Tuesday, November 28, 2017

Apakah Salah Jika Anda Berinvestasi Di Asuransi? Simak Ulasannya Di Sini
Apakah Salah Jika Anda Berinvestasi Di Asuransi? Simak Ulasannya Di Sini

Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah.

Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya).

baca juga: Manfaat Dan Kelebihan Asuransi Kesehatan Murni Tanpa Investasi Dari Allianz, SmartHealth – Maxi Violet Allianz

Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya.

Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

2. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu.

Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari.

Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

3. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

4. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap.

Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

5. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain.

Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

6. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.


Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadan


Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana.

Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link.

Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk?

baca juga: Asuransi Penyakit Kritis Allianz Dengan Uang Pertanggungan 1 Miliar Untuk Mencegah Pasien Dan Keluarganya Dari Kebangkrutan

Ingin mendapatkan contoh proposal asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda, hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.

agen asuransi jiwa dan unit link tapro allianz di medan dan indonesia

sumber artikel: proteksikita[dot]com

Monday, November 20, 2017

Term Life Allianz Adalah Manfaat Asuransi Tambahan Untuk Menambah Uang Pertanggungan Dasar Jika Kurang Untuk Proteksi Keluarga Anda
Term Life Allianz Adalah Manfaat Asuransi Tambahan Untuk Menambah Uang Pertanggungan Dasar Jika Kurang Untuk Proteksi Keluarga Anda

Apakah Anda sudah memiliki asuransi jiwa Tapro Allianz (Smartlink Flexi Account Plus)? Selamat. Dengan memilikinya berarti Anda sudah mempunyai Uang Pertanggungan (UP) dasar/ UP Jiwa yang sangat bermanfaat untuk keluarga Anda, jika terjadi risiko kehidupan (meninggal) terhadap Anda.

Walaupun demikian, apakah nilai santunan/warisan atau uang pertanggungan dasar yang telah Anda beli tersebut cukup untuk menggantikan kebutuhan hidup keluarga Anda terhadap laju inflasi di masa yang akan datang?

manfaat asuransi tambahan term life allianz

Yang dimaksud dengan uang pertanggungan di sini adalah tidak termasuk uang pertanggungan manfaat asuransi tambahan misalnya sakit kritis dan cacat total tetap total. Tapi murni adalah uang pertanggungan jiwa dasar.


Contoh, Anda seorang wanita, usia 29 tahun, tidak merokok, pekerjaaan wiraswasta. Dengan premi sebesar 1.5 juta per bulan, maka ahli waris Anda akan mendapakan dana warisan atau uang pertanggungan dasar/jiwa sebesar 1.3 milyar.

contoh ilustrasi uang pertanggungan dasar/dana warisan tapro allianz


Kalau ternyata setelah Anda pikir dan hitung bahwa santunan jiwa di atas masih kurang, maka Anda bisa memanfaatkan atau membeli manfaat asuransi tambahan yaitu Term Life Allianz.

baca juga: Mengenal Lebih Jauh Manfaat Pembebasan Pembayaran Premi Payor Benefit Allianz

Dengan membeli manfaat asuransi tambahan Term Life Allianz, maka keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan tambahan santunan jiwa/dana warisan yang lebih besar, kalau tertanggung meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan.

Jangka waktu / masa Perlindungan Term Life Allianz dapat dipilih sesuai kebutuhan, yaitu :

  • Jangka singkat : hingga usia 45 sampai 50 tahun.
  • Jangka menengah : hingga usia 55 sampai 60 tahun
  • Jangka panjang : hingga usia 65, 70,75 ,80, maksimum 85 tahun

tebel manfaat asuransi tambahan term life allianz
Untuk contoh ilustrasi di atas, maka dengan premi 1,5 juta per bulan dan membeli manfaat Term Life Allianz hingga usia 85 tahun, maka akan mendapatkan dana warisan sebesar 400 juta.


Sebagai kepala keluarga atau pencari nafkah, tentunya Anda ingin memberikan ketenangan bagi Anda dan keluarga Anda nantinya, jika Anda nantinya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Walaupun keluarga Anda akan sedih saat kehilangan Anda, namun pasti keluarga yang ditinggal akan sangat berterima kasih karena Anda sudah mempersiapkan dana warisan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Segera miliki manfaat asuransi tambahan Term Life Allianz untuk menambah uang pertanggungan jiwa yang sudah atau yang akan Anda beli.

Informasi lebih lengkap bisa menghubungi saya di no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.

agen asuransi jiwa dan term life allianz di medan dan indonesia

Wednesday, November 15, 2017

Mengenal Lebih Jauh Manfaat Pembebasan Pembayaran Premi Payor Benefit Allianz
Mengenal Lebih Jauh Manfaat Pembebasan Pembayaran Premi Payor Benefit Allianz

Apakah Anda mempunyai rencana untuk membeli Tapro Allianz (SmartLink Flexi Account Plus)? Jika ya, maka sangat disarankan untuk mengambil salah satu manfaat tambahan/rider nya yaitu Payor Benefit Allianz.

Mengapa Anda disarankan untuk mengambil manfaat tambahan Payor Benefit Allianz? Berikut ini beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan:

  • Membebaskan pemegang polis (pembayar premi) dari kewajiban bayar premi apabila mengalami sakit kritis, cacat, atau Meninggal.
  • Biaya asuransi per bulannya murah
  • Manfaat tambahan ini sebaiknya diambil, terutama untuk perorangan, atau yang sudah berkeluarga atau juga untuk pasangan suami istri.

Contohnya, seorang nasabah laki-laki, usia 28 tahun, dengan premi berkala per bulan 750 ribu dan mengambil manfaat Payor Benefit Basic, maka nasabah ini akan mendapatkan manfaat pembebasan premi berkala jika nasabah terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD.

Dan Allianz akan membayarkan premi 750 ribu tersebut di atas sampai dengan usia pembayar premi mencapai 65 tahun.

Manfaat payor benefit dari Allians ini terbagi menjadi:
  • Payor Benefit yaitu pembebasan premi berkala jika pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tersebut sampai usia pemegang polis mencapai 65 tahun .
  • Payor Protection yaitu pembebasan premi berkala jika pemegang polis meninggal dunia dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tersebut sampai usia pemegang polis seolah-olah mencapai 65 tahun.
  • Spouse Payor Benefit  yaitu Pembebasan premi berkala jika pasangan (suami/istri) dari pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tersebut sampai usia pasangan pemegang polis mencapai 65 tahun
  • Spouse Payor Protection yaitu pembebasan premi berkala jika pasangan (suami/istri) dari pemegang polis meninggal dunia dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tersebut sampai usia pasangan pemegang polis seolah-olah mencapai 65 tahun. 
fitur dan manfaat payor atau spouse payor dari allianz

Dengan mengambil manfaat tambahan payor benefit Allianz di asuransi unit link SmartLink Flexi Account Plus atau yang biasa di sebut TAPRO ALLIANZ , maka Anda memiliki memiliki rasa aman yang akan membebaskan Anda dan pasangan Anda dari kewajiban bayar premi saat terjadi resiko sakit kritis, cacat tetap total dan meninggal dunia.

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap?

Sila kontak no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.

baca juga:


agen asuransi allianz life indonesia di medan dan sumatera utara serta indonesia

Friday, November 10, 2017

Apa Perbedaan Antara Asuransi Kesehatan Dan Asuransi Penyakit Kritis Serta Manfaatnya?
Apa Perbedaan Antara Asuransi Kesehatan Dan Asuransi Penyakit Kritis Serta Manfaatnya?

Penyakit kritis adalah penyakit yang berbahaya dan biasanya biaya pengobatannya sangat mahal. Artinya jika Anda terkena salah satu dari jenis penyakit kritis maka dapat dipastikan akan membutuhkan dana yang sangat besar.

Di beberapa kasus, banyak orang yang terkena penyakit kritis sampai menguras harta bendanya, dan bahkan nyaris bangkrut. Untuk itulah Anda sangat membutuhkan asuransi penyakit kritis.

Apa yang dimaksud dengan asuransi penyakit kritis atau critical illness insurance?

Secara sederhana asuransi penyakit kritis bisa disebutkan kalau Anda terkena penyakit serius misalnya serangan jantung, stroke atau kanker, maka asuransi penyakit kritis akan memberikan sejumlah dana CASH yang dapat Anda gunakan untuk membayar:

  • tagihan dari rumah sakit atau
  • pengeluaran apa pun 
  • atau kebutuhan laiinya yang Anda bisa gunakan dari dana cash tersebut
Banyak orang atau pada umumnya orang mungkin tidak pernah membayangkan untuk memiliki polis asuransi penyakit kritis. Dan bahkan mungkin berpikir untuk apa saya membeli atau membutuhkan asuransi tersebut, sedangkan saya sudah memiliki asuransi kesehatan. 

Bukan kah asuransi kesehatan sudah cukup?

Mari kita lihat apa perbedaan antara asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritiis berikut ini:

Asuransi Kesehatan:
  • Membayar tagihan atau billing rumah sakit
  • Kunjungan dokter
  • Operasi
  • Obat-obatan

Asuransi penyakit kritis:
  • Dana cash saat Anda terdiagnosa penyakit kritis

Masih belum begitu jelas?

Ok, coba lihat contoh ilustrasi berikut ini.

Seorang nasabah, kita sebut saja namanya Scott yang memiliki pekerjaan yang bagus dan karir yang cemerlang. Scott termasuk orang yang sangat sibuk dan memiliki cicilan mobil, rumah dan juga biaya untuk sekolah anaknya.

Suatu hari, Scitt terkena stroke ringan, dan hasil diagnosa dokter mengatakan, kalau Scott akan sembuh dalam beberapa bulan ke depan, tapu harus istirahat total di rumah.

Oleh sebab itu, maka secara otomatis Scott harus cuti bekerja dan mendapat izin namun perusahaannya mengatakan bahwa karena dia sedang cuti maka perusahaan tidak bisa membayar gajinya.

Kalau Scott tidak memiliki penghasilan selama cuti karena harus istirahat di rumah, lalu bagaimana caranya Scott membayar semua cicilan yang disebutkan di atas dan biaya hidup dia dan keluarganya?

Di sinilah asuransi penyakit kritis berperan dan memberikan solusi.


Dengan membeli manfaat penyakit kritis, maka saat Scott terkena penyakit kritis maka Scott akan mendapatkan dana cash yang dapat dia gunakan untuk membayar:

  • Tagihan rumah sakit yang tidak di cover oleh asuransi kesehatan
  • Cicilan rumah, mobil, kartu kredit, biaya sekolah anak
  • Biaya hidup

Dengan adanya dana cash dari asuransi penyakit kritis yang dimiliki oleh Scott maka dia dapat fokus untuk kesembuhan dari sakit kritisnya. Dan keluarganya mendapatkan perlindungan.

Tonton video berikut ini:


Dengan mengetahui manfaat-manfaat yang disebut di atas, maka segeralah miliki asuransi penyakit kritis Allianz sekarang. Untuk mencegah Anda dari kebangkrutan dan rasa aman serta nyaman Anda dan keluarga Anda.

Hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia





Tuesday, November 7, 2017

Manfaat Dan Kelebihan Asuransi Kesehatan Murni Tanpa Investasi Dari Allianz, SmartHealth – Maxi Violet Allianz
Manfaat Dan Kelebihan Asuransi Kesehatan Murni Tanpa Investasi Dari Allianz, SmartHealth – Maxi Violet Allianz

Apakah Anda sedang mencari asuransi kesehatan murni tanpa investasi? Jika ya, maka Anda dapat membeli asuransi kesehatan SmartHealth Maxi Viollet Allianz yang memiliki keunggulan dan manfaat besar untuk Anda dan keluarga.

Smarthealth Maxi Violet Alllianz adalah produk asuransi kesehatan murni dari Allianz tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone).

SmartHealth – Maxi Violet Allianz :

Adalah asuransi kesehatan murni dari Allianz :

  • Berdiri sendiri (stand-alone atau bukan manfaat tambahan (Rider) 
  • Tanpa investasi dan tanpa pengembalian premi.
  • Dapat digunakan secara perorangan dan keluarga dalam satu polis
  • Memberikan penggantian biaya perawatan apabila Anda atau keluarga menderita suatu penyakit atau mengalami kecelakaan disertai variasi Plan
  • Memiliki Manfaat Dasar Rawat Inap dan Manfaat Tambahan yaitu Rawat Jalan, Rawat Gigi, dan Persalinan. 

Smarthealth Maxi Violet Allianz memiliki kontrak dengan jangka tahunan dan bisa diperpanjang sampai usia 70 tahun.

Premi Smarthealth Maxi Violet Allianz  tergantung pada usia dan jenis kelamin dan akan naik per lima tahun sesuai tabel premi.


Manfaat rawat inap yang ditanggung Smarthealth Maxi Violet Allianz dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rawat Inap Smarthealth Maxi Violet Allianz


Tabel Manfaat Rawat Inap Dan Rawat Jalan Smarthealth Maxi Violet Allianz

Tabel Manfaat Kehamilan Persalinan Dan Nifas Smarthealth Maxi Violet Allianz


Tabel Manfaat Rawat Gigi Smarthealth Maxi Violet Allianz

Tabel Manfaat Santunan Smarthealth Maxi Violet Allianz
Berikut ini adalah beberapa keunggulan dan kelebihan dari SmartHealth – Maxi Violet Allianz :

  • Siapa saja yang dapat menjadi peserta SmartHealth – Maxi Violet? Siapa pun yang berusia 15 hari-60 tahun dan polis dapat diperpanjang hingga usia 70 tahun.
  • Kemudahan cara pembayaran ,yaitu Cashless (pembayaran non-tunai) di   Rumah Sakit Rekanan Allianz  / rumah sakit jaringan Allianz-Admedika di Indonesia atau
  • Klaim Reimbursement dan eAZy Claim bila perawatan dilakukan di RS di luar Jaringan Allianz.
  • Ada banyak pilihan Plan yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan Anda serta keluarga, mulai Plan A (100 ribu) sampai Plan H (1 juta). Lihat di Tabel 
  • Tersedia Manfaat Rawat Inap disertai Manfaat Pilihan berupa Rawat Jalan, Persalinan, Rawat Gigi dan Manfaat Tambahan Pilihan berupa Santunan Harian untuk tambahan biaya rawat inap.
  • Manfaat kesehatan terlengkap di banding asuransi lain, meliputi biaya kamar, ICU, pembedahan minor hingga kompleks, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, ambulans, perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, rawat gigi darurat karena kecelakaan, santunan kematian, dll. 
  • Dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis.
  • Ada diskon premi 5% apabila Anda mengikutsertakan anggota keluarga Anda.
  • Tidak ada batasan tahunan
  • Tidak ada masa tunggu, kecuali untuk program Persalinan dan Untuk penyakit-penyakit tertentu yang biasanya tidak datang tiba-tiba .
  • Berlaku koordinasi manfaat,artinya Perawatan yang telah ditanggung oleh Jamsostek atau askes lain, jika ternyata masih kurang, bisa ditanggung kekurangannya oleh Smarthealth – Maxi Violet Allianz dengan menyertakan dokumen legalisir dari askes lain tsb.
  • Premi nya flat per 5 tahun,artinya tiap 5 tahun premi baru akan naik 
  • No Claim Bonus ,artinya jika tidak ada catatan klaim selama 1 tahun polis dan Anda melakukan perpanjangan polis, maka polis perpanjangan akan mendapatkan diskon bonus yang dihitung dari premi polis tahun lalu. Diskon ini berlaku untuk premi per Tertanggung
  • Bisa digunakan di seluruh negara di dunia.

Bagaimana cara pembayaran premi SmartHealth Maxi Violet Allianz? Anda dapat memilih dari beberapa pilihan berikut ini:

  • Bulanan, triwulan, semester, dan tahunan.
  • Pembayaran premi bulanan, triwulan, dan semesteran hanya berlaku untuk manfaat rawat inap dan sistem Reimbursement.

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai premi SmartHealth Maxi Violet Allianz yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda? Segera hubungi no HP/WA di bawah sekarang. Konsultasi GRATIS!

baca juga:



Agen Asuransi Kesehatan Murni SmartHealth Maxi Violet Allianz Di Medan Dan Indonesia

Friday, November 3, 2017

Menjadi Agen Asuransi Yang Notabene Profesi Mulia Belum Menjadi Pilihan Utama Dan Kurang Dilirik Orang Indonesia
Menjadi Agen Asuransi Yang Notabene Profesi Mulia Belum Menjadi Pilihan Utama Dan Kurang Dilirik Orang Indonesia

Industri asuransi merupakan bisnis anomali. Saat ekonomi lesu dan banyak bidang usaha tergerus dan anjlok, ternyata industri asuransi malah tumbuh. Hal itu juga yang terjadi di Indonesia, di mana saat krisis, industri asuransi termasuk bisnis yang bertahan.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pun mengakui hal itu. Menurut dia, asuransi jiwa akan tetap tumbuh dalam kondisi apa pun.

“Buktinya, dalam kondisi ekonomi terjelek di tahun 2015 lalu, asuransi jiwa masih bisa tumbuh 10 persen," ujar Hendrisman baru-baru ini.

Bahkan, tahun ini (2017), meskipun perekonomian global masih lesu, industri asuransi jiwa dapat terus tumbuh. AAJI memperkirakan, pertumbuhannya sekitar 10 - 30 persen.

Tahun 2016 lalu, AAJI mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 57,4 persen. Pendapatan industri asuransi jiwa di 2016 mencapai Rp 208,92 triliun, tahun sebelumnya hanya Rp 132,74 triliun. Padahal, saat itu, tengah terjadi perlambatan ekonomi global maupun domestik.

Dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan diperkirakan akan berlanjut, apalagi melihat kondisi penetrasi asuransi di Indonesia yang masih sangat rendah.

Berdasarkan data AAJI, penetrasi asuransi di Indonesia per triwulan I – 2017 hanya 2,7 persen dari produk domestik bruto. Angka itu lebih rendah dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand yang sudah di atas lima persen.


Rendahnya penetrasi itu merupakan potensi dan kesempatan besar untuk digarap industri asuransi. Makanya, melihat hal itu, Hendrisman meyakini, industri asuransi akan terus tumbuh. Prospek besar ini semestinya ditangkap para pencari kerja untuk terjun ke dunia asuransi, salah satunya menjadi agen.

Profesi Mulia

Namun, saat ini profesi menjadi agen asuransi belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Profesi ini belum dilirik para pencari kerja, bahkan kerap dipandang sebelah mata bagi banyak orang. Padahal, agen asuransi merupakan profesi mulia yang berguna bagi banyak orang.

Menurut salah satu financial planner perusahaan asuransi mengatakan: "agen asuransi adalah profesi mulia, karena kita bisa membantu orang yang kesusahan ketika mereka mendapat risiko"

Profesi agen asuransi memang belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Menjadi agen asuransi masih menjadi pilihan terakhir. Biasanya, seseorang terjun menjadi agen kalau ia sedang menganggur, atau untuk mengisi waktu luang saat sedang melamar pekerjaan di tempat lain.

Padahal, menjadi agen asuransi memiliki prospek yang menarik. Jika bekerja di perusahaan, setelah lulus kuliah, umumnya akan menerima gaji UMR. Padahal, uang sekolah dan kuliah sudah mahal. Kalau jadi agen asuransi, maka yang menentukan penghasilan adalah agen tersebut, bukan perusahaan.

Tertarik menjadi agen asuransi? Hubungi saya di no HP/WA di bawah:

baca juga:

agen asuransi jiwa allianz indonesia di medan, sumatera utara dan indonesia

Tuesday, October 10, 2017

Banyak “Mafia” Yang Memanfaatkan Industri Asuransi Sebagai Sumber Penghasilan
Banyak “Mafia” Yang Memanfaatkan Industri Asuransi Sebagai Sumber Penghasilan

Penetapan status tersangka mantan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling sempat membuat geger industri asuransi Jiwa. Persoalan pencairan klaim jadi pemicunya. Belakangan berhembus kabar bahwa kasus tersebut diduga ada kaitannya dengan para mafia asuransi.

Berdasarkan pengakuan sumber Infobank, sejak dulu banyak “Mafia” yang memanfaatkan industri asuransi, sebagai sumber penghasilan. Hal itu sudah menjadi tren diluar negeri. Bahkan kabarnya disana, perusahaan asuransi sampai harus menyewa detektif swasta untuk melakukan penyelidikan terkait klaim-klaim yang dinilai mencurigakan.

Hal tersebut tidak ditampik oleh Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu. Dirinya mengungkapkan bahwa industri dengan regulasi yang ketatpun, hal seperti itu tetap ada.

“Kita bicara di Amerika dan Eropa aja yang negara maju ada. Apalagi kita negara berkembang. Tetap ada celah,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Ia pun bercerita, dulu periode tahun 90an ada kelompok di wilayah Jakarta Utara. Mereka, kata Togar, rela memotong jarinya hanya untuk dapat uang pertanggungan.

Selain itu, ada juga kejahatan lainnya dengan membunuh seseorang pengamen jalanan yang mirip anaknya.

“Dulu ada orang dari Surabaya datang ke Jakarta. Waktu dia menuju hotel di lampu merah ada yang ngamen persis anaknya. Dia pun mendekatinya. Lalu dia beliin anaknya tujuh polis. Kira-kira sebulan-dua bulan kemudian, dia  mengklaim anaknya meninggal, dan mayatnya ditemukan meninggal di jalan tol. Lima perusahaan bayar klaimnya. Kejadian sebenarnya, anaknya itu sedang berada di Singapore. Dan yang meninggal itu hanya orang yang mirip anaknya, yakni pengamen itu” jelasnya.


Kisah ini menjadi bukti bahwa memang ada mafia di asuransi. Karenanya, tidak salah jika perusahaan asuransi berhati-hati dalam mencairkan sebuah klaim. Terutama, jika terjadi klaim-klaim yang tidak wajar atau mencurigakan.

Senada, pengamat Asuransi, Irvan Rahardjo  mengungkapkan, model fraud di asuransi banyak macamnya. Bahkan tidak hanya di asuransi jiwa. Beberapa indikasi fraud di asuransi yang dilakukan konsumen diantaranya satu, adanya ketidaksesuaian anatara profil keuangan nasabah dengan nilai asuransi yang diminta.

Modusnya, menutup asuransi pada beberapa tempat sekaligus dengan jumlah besar dengan profil keuangan yang tidak sesuai.

Dua, jika kondisi keuangan dan bisnis calon nasabah tidak sehat. Modusnya misalnya,  kebakaran dalam keadaan stock barang menumpuk tidak laku atau nilai asuransi mendadak melonjak sesaat sebelum musibah.

Tiga, adanya riwayat pribadi dan penyakit calon nasabah yang relevan tidak diungkapkan kepada asuransi. “Modusnya mengajukan klaim penyakit yang tidak diketahui sebelumnya. Masih terjadi. Tapi tidak ada data resmi dari Polri maupun Asosiasi,” jelas Irvan.

Karenanya, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kasus klaim asuransi Allianz Life, kata Irvan Rahardjo.  Apa saja?

Pertama, underwriter harus membatasi HCP ( Health Cash Plan – boleh double claim ) kepada poors people only ( Lihat risk profile BPJS 2013 -2016 loss ratio terendah pada Peserta PBI VS Peserta Mandiri loss ratio tertinggi utamanya penyakit katastropik )

Kedua, jual HCP secara selektif.

Ketiga, jangan jual HCP lewat agen.

Empat, edukasi agen sebagai field underwriter

Lima, hindari HCP untuk kejar volume, melainkan utamakan kualitas

Enam, batasi HCP jumlah minimal.

Tujuh,  utamakan KYC ( Know Your Customer ), jangan hanya financial standing nasabah. “Moral standing lebih penting” tutup Irvan.

baca juga:


agen asuransi jiwa kesehatan dana warisan dana pendidikan allianz indonesia

Saturday, October 7, 2017

Kisah Ini Bisa Jadi Fiktif, Tapi Inilah Alasan Kenapa Anda Selayaknya Memiliki Asuransi Agar Keluarga Yang Ditinggalkan Tetap Hidup
Kisah Ini Bisa Jadi Fiktif, Tapi Inilah Alasan Kenapa Anda Selayaknya Memiliki Asuransi Agar Keluarga Yang Ditinggalkan Tetap Hidup

Ada sebuah kisah atau cerita yang mungkin saja fiktif, tapi kita bisa mengambil hikmahnya dan menjadikan salah satu alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi.

Kisah seorang kepala keluarga yang sangat bijaksana yang merahasiakan untuk mengalihkan sedikit pendapatannya untuk asuransi jiwa karena sang suami mengetahui kalau istrinya pasti menganggap hal itu hanya membuang uang untuk beberapa lembar kertas.

Hiduplah sebuah keluarga yang sangat bahagia dengan perekonomian yang mencukupi. Sang suami mempunyai istri yang cantik, anak perempuan yang masih lucu dan mempunyai semua kebutuhan keluarga baik itu mobil rumah motor, dan perabotan rumah lainnya.

Suatu pagi, suami tersebut pergi bekerja tapi di perjalanan ke pabrik terjadi kecelakaan hebat dan ia meninggal dunia seketika.

Akhirnya polisi mengetuk pintu dan menyampaikan kabar itu kepada istrinya yang mengatakan bahwa jasad suaminya berada di ambulan. Istri dan anak perempuannya menjerit dan istrinya pun jatuh tak sadarkan diri.

Kematian datang pada siapa saja dan pada setiap saat tanpa ada peringatan sebelumnya.


Dua minggu kemudian para tetangga melihat sebuah truk dari sebuah toko furniture berhenti didepan rumah tersebut, mereka mengambil sofa, meja besar, lemari besar, bahkan ranjang 'double-bed'. Para tetangga pun mengerti bahwa 'cicilan lunak' ternyata sudah tidak lunak lagi pembayarannya.

Beberapa minggu kemudian, mereka melihat lagi kejadian lain, 4 pria yang terlihat beringas mendatangi rumah janda itu.

Janda yang sudah jarang terlihat, pergi keluar pagar untuk menemui mereka. Mereka memperlihatkan secarik kertas sambil menunjuk ke arah mobil milik almarhum.

Si janda dengan rela memberi kunci mobil beserta surat suratnya kepada mereka. Ia kembali masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya. Para pria itu ditugaskan dari perusahaan pembiayaan untuk menarik kembali mobil itu karena cicilan 2 bulan terakhir tidak dibayar.

Beberapa hari kemudian, para tetangga melihat lagi loper koran yang memanggil-manggil si janda. Kali ini mereka tidak dapat lagi mengenalinya ia sudah sangat kurus, sungguh kasihan, dia tidak lagi bergaul karena malu dengan situasi dan kondisinya sekarang.

Bahkan anak yang berusia 5 tahun tidak lagi pergi bermain dengan teman-temannya. Loper itu minta agar tagihannya itu diselesaikan. Si janda berusaha keras menjelaskan dengan suara rendah karena sangat malu sekali atas situasi yang dihadapinya.

Namun loper koran yang tidak berperasaan itu meninggikan suaranya. Janda itu takut dan meminta untuk menunggu. Ia kembali dalam rumah, para tetangga dapat mendengar dengan jelas suara suatu benda yang pecah, seperti terbuat dari bahan beling atau plastik kemudian terdengar tangisan anak perempuannya.

"Mama, jangan ambil uang saya", dan tetangga pun tahu apa yang terjadi, ibunya memecahkan tabungan anaknya. Ia membayar loper koran itu dengan uang receh.

Itulah saat terakhir para tetangga meihat si janda. Ia takut bertemu dengan orang asing dan selalu mengunci diri. Bahkan gadis kecilnya pun dilarang untuk bermain dengan dengan tetangganya maupun pergi ke taman bermain, sesuatu yang sangat anak itu rindukan diusianya.


Sampai di suatu siang yang panas, seorang pria yang sangat rapi dan bersahaja, turun dari mobilnya dan mengetuk rumah si janda.

Setelah beberapa saat tidak ada tanggapan, ia melihat sekeliling dan terkejut kedatangannya diperhatikan oleh para tetangga. Mereka melambaikan tanganya sebagai isyarat bahwa tidak ada orang dirumah.

Karena mencium hal yang kurang beres orang asing itu pun mendatangi tetangga di sebelah rumahnya dan ia memperkenalkan diri sebagai agen atau financial konsultannya almarhum.

Ia mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk menanyakan kabar suami janda tersebut karena telah beberapa lama dana premi yang biasanya ditransfer oleh suaminya tidak diterimanya lagi.

Setelah bertemu dengan wanita yang tidak lain istri dari sang suami, keadaannya sungguh menyedihkan. Kemudian si janda tersebut menjelaskan kejadian yang menimpa suaminya.

Kemudian orang asing tersebut kaget, dan dia berkata, "Saya turut berduka cita yg sedalam-dalamnya. Jangan katakan ibu tidak kenal saya. Saya pernah datang minum teh bersama almarhum suami ibu, ingat? Waktu itu saya mau menjual polis senilai Rp 500 juta? Polis ini masih berlaku, suami ibu meminta saya merahasiakannya dari ibu. Maafkan saya karena baru datang, saya tidak menerima kabar sebelumnya. Jika ibu berkenan saya dapat mencairkan dana yang telah ditinggalkan oleh suami ibu. Mulai sekarang ibu tidak perlu khawatir lagi, kami akan menjaga ibu dan anak ibu seperti yang sudah kami janjikan sebelumnya kepada almarhum suami ibu".

Janda itu tidak bisa mempercayainya. air mata kebahagiaan jatuh ke pipinya saat ia memeluk anaknya dengan lega. Kemudian ia jatuh berlutut berterima kasih kepada agen itu. Beberapa tetangga datang mengucapkan terima kasih dan pujian kepada si agen atas kebaikan yang dilakukanya, agen itu melihat beberapa diantara mereka turut meneteskan airmata.

Mari kita renungkan. Sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, bagaimana jika hal itu terjadi kepada Anda? Bagaimana nasib keluarga Anda dan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya?

Dari kisah ini kita melihat ada pelajaran bagaimana uang yang dianggap sebagai "BUANG DUIT", bisa mengubah hidup mereka dengan kebijakan atau keputusan kepala keluarga yang sangat tepat dan bijaksana. Anak gadis kecil yang manis itu kini dapat bermain lagi dengan teman-temannya. Uang pendidikan telah tersedia. Ibunya dapat hidup dengan tenang dan bermartabat.

Untuk itulah Anda selayaknya dan sepatutnya memiliki asuransi.

Ingat, asuransi jiwa ada bukan karena doa seseorang harus meninggal, tapi untuk keluarga yang DITINGGALKAN HARUS TETAP HIDUP.


Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai dana warisan Allianz yang Anda inginkan silahkan hubungi nomor HP/WA di bawah.

KONSULTASI GRATIS

agen asuransi dana warisan allianz 1 miliar di indonesia

Monday, October 2, 2017

Allianz Asuransi Terbaik 2017 Di Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017
Allianz Asuransi Terbaik 2017 Di Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017

Allianz Asuransi Terbaik 2017 Di Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017. Indonesia saat ini merupakan negara dengan tingkat perekonomian yang mendapatkan perhatian dari berbagai negara di dunia. Industri asuransi melalui aspek pengelolaan risiko menjadi salah satu industri keuangan yang memiliki peran strategis dalam penciptaan kestabilan ekonomi Indonesia.

Perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh tidak terlepas dari risiko, apabila dampak dari risiko tersebut tidak dikendalikan dengan baik akan menyebabkan perekonomian menjadi tidak stabil, serta menghasilkan kerugian bagi para pelaku ekonomi.

Melalui sektor perasuransian, para pelaku ekonomi dapat memindahkan sebagian potensi risiko yang dimiliki, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan stabil saat terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian bagi pelaku ekonomi.

Perkembangan asuransi di Indonesia menunjukkan kemajuan yang cukup baik selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan asuransi menunjukkan pertumbuhan dalam usaha yang mereka jalankan, di mana semakin banyak masyarakat yang mengunakan layanan asuransi dalam kehidupan mereka.

Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kehadiran perlindungan atas berbagai macam risiko yang mungkin terjadi sewaktu-waktu adalah salah satu faktor meningkatnya jumlah pengguna asuransi. Kondisi ini menjadi sebuah keuntungan bagi perusahaan asuransi karena semakin meluasnya pasar yang dapat dijadikan sebagai sasaran penjualan produk mereka.

Industri asuransi di Indonesia dituntut untuk memiliki inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, perlu ada kerja sama antar perusahaan asuransi maupun dengan pemerintah untuk memberikan edukasi demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan asuransi.

Jika hal ini mampu terwujud, bukan tidak mungkin pertumbuhan industri asuransi akan terus terjadi.

Untuk mengapresiasi perusahaan asuransi yang berkinerja baik serta memberikan inspirasi kepada perusahaan-perusahaan asuransi lainnya, Warta Ekonomi menyelenggarakan Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017.


Apresiasi ini merupakan pemilihan perusahaan asuransi terbaik menurut Warta Ekonomi serta para konsumen atas kinerja mereka selama satu tahun terakhir.

Dalam melakukan penilaian penghargaan Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017, Warta Ekonomi Intelligence Unit (WEIU) melakukan dua pendekatan yaitu desk research dan quantitative survey. Desk research dilakukan dengan memisahkan perusahaan asuransi menjadi tiga kategori yaitu perusahaan asuransi umum, asuransi jiwa, dan reasuransi.

Penilaian desk research dilakukan melalui pendekatan analisa laporan keuangan. Warta Ekonomi tidak memasukkan perusahaan asuransi yang tidak mengeluarkan laporan keuangan, perusahaan asuransi yang sedang dalam pembekuan kegiatan usaha, perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya, serta perusahaan asuransi yang sedang terkena kasus kejahatan lainnya.

Selain penghargaan berdasarkan pendekatan laporan keuangan 2015-2016, Warta Ekonomi juga melakukan riset kuantitatif dengan metode telephone survey, menggunakan kuesioner terstruktur terhadap responden yang merupakan nasabah pemegang polis dari berbagai perusahaan asuransi dan sudah memiliki polis selama minimal satu tahun.

Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017

Riset ini menghasilkan perusahaan-perusahaan asuransi terbaik berdasarkan aspek kinerja keuangan menurut tim riset Warta Ekonomi serta aspek layanan yang diberikan menurut para konsumen.


Best Financial Performance Life Insurance Company, Category Asset between Rp10-27 Trillion
  1. PT ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA
  2. PT ASURANSI JIWA SINARMAS MSIG
  3. PT ASURANSI JIWA SEQUIS LIFE
  4. PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES
  5. PT INDOLIFE PENSIONTAMA

Top 5 Best Consumer Choice Insurance Company, Category Life Insurance
  • PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE
  • PT ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA
  • PT ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO)
  • PT ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA
  • PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES

Top 5 Best Consumer Choice Insurance Company, Category Health Insurance
  • PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE
  • PT ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA
  • PT ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA
  • PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES
  • PT AIA FINANCIAL

Top 5 Best Customer Service for Life Insurance Company
  • PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE
  • PT ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA
  • PT AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES
  • PT BNI LIFE INSURANCE
  • PT ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA

4 Years In A Row Winner

Most Victorious Life Insurance 2017


agen asuransi allianz life indonesia di medan, sumatera utara dan indonesia


Friday, September 29, 2017

Produk Asuransi Kesehatan Dengan Skema Hospital Cash Plan Dinilai AAJI Rawan Aksi Penipuan
Produk Asuransi Kesehatan Dengan Skema Hospital Cash Plan Dinilai AAJI Rawan Aksi Penipuan

Pelaku asuransi dihimbau untuk menghentikan sementara pemasaran atau mengurangi nilai atau besaran manfaat produk asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan di tengah maraknya aksi penipuan atau fraud oleh pelaku yang diindikasikan telah terorganisir.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan terjadi peningkatan jumlah laporan terkait aksi penipuan tersebut kepada asosiasi. Hingga saat ini, jelasnya, sudah lebih dari 10 pelaku asuransi yang memasarkan produk tersebut telah melaporkan kejadian serupa.

Dalam kasus yang diindikasikan fraud, jelasnya, tertanggung dibelikan produk asuransi kesehatan oleh oknum tertentu yang masih merupakan kerabatnya. Kemudian, tertanggung dengan sengaja mengkonsumsi makanan kadaluarsa sehingga bisa masuk perawatan rumah sakit dan dirawatinap dalam jangka waktu tertentu.

Dengan demikian, kata Togar, tertanggung akan menerima klaim asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan dengan nilai pertangunggan relatif besar, yakni dari Rp1,5 juta – Rp3 juta per hari.

“Misalnya, saudara, teman, bahkan orang tua diberi asuransi dan disuruh minum susu basi sehingga masuk rumah sakit dan dirawat satu sampai dua minggu. Ini bukan hanya satu atau dua orang, ini sudah terorganisir dan mengkhawatirkan seperti mafia,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (18/9).

Secara umum, produk proteksi kesehatan yang ditawarkan asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kerugian atau umum terbagi atas dua jenis. Pertama, asuransi kesehatan yang menawarkan skema hospital benefit.

Produk ini secara mendasar dijalankan dengan prinsip indemnity atau ganti rugi sehingga manfaat asuransi diberikan melalui sejumlah paket atau plan, mulai dari biaya obat, dokter, hingga biaya rawat inap sesuai kelasnya, yang dipilih sejak awal.

Dengan begitu, penggantian kerugian dari produk dengan skema hospital benefit umumnya dilakukan nontunai sebab tidak melalui proses reimbursement dan dibayarkan oleh asuransi sesuai nilai yang tertera pada kuitansi tertanggung.

asuransi hospital cash plan flexycare family allianz life indonesia

SANTUNAN

Sementara itu, produk lainnya adalah asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan. Produk ini sebenarnya bersifat santunan sehingga memberikan manfaat berupa biaya pengganti sesuai dengan jumlah hari perawatan atau tindakan tertentu.

Dengan besaran nilai penggantian yang ditetapkan di awal, klaim produk asuransi ini umumnya dilakukan secara reimbursement.

Skema inilah yang ternyata membuka peluang bagi nasabah asuransi jiwa untuk melakukan kecurangan.
Togar mengatakan AAJI saat ini menghimbau asuransi jiwa yang memasarkan produk tersebut untuk melakukan dua hal. Pertama, jelasnya, nilai manfaat dari produk tersebut sebaiknya diturunkan.

“Jadi, jangan lagi di atas satu juta, tetapi sekitar Rp 500.000 atau Rp 200.000 per hari. Meski, memang produknya jadi tidak menarik,” ungkapnya.

Kedua, sambung dia, AAJI berharap para pelaku asuransi untuk sementara tidak memasarkan produk tersebut hingga kondisi lebih terkendali. Dia mengatakan asosiasi meyakini kedua imbauan itu bakal mampu mengantisipasi dan meredam aksi penipuan yang tengah marak tersebut.

Di sisi lain, dia menilai problem ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa dalam proses klaim asuransi, perusahaan tidak melulu salah. “Ini contoh pelanggan juga bisa nakal,” ungkapnya.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna juga mengakui masih adanya indikasi aksi penipuan dalam pemanfaatan layanan jasa asuransi kesehatan. Menurutnya, aksi penipuan dalam klaim asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan paling mudah dilakukan.

“Sebetulnya sudah ada beberapa perusahaan asuransi anggota yang melaporkan adanya fraud. Ini harus menjadi perhatian,” ungkapnya kepada Bisnis.


Dadang menilai dampak aksi penipuan ini kian membesar bagi industri asuransi. Oleh karena itu, Dadang mengatakan aksi fraud ini akan menjadi salah satu tema yang akan dibahas dalam ajang 23rd Indonesia Rendevous yang diselenggarakan AAUI pada awal Oktober nanti.

Dia berharap pembahasan tema itu dapat memberikan gambaran dan solusi kepada pelaku, regulator dan pasar asuransi internasional terkait praktik penyimpangan tersebut. “Makanya, fraud ini menjadi salah satu topik. Kita mesti bersama memerangi fraud,” tegas Dadang.

Pelaku asuransi telah mengidentifikasi sejumlah oknum atau pihak yang diduga kuat melakukan aksi penipuan atau fraud dalam klaim produk asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan.

Direktur PT Asuransi Sinar Mas (ASM) Dumasi M.M. Samosir mengakui praktik penipuan dalam klaim asuransi kesehatan itu memang masih terjadi hingga saat ini. Umumnya, jelas dia, oknum tersebut membeli produk asuransi individual.

“Biasanya dilakukan oleh pembeli polis direct dan online,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (19/9/2017).

Dumasi mengatakan ASM telah memasarkan produk asuransi kesehatan dengan skema tersebut sejak 1990. Pihaknya kala itu mulai menjual produk melalui kartu kredit Bank Internasional Indonesia.

Sejumlah polis dari produk asuransi yang dipasarkan saat itu pun masih bertahan hingga saat ini. Hingga saat ini, jelasnya, ASM telah memiliki 10 jenis produk asuransi kesehatan hospital cash plan.

“Kalau pemegang kartu kredit sejauh ini jarang sekali yang melakukan tindakan penipuan sejenis,” ungkapnya.

Dumasi menjelaskan ASM telah memiliki prosedur standar operasional dalam menangani indikasi fraud dalam klaim asuransi. Langkah itu memungkinkan pihaknya untuk lebih awal menindak dan mengantisipasi upaya penipuan.

Sejauh ini, jelasnya, aksi penipuan klaim asuransi kesehatan seperti ini marak dilakukan oleh pelaku asal Surabaya, Jawa Timur. Teranyar, Dumasi mengatakan jaringan itu meluas hingga ke Medan, Sumatera Utara.

“Jadi, kami memang buat kriteria khusus dalam menganalisa klaim-klaim dari Surabaya. Yang terakhir ini mereka buat jaringan ke Medan juga, tetapi orang-orangnya sebenarnya yang dari Surabaya itu,” ungkapnya.

baca juga:


agen asuransi penyakit kritis allian life indonesia di medan dan sumatera utara

Sumber: http://kalimantan.bisnis.com