Wednesday, August 15, 2018

Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan
Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan

Bagi beberapa orang akan menolak saat ditawarkan asuransi. Salah satu alasannya adalah berita-berita atau informasi yang banyak beredar - dan belum tentu kebenarannya - mengenai sulitnya proses klaim.

Padahal, kalaulah semua syarat untuk proses klaim sudah terpenuhi secara lengkap, maka klaim pasti akan disetujui.

Berikut ini adalah salah satu bukti klaim meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar kurang lebih Rp. 500 juta yang dibayarkan oleh Allianz Life, dengan usia polis 7 bulan dan premi per bulan Rp. 350 ribu:


Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan

Belajar dari Kasus Allianz Agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Bagaimana seharusnya agar klaim tidak ditolak oleh perusahaan asuransi?

Sedikitnya ada lima cara agar permohonan klaim asuransi berjalan mulus.

Pertama, polis asuransi harus aktif. Cara memastikannya, yaitu membayar premi tepat waktu. Perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim Anda apabila polis tidak aktif (lapse).

Kedua, risiko yang ditanggung tertuang dalam perjanjian polis. Polis memuat terkait risiko-risiko apa saja yang bisa diklaim dan tidak, pastikan risiko yang ingin Anda klaim tertuang dalam perjanjian.

Misalnya, jika polis asuransi kesehatan yang Anda miliki mengecualikan risiko kehamilan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan tidak menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi.

Selain itu, nasabah harus memenuhi dan melengkapi dokumen klaim dan dokumen pendukung yang diperlukan oleh perusahaan asuransi dan tidak melebihi batas waktu klaim yang ditentukan.


Ketiga, jujur. Nasabah harus mengungkapkan dengan jujur seluruh informasi, seperti riwayat hidup dan penyakitnya. Nasabah yang ketahuan menyembunyikan penyakit saat mengikuti asuransi, tidak boleh kaget apabila klaimnya ditolak di kemudian hari.

Keempat, tidak sedang dalam masa tunggu. Beberapa produk asuransi memiliki kebijakan masa tunggu. Artinya, nasabah tidak dapat mengajukan klaim bila sedang dalam masa tunggu ini. Umumnya, untuk penyakit kritis.

Dan yang kelima adalah nasabah atau pemegang polis tidak terlibat tindakan pelanggaran hukum.

Asuransi rentan terjadi fraud, makanya perusahaan asuransi lebih hati-hati menilai calon tertanggung, terutama dari aspek moral hazard.


Sakit, Kecelakaan, Cacat, Meninggal dan Tua (atau SKCMT) adalah PASTI, hanya kapan terjadinya yang TIDAK PASTI.

Lindungi diri Anda dan keluarga Anda dengan membeli asuransi Allianz. Agar keluarga Anda dapat terus melanjutkan kehidupan mereka dengan aman setelah Anda sebagai kepala keluarga sudah tidak bersama mereka lagi.

Informasi lebih lengkap dapat segera menghubungi no HP/WA di bawah.



agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Tuesday, August 7, 2018

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus
Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus

Sering saya temukan di lapangan atau menerima pesan melalui WA, nasabah dari perusahaan asuransi yang mengeluhkan dan kecewa, mengapa nilai tunai di tahun sekian tidak sesuai dengan gambaran yang diinformasikan saat pertama kali agen menawarkan asuransi.

Atau saat akan menutup polis dan mengajukan pencairan dana maka nilai rupiah yang diterima tidak sebanding dengan atas apa yang telah dibayarkan perbulannya.

Contohnya seperti pesan di WA berikut ini:

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus


Inilah apa yang disebut dengan mis-selling di asuransi.

Harus diakui ada beberapa agen yang dalam rangka mengejar target atau mengejar setoran, maka tidak memberikan informasi atau edukasi yang benar dan tepat kepada calon nasabahnya. Calon nasabah hanya diberikan 'janji-janji manis', dan tidak memberikan informasi terkait produk yang ditawarkan.

Yang penting bagaimana caranya calon nasabah setuju dan tanda tangan proposal, lalu setor uang premi. Closing!

Atau mungkin kemampuan dan kapasitas dari beberapa agen yang belum menyerap semua materi training secara baik, tapi sudah menawarkan produk ke calon nasabah. Product Knowledge-nya belum memadai.

Dalam kasus yang ada di screen capture di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik oleh agen maupun oleh calon nasabah.

Bahwa saat agen menawarkan produk asuransi maka, harus diingat pada hakikatnya asuransi itu adalah proteksi atau perlindungan. Sedangkan nilai tunai adalah bonus.

Invetasi itu bisa naik dan bisa turun. Nilai tunai yang ada di dalam proposal adalah sebagai ilutrasi, bukan suatu hal yang pasti.

Serta harus juga diinformasikan kalau membeli asuransi ada biaya-biaya yang harus dibayar setiap bulannya.

Biaya-biaya tersebut meliputi biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance), dan biaya rider (cost of rider).

Disamping itu juga ada biaya akuisi.
Harus juga diinformasikan kalau persepsi setelah 10 tahun membayar premi maka bisa stop bayar premi dan nasabah duduk manis karena investasi akan terus bertambah dan proteksi tetap jalan.

Nasabah boleh saja memutuskan untuk tidak membayar premi setelah tahun ke-10, namun patut diingatkan bahwa biaya-biaya asuransi tetap harus dibayar dan akan dipotong dari nilai tunai yang sudah ada.

Mis-selling ini haruslah diperhatikan oleh setiap agen. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang. Bukan bisnis hit and run. 

Saat nasabah merasa dirugikan karena adanya mis-selling maka yang akan rugi bukan hanya nasabah, tapi juga agen dan perusahaan asuransinya.

Demikian juga dengan nasabah, haruslah kritis dan menanyakan hal-hal yang dianggap kurang jelas untuk menghindari hal-hal yang merugikan dikemudian hari.

Mari menjadi agen asuransi yang baik dan mampu mengedukasi calon nasabahnya.

Untuk informasi mengenai asuransi atau ingin mendapatkan produk asuransi yang cocok untuk Anda dan keluarga Anda, silakan kontak no HP/WA di bawah.



KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Wednesday, August 1, 2018

Asuransi Itu Ribet? Apakah Benar? Simak Ceritanya Di Sini
Asuransi Itu Ribet? Apakah Benar? Simak Ceritanya Di Sini

Sering saya bertemu dengan orang dan saat menyebutkan kalau bisnis saya adalah di asuransi, maka beberapa orang akan merespon seperti ini: "Oh asuransi ya?, kalau asuransi nanti dulu deh. Ribet urusannya. Asuransi itu ribet".

Kemudian saya bertanya balik, apakah sudah pernah mengajukan klaim dan merasakan sendiri ribetnya, atau mungkin pernah ada teman atau saudara yang pernah mengalami ribetnya klaim?"

Tidak pernah sih,… tapi setau saya ya asuransi itu ribet.

Ohh, ok, kalau begitu saya mau bertanya nih,.. kalau ada pilihan: ribet tapi terima uang atau ribet tapi jual harta, Anda akan memilih yang mana?

Mendadak hening. Orang tersebut terdiam.


Lalu saya melanjutkan, kalau misalnya sakit datang, dan diperlukan biaya besar, dan kemudian uang kita ternyata tidak cukup, apa yang biasanya kita lakukan?

Dia terdiam, kemudian menjawab, ya minta bantuan saudara, keluarga.

Apakah meminta bantuan itu tidak ribet? Tanya saya.

Dia kembali terdiam.

Bagaimana kalau keluarga dan saudara pun tidak bisa memberikan bantuan dana yang cukup? Jalan keluar apa yang harus ditempuh?

Dia terdiam agak lama, kemudian menjawab, ya paling jual harta yang ada, atau paling minta sumbangan dari teman-teman.

Saya memberikan pertanyaan lagi, menurut Anda minta bantuan keluarga, jual harta, dan minta sumbangan itu ribet tidak?

Ya… ribet sih, habis mesti bagaimana, kan kalau sakit dan tidak cukup uang tidak banyak pilihan.

Nah, itu yang saya maksud!

Ribet jual harta, ribet minta sumbangan, ribet minta bantuan dana keluarga.

Berasuransi itu ribet, tapi lebih ribet lagi kalau tidak berasuransi.

Proses klaim asuransi itu tidak ribet dengan catatan semua dokumen yang dibutuhkan lengkap. Bahkan ada nasabah saya yang saat sakit dan klaim sendiri ke Allianz. Dan klaim disetujui.

Kalau pun ada sedikit ribet saat klaim, paling tidak setelah melewati proses tersebut ada uang yang cair yang dapat digunakan untuk kita dan keluarga.

Mari berasuransi.

Segera hubungi nomor handphone di bawah.

baca juga: Premi 300 Ribu Per Bulan Dapat UP Jiwa 300 Juta, Apakah Mungkin?

KONSULTASI GRATIS !!!



agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia