Friday, November 3, 2017

Menjadi Agen Asuransi Yang Notabene Profesi Mulia Belum Menjadi Pilihan Utama Dan Kurang Dilirik Orang Indonesia

Menjadi Agen Asuransi Yang Notabene Profesi Mulia Belum Menjadi Pilihan Utama Dan Kurang Dilirik Orang Indonesia

Industri asuransi merupakan bisnis anomali. Saat ekonomi lesu dan banyak bidang usaha tergerus dan anjlok, ternyata industri asuransi malah tumbuh. Hal itu juga yang terjadi di Indonesia, di mana saat krisis, industri asuransi termasuk bisnis yang bertahan.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pun mengakui hal itu. Menurut dia, asuransi jiwa akan tetap tumbuh dalam kondisi apa pun.

“Buktinya, dalam kondisi ekonomi terjelek di tahun 2015 lalu, asuransi jiwa masih bisa tumbuh 10 persen," ujar Hendrisman baru-baru ini.

Bahkan, tahun ini (2017), meskipun perekonomian global masih lesu, industri asuransi jiwa dapat terus tumbuh. AAJI memperkirakan, pertumbuhannya sekitar 10 - 30 persen.

Tahun 2016 lalu, AAJI mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 57,4 persen. Pendapatan industri asuransi jiwa di 2016 mencapai Rp 208,92 triliun, tahun sebelumnya hanya Rp 132,74 triliun. Padahal, saat itu, tengah terjadi perlambatan ekonomi global maupun domestik.

Dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan diperkirakan akan berlanjut, apalagi melihat kondisi penetrasi asuransi di Indonesia yang masih sangat rendah.

Berdasarkan data AAJI, penetrasi asuransi di Indonesia per triwulan I – 2017 hanya 2,7 persen dari produk domestik bruto. Angka itu lebih rendah dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand yang sudah di atas lima persen.


Rendahnya penetrasi itu merupakan potensi dan kesempatan besar untuk digarap industri asuransi. Makanya, melihat hal itu, Hendrisman meyakini, industri asuransi akan terus tumbuh. Prospek besar ini semestinya ditangkap para pencari kerja untuk terjun ke dunia asuransi, salah satunya menjadi agen.

Profesi Mulia

Namun, saat ini profesi menjadi agen asuransi belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Profesi ini belum dilirik para pencari kerja, bahkan kerap dipandang sebelah mata bagi banyak orang. Padahal, agen asuransi merupakan profesi mulia yang berguna bagi banyak orang.

Menurut salah satu financial planner perusahaan asuransi mengatakan: "agen asuransi adalah profesi mulia, karena kita bisa membantu orang yang kesusahan ketika mereka mendapat risiko"

Profesi agen asuransi memang belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Menjadi agen asuransi masih menjadi pilihan terakhir. Biasanya, seseorang terjun menjadi agen kalau ia sedang menganggur, atau untuk mengisi waktu luang saat sedang melamar pekerjaan di tempat lain.

Padahal, menjadi agen asuransi memiliki prospek yang menarik. Jika bekerja di perusahaan, setelah lulus kuliah, umumnya akan menerima gaji UMR. Padahal, uang sekolah dan kuliah sudah mahal. Kalau jadi agen asuransi, maka yang menentukan penghasilan adalah agen tersebut, bukan perusahaan.

Tertarik menjadi agen asuransi? Hubungi saya di no HP/WA di bawah:

baca juga:

agen asuransi jiwa allianz indonesia di medan, sumatera utara dan indonesia

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: