Friday, April 14, 2017

Angka Harapan Hidup Indonesia Berada Pada Posisi Ke-6 Diantara Penduduk Negara-negara Asean

Angka harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun kehidupan yang masih dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur tertentu. Manfaat mengetahui angka harapan hidup adalah untuk menentukan tingkat kemakmuran penduduk dalam suatu daerah atau negara.

Umur yang panjang ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari faktor mendasar seperti jenis kelamin, ras, kondisi medis seseorang, dan riwayat kesehatan keluarga, hingga ditentukan oleh lingkungan, keadaan sosial dan psikis, juga ekonomi.

Faktor-faktor seperti lingkungan, sosial-ekonomi, dan demografi lah yang membuat suatu populasi penduduk di suatu negara dapat hidup lebih lama dibandingkan populasi di negara lain, hal itu tercermin dari suatu penghitungan statistika bernama Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) yang biasa diukur dalam satu negara dan dibandingkan dengan negara lain.

Angka Harapan Hidup dapat menyimpulkan banyak hal mengenai suatu negara, mulai dari keadaan ekonomi, sosial, tingkat kesehatan, termasuk dapat dijadikan bahan peninjauan kebijakan yang telah dibuat suatu negara.

Data terbaru terkait angka harapan hidup menunjukkan kenaikan selama rentang lima tahun, yakni tahun 2000 dan 2015, peningkatan tercepat sejak tahun 1960-an.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang baru saja mengeluarkan laporan terbaru World Health Statistics, menemukan kesenjangan besar antara negara-negara, meskipun manusia saat ini hidup rata-rata lima tahun lebih lama sekarang daripada sebelum pergantian abad.

Angka harapan hidup penduduk di Indonesia menempati posisi ke-6 dari negara-negara anggota ASEAN, periode tahun 2010-2015. Posisi pertama ditempati Singapura yang mencatat indeks 82,2 dari posisi sebelumnya periode 2005-2010 sebesar 81,2.


Angka harapan hidup penduduk Indonesia tercatat sebesar 70,1 pada 2010-2015, atau naik dari 69,1 (2005-2010).

Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan United Nations berjudul “World Population Prospect: The 2010 Revision Population Database”.

Berikut ini adalah urutan posisi angka harapan hidup penduduk negara-negara anggota Asean periode 2010-2015:

  1. Singapura: 82.2 (2005-2010: 69.1)
  2. Vietnam: 75.9 (2005-2010: 75.1)
  3. Malaysia 74.9  (2005-2010: 74.0)
  4. Thailand: 74.3 (2005-2010: 73.3)
  5. Kamboja: 71.6 (2005-2010: 69.5)
  6. Indonesia: 70.1 (2005-2010: 69.1)
  7. Filipina: 68.6 (2005-2010: 67.8)
  8. Myanmar: 65.1 (64.2)

Negara Jepang menduduki peringkat pertama soal angka harapan hidup. Dengan total rata-rata angka harapan hidup 83,7 tahun, laki-laki Jepang memiliki harapan hidup 80,2 tahun sementara perempuan Jepang memiliki harapan hidup 87,2 tahun.

Sementara Chad, Pantai Gading, Republik Afrika Tengah, Angola, dan Sierra Leone masuk peringkat terendah.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia Pattrick Wauran mengatakan, tinggi rendah angka harapan hidup penduduk menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu negara. Termasuk didalamnya adalah tingkat keamanan dan pertumbuhan negara tersebut.

Survei BPS menunjukkan angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Survei yang dilaksanakan setiap tahun dan di setiap provinsi itu memperlihatkan hasil serupa: perbedaan angka harapan hidup perempuan dan laki-laki terpaut empat tahun.

Pada 2010-2014, harapan hidup laki-laki ada di angka 68 tahun, sedangkan angka harapan hidup perempuan 72 tahun. Sementara tahun 2015, baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan angka harapan hidup satu tahun.

baca juga:

Penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata memiliki rata-rata usia lebih panjang dibandingkan dengan provinsi lain di seluruh Indonesia. Angka harapan hidup warga Yogyakarta mencapai 74,50 tahun, di atas rata-rata nasional 70,59 tahun.

------------------------------
agen asuransi allianz terbaik di medan

Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: