Wednesday, May 3, 2017

Sudah Cukupkah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Anda Beli Untuk Kehidupan Keluarga Anda?

Sudah Cukupkah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Anda Beli Untuk Kehidupan Keluarga Anda?

Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi besok, termasuk Anda. Untuk mengantisipasi kemungkinan Anda terkena musibah dan meninggalkan keluarga yang Anda nafkahi untuk selamanya, Anda perlu membeli polis asuransi jiwa agar keluarga Anda bisa mendapatkan uang pertanggungan untuk hidup setelah Anda tinggalkan.

Salah satu fungsi dari asuransi jiwa adalah melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia

Pertanyaannya adalah saat Anda membeli asuransi jiwa, apakah uang pertanggungan yang Anda ambil sudah cukup untuk keluarga Anda jika Anda meninggal dunia?
Uang Pertanggungan (UP) adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris nasabah dengan ketentuan & syarat-syarat dalam polis
Mari kita pelajari bersama.

Jika Anda memiliki penghasilan 5 juta per bulan, berarti nilai ekonomis diri Anda adalah 5 juta per bulan. Selama Anda hidup dan bekerja, uang 5 juta rupiah tiap bulan akan bisa Anda bawa pulang ke rumah.

Tapi bagaimana jika Anda sudah tidak ada, masihkah keluarga Anda memperoleh uang 5 juta per bulan?

Jawabannya ada empat kemungkinan:
  1. Tidak, jika Anda tidak punya asuransi.
  2. Tidak, jika Anda punya asuransi tapi uang pertanggungannya tidak memadai.
  3. Ya, jika Anda punya asuransi dan uang pertanggungannya memadai.
  4. Ya, jika Anda punya aset yang sangat banyak sekali.
Mari kita singkirkan kemungkinan keempat, karena kalau Anda punya aset yang bejibun, mestinya penghasilan bulanan Anda lebih dari 5 juta.

Tinggal tiga kemungkinan. Dan kalau kita melihat kemungkinan yang kedua, maka tampaknya memiliki asuransi saja belum tentu cukup.

Anda harus teliti melihat Uang Pertanggungan (UP)-nya, apakah UP tersebut mampu menggantikan uang yang rutin Anda serahkan kepada keluarga Anda?

Berapa itu?

Sederhananya, UP Anda harus menghasilkan “bunga” atau “return” sebesar penghasilan Anda jika uang tersebut disimpan/didiamkan di instrumen investasi yang tergolong aman (misalnya deposito, reksadana pendapatan tetap, dan obligasi atau sukuk pemerintah).

Jadi, berapa itu?


Deposito, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dan Obligasi/Sukuk

Jika keluarga Anda tidak tahu cara menyimpan uang selain di bank, di mana deposito adalah instrumen yang bunganya cukup besar, yaitu sekitar 6% setahun untuk saat ini, maka perhitungannya seperti ini: 5 juta x 12 (disetahunkan) sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,06 (6%), sama dengan 1 Miliar.

Jadi UP yang setara dengan nilai ekonomi diri Anda adalah 1 miliar.

Jika keluarga Anda tahu cara berinvestasi melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) yang saat ini bisa memberikan return sekitar 8% setahun, maka cara menghitungnya seperti ini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,08, sama dengan 750 juta.

Jadi, Anda boleh mengambil UP sebesar 750 juta, dengan catatan keluarga Anda sudah paham apa itu reksadana.

Jika keluarga Anda tahu cara berinvestasi melalui obligasi atau sukuk ritel keluaran pemerintah (ORI atau SUKRI), yang saat ini bisa memberikan bunga sekitar 10% setahun, maka cara menentukan UP Anda adalah begini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,1, sama dengan 600 juta.

Jadi, UP Anda bisa juga hanya sebesar 600 juta, dengan catatan: pesankan kepada keluarga Anda bahwa jika Anda meninggal dunia atau sakit kritis, uang 600 juta itu agar dibelikan obligasi atau sukuk.

Deposito dan RDPT bisa dibeli setiap saat, tapi ORI (Obligasi Republik Indonesia) dan SUKRI (Sukuk Ritel) hanya bisa dibeli pada waktu-waktu tertentu saat ada penawaran dari pemerintah.

Untuk Reksadana Saham apalagi saham langsung dan asset beresiko lainnya, tidak bisa dijadikan patokan, karena bisa turun naik sewaktu waktu dan tidak bisa jadi patokan tetap, kecuali Anda benar benar paham dan memantau selalu. Begitu juga keluarga Anda jika terjadi sesuatu dengan Anda.

Beberapa Penyesuaian Untuk Uang Pertanggungan

Cara penghitungan di atas belum menyertakan beberapa faktor, diantaranya:

- Utang
- Inflasi
- Naiknya penghasilan Anda seiring meningkatnya karir
- Bertambahnya aset Anda seiring tumbuhnya investasi Anda
- Turunnya biaya hidup karena berkurangnya satu anggota keluarga, yaitu Anda
- Turunnya biaya hidup karena keluarnya anggota keluarga, misalnya anak telah menikah

Untuk menyesuaikan UP dengan utang, tambahkan UP Jiwa Anda sebesar utang Anda.
Jika Anda punya utang KPR 200 juta, maka UP 1 miliar tambah 200 juta, jadi 1,2 miliar.

Untuk menyesuaikan UP dengan inflasi, ada dua cara:

Pertama, naik kan UP Anda dari yang seharusnya, mungkin sekitar 10 atau 20% per tahun.
Kedua, tinjau kembali UP Anda setiap lima atau sepuluh tahun.

Untuk menyesuaikan UP dengan naiknya penghasilan Anda, ada dua cara juga, sama dengan cara di atas.

Untuk menyesuaikan UP dengan bertambahnya aset Anda, tinjau kembali UP anda setelah 5, 10, 15, atau 20 tahun.

Jika aset Anda bertambah, UP tidak perlu ditambah.

Jika aset Anda bertambah signifikan, bisa jadi UP perlu dikurangi. Jika aset Anda tetap, lihat faktor lainnya.

Untuk menyesuaikan UP dengan berkurangnya satu anggota keluarga, maka tidak perlu melakukan apa-apa, karena meski anggota keluarga berkurang, biaya hidup biasanya naik. Demikian juga jika anak Anda telah menikah.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dalam membantu Anda memilih produk asuransi jiwa yang akan Anda beli, agar manfaat perlindungan yang Anda peroleh dari produk asuransi tersebut optimal.

Ingat, prinsip teliti sebelum membeli juga berlaku untuk produk asuransi jiwa agar Anda tidak merasa dirugikan.

baca juga:


Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai seberapa besar uang pertanggungan yang cocok untuk Anda dan keluarga Anda, sila kontak no HP/WA di bawah.

agen asuransi jiwa allianz di medan dan sumatera utara

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: