Wednesday, November 16, 2016

Bagaimana Cara Memiliki Dana Warisan 1 Miliar Dengan Cicilan 830 Ribuan Per Bulan Melalui Program Paper Asset?

Inilah Cara Memiliki Dana Warisan 1 Miliar Dengan Cicilan 830 Ribuan Per Bulan Melalui Program Paper Asset

Apakah Anda mengetahui kalau di negara maju, sudah jarang sekali orang atau orang tua memberikan warisan berupa rumah atau properti lainnya. Mereka lebih banyak memilih memberikan warisan melalui program Paper Asset.

Sedangkan di Indonesia, kebanyakan orang tua cenderung masih terbiasa memiliki dan mewariskan kepada anak-anaknya dengan konventional asset seperti: rumah, ruko, apartment, tanah, logam mulia, dan lain-lain. 

Dalam merencanakan dana warisan. Anda bisa mempercayakan paper asset pada Asuransi Jiwa sebagai sumber perencanaan dan persiapan dana warisan dengan  cara yang paling mudah, cepat, dan dengan hasil yang maksimal.
Cara mencegah Anda jatuh miskin saat terkena penyakit kritis. Baca di web ini: Bagaimana Cara Mendapatkan Manfaat Uang Pertanggungan Penyakit Kritis Agar Anda Tidak Jatuh Miskin
Di Indonesia, merencanakan dana warisan melalui paper asset pada asuransi jiwa memang belum terlalu populer seperti layaknya di negara-negara maju. 

Apa itu paper asset?

Mari coba lihat konsepnya sebagai berikut:

Bapak Hasan, 33 tahun, ingin memiliki asset yang akan diwariskan ke anak-anaknya kelak senilai Rp. 1 Miliar.

Dengan program paper asset, maka Bapak Hasan cukup menyisihkan dana sebesar 10% yaitu sebesar Rp. 100 juta yang dapat dicicil sebanyak 10x setoran yaitu Rp. 10 juta per tahun atau Rp. 830 ribuan per bulan.

Melalui program paper asset tersebut maka Bapak Hasan akan mendapatkan hasil yang maksimal dengan cara yang mudah, ringan dan cepat.

Mari kita bandingkan kalau Bapak Hasan merencanakan memiliki warisan melalui conventional asset dengan mewariskan rumah.

Jika harga rumah Rp. 1 M, maka Bapak Hasan harus mempersiakan dana sebesar Rp. 300 juta sebagai uang muka pembelian rumah. 

Setelah itu, maka Bapak Hasan memiliki kewajiban untuk membayar cicilan rumah tersebut setiap bulan sebab dia membayar secara kredit melalui KPR Bank. 

Katakanlah baru mencicil 1 kali, Bapak Hasan meninggal dunia. Karena cicilan via KPR, maka anak-anak Bapak Hasan sudah memiliki rumah senilai Rp. 1 M.

Sekilas cara ini menarik bukan? 

Seandainya anak-anak Bapak Hasan membutuhkan uang cash untuk keperluan hidup mereka, karena kepala keluarga sudah tidak ada, maka solusinya adalah dengan menjual rumah.

Pertanyaanya: apakah menjual rumah itu gampang? Pasti membutuhkan waktu dan membutuhkan proses, seperti:
  • Sebelum laku dijual tentunya akan ada biaya maintenance
  • Agar rumah cepat laku maka harus pasang iklan berarti ada biaya iklan atau fee untuk agen sekitar 2-3%
  • Jika rumah tersebut laku terjual akan dikenakan pajak penjualan 5%.
  • Biaya Balik Nama di Notaris
Ini adalah MASALAH-MASALAH yang harus dihadapi oleh ahli waris Bapak Hasan.

Seandainya Bapak Hasan tidak mempersiapkan surat wasiat, maka ada kemungkinan pembagian hasil penjualanan rumah tersebut terjadi perselisihan diantara ahli waris.

Lalu ada kemungkinan diantara ahli waris Bapak Hasan, ada yang membutuhkan uang dengan cepat. Sehingga rumah dijual murah. Artinya, harta warisan mengalami penurunan nilai secara signifikan.

Masalah lain, adalah bagaimana seandainya Bapak Hasan terkena penyakit kritis dan tidak meninggal dunia tapi tidak dapat bekerja lagi? 

Bapak Hasan harus tetap membayar cicilan atau stop bayar cicilan dengan konsekuensi rumah disita.

Inilah yang menyebabkan masyarakat di negara maju tidak terlalu berminat menambah konvensional asset. Sebab dianggap terlalu ribet karena mengeluarkan biaya-biaya tambahan yang cukup banyak . 

Lalu apakah yang mereka pilih untuk memiliki dana warisan bagi anak-anaknya?

Jawabannya: Paper Asset

Seperti yang sudah dicontohkan di atas tadi, maka dengan HANYA membayar 'cicilan' sebesar Rp. 830 ribuan per bulan melalu program paper asset, maka Bapak Hasan sudah dapat mewariskan dana atau asset sebesar Rp. 1 Miliar.

Apabila Bapak Hasan meninggal dunia, maka anak-anaknya sebagai penerima warisan bisa langsung memperoleh uang tunai senilai Rp. 1 Milyar tanpa dikurang biaya apapun bahkan ditambahkan nilai tunai yang terbentuk pada saat itu.

Bahkan, seandainya Bapak Hasan baru mencicil 1 x yaitu 830 ribuan dan meninggal dunia, maka paper asset senilai 1 MILYAR tersebut bisa langsung dicairkan.

Bagaimana jika Bapak Hasan terkena salah satu dari penyakit kritis?

Jika Bapak Hasan terkena musibah penyakit kritis dan berumur panjang, maka Bapak Hasan tidak perlu lagi membayar ‘cicilan’ setiap bulannya. Bebas bayar cicilan.

Jadi kelebihan pogram paper asset dengan konvensional asset adalah :
  • Tidak memerlukan syarat uang muka 30 persen.
  • Tidak memerlukan syarat biaya pemeliharaan.
  • Tidak dikenakan biaya pajak waris.
  • Tidak dikenakan biaya notaris atau biaya balik nama.
  • Pembagian kepada ahli waris adil dan rata, sehingga dikemudian hari tidak terjadi perselisihan.

Dana Warisan 1 Miliar Dengan Cicilan 830 Ribuan Per Bulan Melalui Program Paper Asset

Menurut Anda, dengan tujuan yang sama, yaitu ingin mewariskan asset atau dana warisan sebesar Rp. 1 M, cara manakah yang lebih Anda pilih?
Mengapa Anda harus memiliki asuransi penyakit kritis? Simak ulasannya di web ini: Inilah Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis. Salah Satunya...
Jika alasan Bapak Hasan lebih memilih memiliki dana warisan 1 M melalui program paper asset dengan mengikuti mindset di negara-negara maju, bagaimana dengan Anda? 

Ini adalah solusi aman dan pasti untuk memiliki dana warisan untuk Anda dan keluarga Anda.

Untuk mendapatkan gambaran detail berapa nilai paper asset yang Anda inginkan silahkan hubungi nomor telpon di bawah.

>>>> KONSULTASI GRATIS <<<<

agen asuransi dana warisan allianz di medan








Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: