Friday, January 5, 2018

Yang Mana Yang Anda Pilih: Meninggalkan Cicilan Atau Meninggalkan Warisan?

Meninggalkan cicilan atau meninggalkan warisan - Kita sebutlah namanya Bapak A, seorang kepala keluarga yang sangat mencintai keluarganya. Ketika masih sehat dan masih produktif, maka banyak sekali impian yang ingin diwujudkannya bersama keluarga tercinta.

Bapak A menyisihkan dananya untuk tabungan pendidikan anak, menyiapkan dana liburan, berinvestasi untuk masa tua, dan lain-lain. Untuk investasi, Bapak A melakukan investasi di berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan investasinya.

Di samping itu, untuk menyesuaikan kebutuhan hidupnya maka Bapak A membeli rumah yang lebih besar agar dapat menampung anggota keluarga yang bertambah. Dikarenakan belum mampu membeli rumah secara tunai, maka Bapak A membeli dengan mencicil.

Untuk mempercantik interior rumah, maka istri Bapak A membeli pernak pernik rumah dan elektronik juga dengan cara mencicil. Untuk kemudahan transportasi maka Bapak A membeli mobil untuk dia dan istri juga dengan cara mencicil.

Untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya di atas, maka Bapak A bekerja secara luar bisa, namun sering terlena sehingga melupakan untuk tetap berpola hidup sehat. Sering sekali Bapak A melewatkan waktu makan siangnya karena terlalu serius bekerja.

Seringkali saat makan siang, Bapak A hanya mengisi perutnya dengan makanan seadanya bahkan cuman mengonsumsi minuman ringan bersoda yang mudah didapat. Juga lebih sering mengonsumsi makanan dari restoran cepat saji serta makanan yang berpengawet. Hal mana dapat meningkatkan potensi risiko terkena sakit kritis saat usia muda.

baca juga: Kanker Adalah Salah Satu Jenis Penyakit Kritis Yang Dapat Menjadi Beban Finansial. Bagaimana Solusinya?

Didorong rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar terhadap keluarga namun melupakan pola hidup sehat, maka Bapak A jatuh sakit. Dan bukan sakit biasa, namun Bapak A mengalami sakit kritis.

Selama menjalani pengobatan terhadap sakit kritisnya, sang istri mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor yang ternyata ADA LIMITnya.  Ternyata hanya cukup untuk mengganti biaya pengobatan selama di rumah sakit saja.

Selama perawatan di rumah, sang istri mengandalkan investasi yang dimiliki.  Bapak A mengalami sakit kritis menyebabkan penghasilan berhenti.  Namun kebutuhan biaya hidup sehari-hari tidak berhenti.  Untuk tetap dapat hidup layak, sedikit demi sedikit, aset yang dimiliki terpaksa harus dijual.  Saat dana yang dimiliki sudah tidak mencukupi, sang istri hanya bisa pasrah karena sudah tidak ada biaya.

Perjalanan sakit kritis Bapak Bijak hanya bertahan beberapa tahun saja.  Sampai akhirnya Bapak A harus pergi meninggalkan keluarga tercinta untuk selamanya.

Meninggalkan sejuta mimpi indah yang masih dalam rencana dan hanya berupa angan-angan untuk diwujudkan, serta meninggalkan sejumlah besar cicilan hutang yang harus diselesaikan oleh keluarganya.


Cerita di atas bisa saja hanya fiktif, namun bisa saja terjadi di kehidupan nyata dan dapat menimpa kita semua.

Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bagaimana Anda sebagai kepala keluarga harus mampu mengatur rencana keuangan keluarga dengan menyiapkan dana untuk hal baik, dan juga dibarengi dengan strategi menyiapkan dana untuk hal terburuk dalam hidup.

baca juga: Inilah Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis. Salah Satunya...

Jika apa yang terjadi pada Bapak A, terjadi pada diri Anda sebagai kepala keluarga, apa yang hendak Anda tinggalkan untuk keluarga Anda? Akankah Anda meninggalkan cicilan atau ingin meninggalkan warisan?

Anda harus segera menyiapkan proteksi terhadap penghasilan Anda, selagi Anda masih sehat.

Kondisi sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total dan tua, adalah kondisi “tidak menyenangkan” yang membutuhkan dana besar, dan Anda masih ada bersama keluarga tercinta.

Asuransi adalah proteksi terhadap penghasilan Anda, jika terjadi resiko hidup seperti:  Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Tetap Totap, Meninggal, dan Tua.  Yaitu strategi rencana keuangan dimana finansial Anda tidak terganggu jika resiko itu terjadi.

Silahkan Anda berinvestasi menyiapkan penghidupan yang layak bagi Anda dan keluarga saat Anda masih bersama keluarga tercinta.

Namun jangan lupa barengi investasi Anda dengan BERASURANSI.  Karena asuransi adalah menyiapkan penghidupan yang layak bagi keluarga tercinta WALAUPUN Anda sudah tidak bersama mereka lagi.

baca juga: Beberapa Bukti Pembayaran Klaim Allianz Untuk Sakit Kritis Dan Meninggal Dunia

Dengan memiliki proteksi penghasilan atau asuransi maka Anda akan mendapatkan manfaat:
  • Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia.
  • Melindungi keluarga dari beban utang
  • Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak
  • Sebagai final expenses (biaya kematian)
Bagaimana dengan Anda, mana yang Anda siapkan untuk diberikan kepada keluarga tercinta kelak:

Meninggalkan cicilan (rumah, kendaraan, dan lain-lain) atau meninggalkan warisan?



agen asuransi allianz indonesia di medan dan sumatera utara



Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: