Saturday, October 7, 2017

Kisah Ini Bisa Jadi Fiktif, Tapi Inilah Alasan Kenapa Anda Selayaknya Memiliki Asuransi Agar Keluarga Yang Ditinggalkan Tetap Hidup

Kisah Ini Bisa Jadi Fiktif, Tapi Inilah Alasan Kenapa Anda Selayaknya Memiliki Asuransi Agar Keluarga Yang Ditinggalkan Tetap Hidup

Ada sebuah kisah atau cerita yang mungkin saja fiktif, tapi kita bisa mengambil hikmahnya dan menjadikan salah satu alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi.

Kisah seorang kepala keluarga yang sangat bijaksana yang merahasiakan untuk mengalihkan sedikit pendapatannya untuk asuransi jiwa karena sang suami mengetahui kalau istrinya pasti menganggap hal itu hanya membuang uang untuk beberapa lembar kertas.

Hiduplah sebuah keluarga yang sangat bahagia dengan perekonomian yang mencukupi. Sang suami mempunyai istri yang cantik, anak perempuan yang masih lucu dan mempunyai semua kebutuhan keluarga baik itu mobil rumah motor, dan perabotan rumah lainnya.

Suatu pagi, suami tersebut pergi bekerja tapi di perjalanan ke pabrik terjadi kecelakaan hebat dan ia meninggal dunia seketika.

Akhirnya polisi mengetuk pintu dan menyampaikan kabar itu kepada istrinya yang mengatakan bahwa jasad suaminya berada di ambulan. Istri dan anak perempuannya menjerit dan istrinya pun jatuh tak sadarkan diri.

Kematian datang pada siapa saja dan pada setiap saat tanpa ada peringatan sebelumnya.


Dua minggu kemudian para tetangga melihat sebuah truk dari sebuah toko furniture berhenti didepan rumah tersebut, mereka mengambil sofa, meja besar, lemari besar, bahkan ranjang 'double-bed'. Para tetangga pun mengerti bahwa 'cicilan lunak' ternyata sudah tidak lunak lagi pembayarannya.

Beberapa minggu kemudian, mereka melihat lagi kejadian lain, 4 pria yang terlihat beringas mendatangi rumah janda itu.

Janda yang sudah jarang terlihat, pergi keluar pagar untuk menemui mereka. Mereka memperlihatkan secarik kertas sambil menunjuk ke arah mobil milik almarhum.

Si janda dengan rela memberi kunci mobil beserta surat suratnya kepada mereka. Ia kembali masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya. Para pria itu ditugaskan dari perusahaan pembiayaan untuk menarik kembali mobil itu karena cicilan 2 bulan terakhir tidak dibayar.

Beberapa hari kemudian, para tetangga melihat lagi loper koran yang memanggil-manggil si janda. Kali ini mereka tidak dapat lagi mengenalinya ia sudah sangat kurus, sungguh kasihan, dia tidak lagi bergaul karena malu dengan situasi dan kondisinya sekarang.

Bahkan anak yang berusia 5 tahun tidak lagi pergi bermain dengan teman-temannya. Loper itu minta agar tagihannya itu diselesaikan. Si janda berusaha keras menjelaskan dengan suara rendah karena sangat malu sekali atas situasi yang dihadapinya.

Namun loper koran yang tidak berperasaan itu meninggikan suaranya. Janda itu takut dan meminta untuk menunggu. Ia kembali dalam rumah, para tetangga dapat mendengar dengan jelas suara suatu benda yang pecah, seperti terbuat dari bahan beling atau plastik kemudian terdengar tangisan anak perempuannya.

"Mama, jangan ambil uang saya", dan tetangga pun tahu apa yang terjadi, ibunya memecahkan tabungan anaknya. Ia membayar loper koran itu dengan uang receh.

Itulah saat terakhir para tetangga meihat si janda. Ia takut bertemu dengan orang asing dan selalu mengunci diri. Bahkan gadis kecilnya pun dilarang untuk bermain dengan dengan tetangganya maupun pergi ke taman bermain, sesuatu yang sangat anak itu rindukan diusianya.


Sampai di suatu siang yang panas, seorang pria yang sangat rapi dan bersahaja, turun dari mobilnya dan mengetuk rumah si janda.

Setelah beberapa saat tidak ada tanggapan, ia melihat sekeliling dan terkejut kedatangannya diperhatikan oleh para tetangga. Mereka melambaikan tanganya sebagai isyarat bahwa tidak ada orang dirumah.

Karena mencium hal yang kurang beres orang asing itu pun mendatangi tetangga di sebelah rumahnya dan ia memperkenalkan diri sebagai agen atau financial konsultannya almarhum.

Ia mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk menanyakan kabar suami janda tersebut karena telah beberapa lama dana premi yang biasanya ditransfer oleh suaminya tidak diterimanya lagi.

Setelah bertemu dengan wanita yang tidak lain istri dari sang suami, keadaannya sungguh menyedihkan. Kemudian si janda tersebut menjelaskan kejadian yang menimpa suaminya.

Kemudian orang asing tersebut kaget, dan dia berkata, "Saya turut berduka cita yg sedalam-dalamnya. Jangan katakan ibu tidak kenal saya. Saya pernah datang minum teh bersama almarhum suami ibu, ingat? Waktu itu saya mau menjual polis senilai Rp 500 juta? Polis ini masih berlaku, suami ibu meminta saya merahasiakannya dari ibu. Maafkan saya karena baru datang, saya tidak menerima kabar sebelumnya. Jika ibu berkenan saya dapat mencairkan dana yang telah ditinggalkan oleh suami ibu. Mulai sekarang ibu tidak perlu khawatir lagi, kami akan menjaga ibu dan anak ibu seperti yang sudah kami janjikan sebelumnya kepada almarhum suami ibu".

Janda itu tidak bisa mempercayainya. air mata kebahagiaan jatuh ke pipinya saat ia memeluk anaknya dengan lega. Kemudian ia jatuh berlutut berterima kasih kepada agen itu. Beberapa tetangga datang mengucapkan terima kasih dan pujian kepada si agen atas kebaikan yang dilakukanya, agen itu melihat beberapa diantara mereka turut meneteskan airmata.

Mari kita renungkan. Sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, bagaimana jika hal itu terjadi kepada Anda? Bagaimana nasib keluarga Anda dan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya?

Dari kisah ini kita melihat ada pelajaran bagaimana uang yang dianggap sebagai "BUANG DUIT", bisa mengubah hidup mereka dengan kebijakan atau keputusan kepala keluarga yang sangat tepat dan bijaksana. Anak gadis kecil yang manis itu kini dapat bermain lagi dengan teman-temannya. Uang pendidikan telah tersedia. Ibunya dapat hidup dengan tenang dan bermartabat.

Untuk itulah Anda selayaknya dan sepatutnya memiliki asuransi.

Ingat, asuransi jiwa ada bukan karena doa seseorang harus meninggal, tapi untuk keluarga yang DITINGGALKAN HARUS TETAP HIDUP.


Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai dana warisan Allianz yang Anda inginkan silahkan hubungi nomor HP/WA di bawah.

KONSULTASI GRATIS

agen asuransi dana warisan allianz 1 miliar di indonesia

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: