Monday, May 29, 2017

Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Masih Banyak Orang Yang Menolak Membeli Asuransi

Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Orang Masih Banyak Yang Menolak Membeli Asuransi

Apakah Anda sudah memiliki asuransi? Atau sedang merencanakan membeli asuransi entah itu asuransi kesehatan, dana pensiun, dana warisan atau pun produk asuransi lainnya? Harus diakui bahwa masih banyak dari orang Indonesia yang belum memiliki asuransi atau ragu untuk membeli asuransi dengan berbagai macam alasan. Apa sajakah alasan yang umum mengapa masih banyak yang menolak membeli asuransi?

Asuransi merupakan produk keuangan yang memberi banyak manfaat. Dengan memiliki asuransi, beban keuangan menjadi ringan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski sudah sadar kalau asuransi itu penting, banyak orang masih ragu atau enggan memiliki asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat, pada tahun 2016 saja tingkat utilisasi asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81%. Padahal, potensi pasar asuransi di Indonesia sebesar 88,19%. Ini berarti, tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat produk asuransi masih sangat minim.

Yang mengenaskan, alasan orang menolak asuransi saat ini tidak jauh berbeda dengan orang zaman dulu. Padahal industri keuangan semakin inklusif dan informasi mengenai asuransi bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Apa saja alasan uum sehingga masih banyak orang menolak memiliki asuransi?

1. Duit tidak kembali

Anda memang baru akan merasakan manfaat asuransi ketika mengajukan klaim dan klaim dikabulkan. Oleh karenanya banyak orang merasa sia-sia membayar ketika dalam setahun tidak ada klaim. Uang yang dibayarkan jadi terbuang percuma?

Tapi benarkah demikian?

Nyatanya ada asuransi jiwa unit link di mana Anda bisa mendapatkan uang kembali. Asuransi unit link menawarkan manfaat proteksi sekaligus investasi.

Cara kerjanya, premi yang kamu bayarkan masuk ke instrumen investasi yang Anda pilih, yang kemudian menghasilkan nilai polis. Akan tetapi, premi juga dipotong untuk membayar sejumlah biaya, terutama biaya akuisisi di tahun awal.

Setelah dipotong, sisanya adalah nilai polis atau nilai tunai. Inilah yang bisa Anda cairkan di kemudian hari. Unit Link juga kerap menawarkan berbagai asuransi tambahan (rider) seperti asuransi kesehatan atau kecelakaan.

2. Membeli sesuatu yang tidak ada wujudnya

Dalam transaksi jual beli biasa, Anda bisa melihat atau menyentuh wujud barang yang Anda beli.

Namun dalam asuransi, banyak orang merasa sia-sia menggelontorkan uang untuk membayar premi karena tidak jelas apa yang dibeli. Sama seperti transaski jasa, sebenarnya asuransi menawarkan manfaat, rasa aman dan rasa tenang.

3. Buang-buang duit

Biaya premi asuransi kesehatan swasta memang terbilang mahal jika dibandingkan BPJS Kesehatan. Begitu juga dengan asuransi kecelakaan, asuransi properti, atau asuransi kendaraan. Biayanya yang mahal membuat banyak tidak memasukkan asuransi sebagai prioritas karena dianggap hanya buang-buang uang.

Tapi jika dibandingkan besarnya biaya kesehatan jika terkena penyakit berat, kerugian tak ternilai ketika mengalami cacat permanen akibat kecelakaan, kebakaran rumah, atau kehilangan kendaraan, biaya premi tentu terbilang murah.

baca juga:



4. Pasrah

Rezeki memang sudah diatur Tuhan. Tapi manusia wajib berusaha sekaligus melakukan antisipasi bencana. Ada orang yang menolak berasuransi. Sebagai gantinya dia menyiapkan tabungan sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diingankan.

Menyiapkan dana darurat, seperti yang banyak dianjurkan oleh perencana finansial memang wajib hukumnya. Namun dana darurat yang isinya 3 kali-12 kali penghasilan sejatinya diperuntukkan untuk kondisi seperti kehilangan pekerjaan sementara atau sakit ringan. Sakit berat, kebakaran, kehilangan kendaraan menyebabkan kerugian besar belum tentu bisa ditutupi dana darurat.

Memang hal ini kembali pada prinsip masing-masing orang. Kalau Anda termasuk tipe “pasrah”, sudahkah Anda menyiapkan dana darurat sebagai antisipasi? Kalau jawabannya tidak, maka sebaiknya Anda ikut berasuransi.

5. Khawatir tidak bisa lancar membayar premi

Pada pruduk asuransi non tradisional seperti unitlink, telah banyak yang memberikan solusi kemudahan bagi para peserta asuransi agar tetap menerima manfaat sampai dengan akhir masa pertanggungan.

Salah satu diantaranya dengan adanya fitur Cuti Premi.


Cuti premi adalah fitur dimana peserta asuransi yang masih berkewajiban untum membayar premi selama masa setor (para kontributor) untuk terbebas dari kebawajiban tersebut dikarenakan sesuatu yang diluar kontrol mereka seperti kehilangan pekerjaan atau mendapatkan musibah, walaupun perusahaan asuransi tidak menjadikan faktor penyebab kesulitan pembayaran sebagai suatu persyaratan untuk dapat memanfaatkan fitur Cuti Premi.

Solusi lainnya yang kebanyakan tidak dianjurkan oleh tenaga pemasaran atau agen asuransi adalah melakukan penurunan nilai premi dengan pertimbangan atas menurun atau melambatnya pembentukan nilai tunai yang dapat merugikan pihak konsumen. Namun hal ini bisa menjadi alternatif, jika peserta asuransi mengharapkan agar tetap dapat menikmati manfaat asuransi yang ada.

6. Takut jadi korban penipuan

Ada pepatah, asuransi merupakan bisnis penolakan. Ini karena banyak orang langsung takut dan menghindar ketika ditelepon atau dihampiri agen asuransi. Setelah akhirnya membeli, banyak yang merasa ditipu karena asuransi tidak memberikan penggantian seperti yang mereka harapkan.

Siapa yang salah? Bisa jadi agen dan pemegang polis sama-sama salah.  Mungkin agen tidak menjelaskan secara mendalam apa yang menjadi hak dan kewajiban pemegang polis.

Sebaliknya pemegang polis tidak pro aktif dan hanya mendengarkan penjelasan agen secara satu arah. Mereka pikir membayar premi berarti semua beres. Padahal pemegang polis harus benar-benar paham apa yang tercantum dalam polis asuransi.

7. Tidak Punya Uang

Kebanyakan orang mengaku tidak punya uang lebih untuk memiliki asuransi. Padahal sebenarnya mereka bisa memiliki uang cadangan seandainya mereka bisa lebih memprioritaskan kebutuhan - kebutuhan hidup mereka dan mengurangi pengeluaran impulsif yang tidak bersifat urgen.

Bahkan ada ditemukan orang menghabiskan uang untuk membeli rokok hampir 900 ribu rupiah dalam sebulan. That's a big amount if you can save it in a right way! Atau untuk teman - teman wanita saya bisa menghabiskan jutaan rupiah setiap bulannya untuk membeli pakaian. Come on girls, you will not gonna die if you didn't have new clothes only for 1 or 2 months.

Itulah beberapa alasan umum mengapa masih banyak orang yang enggan untuk memiliki asuransi.

Bagaimana dengan Anda?

Oya, di Allianz, Anda bisa memiliki asuransi dengan uang premi yang tidak terlalu memberatkan misalnya mulai dari 350 ribu per bulan dengan mendapatkan manfaat dana warisan sebesar 1 Miliar.

Tertarik?

Bisa hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS!

agen asuransi jiwa dan kesehatan allianz di kota medan dan sumatera utara

Latest
Next Post

post written by:

0 comments: