Monday, May 1, 2017

Agar Tidak Salah Memilih Produk Inilah Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Jiwa Unit Link

Walaupun mengalami tingkat pertumbuhan yang cukup fenomenal, namun asuransi jiwa unit-link tidak jarang menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Sebab pemahaman soal manfaat dan risiko produk ini kerap kurang tepat. Kurangnya pemahaman beresiko salah pilih produk.

Mari kita simak bersama kelebihan dan kekurangan unit link jika dibandingkan dengan asuransi jiwa berjangka murni tanpa unsur investasi (term life).

Kelebihan Unit Link

1. Berlaku seumur hidup

Asuransi jiwanya berlaku seumur hidup (99 tahun atau 100 tahun). Jadi tidak ada istilah dana hangus, karena uang pertanggungan pasti cair. Dalam asuransi berjangka, ada istilah “kalau tidak ada klaim premi hangus”. Kalau ada klaim bagaimana? Ya sebetulnya preminya tetap hangus, hanya tergantikan oleh uang pertanggungan (UP) yang jumlahnya jauh lebih besar daripada total premi yang telah disetorkan.

Di unit link, klaim kematian bisa dikatakan pasti terjadi (atau hampir pasti, karena mungkin saja ada orang yang usianya 100 tahun), sehingga premi pasti terganti dengan uang pertanggungan.

2. Dapat dijadikan untuk persiapan warisan 

Karena asuransi jiwanya berlaku seumur hidup, maka unit link bisa dijadikan persiapan warisan, yang hasilnya bisa dinikmati oleh anak/keluarga yang ditinggalkan. Orang yang usianya mendekati 40 atau lewat dari itu, sudah selayaknya meninjau aset-aset yang dimilikinya, cukupkah sebagai warisan.

Jika belum, berapa lama waktu yang tersisa baginya untuk mengumpulkan harta agar tersedia jumlah yang cukup untuk dibagi-bagi di antara anak-anaknya.


Jika mengumpulkan harta baik dengan cara menabung ataupun berinvestasi akan memakan waktu lama, maka dengan unit link tak sampai satu bulan akan sudah tersedia sejumlah uang yang bisa ditentukan sendiri besarnya dan siap diwariskan kapan pun “kejadian itu” datang.

3. Ada manfaat tambahan (rider)

Memiliki rider (asuransi tambahan) yang banyak dan variatif, sehingga memungkinkan nasabah cukup memiliki satu polis untuk melindungi keuangannya dari seluruh potensi risiko. Rider yang lazim ditambahkan di antaranya rawat inap RS, kecelakaan, cacat total, dan sakit kritis.

4. Bayar premi bisa dicicil

Preminya bisa dibayar secara bulanan. Cocok bagi orang dengan keuangan terbatas. Atau kalaupun punya uang, membayar secara bulanan memungkinkan sisa uang yang ada dijadikan modal usaha dulu atau diinvestasikan.

5. Ada fitur cuti premi

Ada fasilitas cuti premi mulai tahun ketiga, sehingga jika nasabah mengalami kesulitan keuangan dan tak mampu membayar premi selama beberapa bulan, tak usah khawatir polis akan lapse (batal, putus) karena ada porsi investasi yang membayari biaya asuransi.

Jika kondisi keuangan telah pulih, pembayaran bisa dilanjutkan tanpa harus bayar premi utk bulan-bulan yang tertunggak. Bisa dikatakan, porsi investasi pada unit link merupakan asuransi atas asuransi, karena dia memproteksi polis dari putus mendadak karena nunggak bayar beberapa bulan.

6. Masa bayar dapat lebih singkat

Skema perpaduan dengan investasi memungkinkan masa bayar menjadi lebih singkat (misal 10 tahun atau 15 tahun) untuk manfaat hingga seumur hidup.

7. Hasil investasi dapat diambil

Hasil investasi dapat diambil sebagian jika ada keperluan. Namun asuransi unit link (seperti umumnya asuransi jiwa) adalah komitmen jangka panjang, sehingga tidak disarankan mengambil dana di masa awal kepesertaan.

8. Lebih praktis

Secara umum unit link lebih praktis daripada asuransi yang dipisah dengan investasi. Satu polis utk perlindungan terhadap seluruh risiko, sekaligus berinvestasi.


Kekurangan Unit Link

1. Premi sedikit lebih mahal

Preminya sedikit lebih mahal dibanding premi asuransi murni yang tanpa investasi/tabungan. Hal ini karena komponen biaya pada unit lebih banyak dan lebih besar, antara lain biaya administrasi, biaya akuisisi (biaya penerbitan polis, surat-menyurat, dan terutama untuk komisi agen), dan biaya pengelolaan investasi.

Tinggal dilihat dan dibandingkan, apakah premi yang sedikit lebih mahal itu sepadan dengan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan.

2. Hasil investasi bisa naik, bisa turun

Hasil investasi bisa naik dan bisa turun, sehingga jika investasinya rugi terus-menerus, bisa saja nasabah membayar premi lebih lama dari yang direncanakan atau bahkan seumur hidup.

Namun dipandang dari sisi lain, apa yang tidak dijamin itu memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Di unit link, kerugian ditanggung nasabah, keuntungan pun dinikmati nasabah.

Semoga informasi mengenai kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa unit link di atas dapat bermanfaat. Mari berasuransi.

Untuk proteksi jiiwa dan investasi Anda dan keluarga Anda, produk dari Allianz yaitu Smartlink Flexi Account Plus adalah pilihan yang tepat.


Ingin mendapatkan informasi mengenai Smartlink Flexi Account Plus Allianz, sila kontak no HP/WA saya di bawah:

agen asuransi Smartlink Flexi Account Plus Allianz di Indonesia

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: