan proposal, lalu setor uang premi. Closing!

Atau mungkin kemampuan dan kapasitas dari beberapa agen yang belum menyerap semua materi training secara baik, tapi sudah menawarkan produk ke calon nasabah. Product Knowledge-nya belum memadai.

Dalam kasus yang ada di screen capture di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik oleh agen maupun oleh calon nasabah.

Bahwa saat agen menawarkan produk asuransi maka, harus diingat pada hakikatnya asuransi itu adalah proteksi atau perlindungan. Sedangkan nilai tunai adalah bonus.

Invetasi itu bisa naik dan bisa turun. Nilai tunai yang ada di dalam proposal adalah sebagai ilutrasi, bukan suatu hal yang pasti.

Serta harus juga diinformasikan kalau membeli asuransi ada biaya-biaya yang harus dibayar setiap bulannya.

Biaya-biaya tersebut meliputi biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance), dan biaya rider (cost of rider).

Disamping itu juga ada biaya akuisi.
Harus juga diinformasikan kalau persepsi setelah 10 tahun membayar premi maka bisa stop bayar premi dan nasabah duduk manis karena investasi akan terus bertambah dan proteksi tetap jalan.

Nasabah boleh saja memutuskan untuk tidak membayar premi setelah tahun ke-10, namun patut diingatkan bahwa biaya-biaya asuransi tetap harus dibayar dan akan dipotong dari nilai tunai yang sudah ada.

Mis-selling ini haruslah diperhatikan oleh setiap agen. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang. Bukan bisnis hit and run. 

Saat nasabah merasa dirugikan karena adanya mis-selling maka yang akan rugi bukan hanya nasabah, tapi juga agen dan perusahaan asuransinya.

Demikian juga dengan nasabah, haruslah kritis dan menanyakan hal-hal yang dianggap kurang jelas untuk menghindari hal-hal yang merugikan dikemudian hari.

Mari menjadi agen asuransi yang baik dan mampu mengedukasi calon nasabahnya.

Untuk informasi mengenai asuransi atau ingin mendapatkan produk asuransi yang cocok untuk Anda dan keluarga Anda, silakan kontak no HP/WA di bawah.

KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: