Thursday, September 27, 2018

Apa Saja Sih Perbedaan Antara Asuransi Unit Link Dan Asuransi Non Unit Link? Simak Di Sini
Apa Saja Sih Perbedaan Antara Asuransi Unit Link Dan Asuransi Non Unit Link? Simak Di Sini

Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini, asuransi unit link sudah menjadi pilihan utama atau primadona untuk memproteksi keluarga.

Ibarat sebuah handphone, maka asuransi unit link adalah smartphone dengan layar sentuh dan dan spesifikasi tercanggih. Sedangkan asuransi non-unit link adalah handphone dengan layar monokrom dan spesifikasi di bawahnya.

Lalu apa saja perbedaan antara asuransi unit-link dengan asuransi non-unit link?


Kita mulai dulu mengenal apa itu asuransi non-unit link.

Asuransi non-unit link adalah asuransi yang tidak memiliki nilai investasi.

Ada 3 jenis produk asuransi non-unit link, yaitu berjangka (term-life), tradisional (whole life), dan dwi guna (endowment).

Term life dan endowment adalah asuransi jiwa berjangka waktu dengan nilai tunai. Sedangkn whole-life adalah asuransi jiwa seumur hidup dengan nilai tunai.

Jika diurutkan berdasarkan nilai premi termurah, maka urutannya adalah premi term life < premi whole life < premi endowment.

Itu sekilas pengertian dari masing-masing produk asuransi tradisional.

Di sisi lain, asuransi unit-link merupakan pengembangan dari asuransi tradisional.

Menurut pengertiannya, unit-link adalah produk asuransi jiwa yang memiliki nilai investasi. Produk asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term). Artinya, asuransinya  berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan.  Sedangkan investasinya berbentuk reksadana.

Ada dua jenis manfaat pada unit link, yaitu manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider).

Manfaat dasarnya adalah memberikan uang pertanggungan apabila tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total pada masa perlindungan.

Manfaat tambahan (rider)-nya ada bermacam-macam. Diantaranya yaitu perlindungan dari kecelakaan, penyakit kritis, rawat inap, sampai dengan pembebasan premi.

Sebenarnya asuransi tradisional juga memiliki manfaat dasar dan manfaat tambahan, sama seperti unit link. Meski demikian, saat ini kebanyakan perusahaan asuransi lebih fokus untuk mengembangkan unit link ketimbang asuransi non-unit-link. Pengembangan yang dimaksud adalah pengembangan dari sisi manfaat tambahannya.

Perbandingan antara Term Life dan Unit Link

Sesuai namanya, term life merupakan asuransi dengan jangka waktu. Ada yang jangka waktunya tahunan, 5 tahun atau 10 tahun. Term life tidak memiliki nilai tunai, hanya memiliki biaya-biaya saja. Masa perlindungannya sesuai dengan masa pembayaran. Sebagai contoh. Bayar 1 tahun, perlindungannya 1 tahun. Bayar 5 tahun, perlindungannya 5 tahun.

Sesungguhnya unit link mengadopsi prinsip asuransi term life, khususnya untuk term life yang berjangka tahunan.Dan term life berjangka tahunan (YRT) itu adalah bentuk paling dasar dari asuransi jiwa. Nasabah membayar premi untuk 1 tahun. Di tahun berikutnya, nilai premi yang harus dibayar nasabah akan naik.

Premi yang dibayarkan secara rutin terdiri dari biaya asuransi yang disebut sebagai Cost of Insurance (COI) pada asuransi konvensional dan biaya tabaru pada asuransi syariah. Biaya asuransi dikenakan untuk setiap manfaat dasar dan manfaat tambahan yang diambil. Nilai premi berkalanya tetap sedangkan biaya asuransinya naik setiap tahun sesuai dengan pertambahan usia. Di unit link, selisih antara premi dan biaya-biaya yang ada itu yang disebut nilai investasi.

Umumnya nilai premi term life lebih murah daripada unit link. Mengapa demikian ? Prremi unit link lebih mahal karena mengandung nilai tunai atau nilai investasi sedangkan term life tidak. Meski demikian, premi unit link bisa dibuat lebih murah daripada premi term life. Caranya dengan mengambil manfaat tambahan term-life pada unit link.

Perbandingan Whole life dengan Unit link

Sesuai namanya, whole life merupakan asuransi jiwa dengan jangka waktu perlindungan seumur hidup, hingga usia 99 tahun. Whole life memiliki nilai tunai yang dijamin. Beberapa produk asuransi whole life juga memberikan nilai tunai tambahan yang tidak dijamin.

Whole life bukan dasar dari unit link karena whole life tidak memiliki prinsip Yearly Renewable Term (YRT). Jika dilihat dari jangka waktu perlindungan jiwanya, unit link dan whole life sama-sama melindungi sampai usia 99 tahun. Meski demikian, ada satu perbedaannya yakni pada whole life nasabah hanya membayar premi sesuai masa perjanjian dan setelah itu nasabah tidak perlu bayar lagi namun tetap mendapat perlindungansampai usia 99 tahun.

Di unit link, nasabah membayar premi sesuai rencana di awal dan setelah itu diperbolehkan untuk cuti premi. Nasabah akan tetap mendapatkan perlindungan selama nilai investasinya cukup untuk membayar biaya asuransi dan biaya administrasinya. Jika nilai investasinya tidak cukup, maka nasabah harus membayar lagi untuk menutupi biaya asuransi +biaya administrasi agar tetap mendapat mendapat perlindungan.

Perbedaan itu yang menyebabkan premi whole life sedikit lebih mahal daripada premi unit link. Pada whole life, perusahaan asuransi harus menjamin manfaat polis tetap berlaku setelah masa pembayaran premi berakhir. Sedangkan pada unit link, perusahaan menyerahkan masa berlaku polis sesuai dengan keputusan nasabah.

Perbandingan Endowment dengan Unit Link

Endowmen atau asuransi dwiguna memiliki nilai asuransi dan nilai tunai dengan titik tekan lebih pada nilai tunai. Artinya nilai asuransi jiwanya tidak besar. Umumnya asuransi dwiguna ini dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan anak atau dana pensiun. Saat ini asuransi dwiguna sudah jarang ditawarkan seiring semakin berkembangnya asuransi unit link.

Boleh dibilang asuransi dwiguna adalah produk asuransi yang setengah-setengah dilihat dari sudut pandangan perlindungan ataupun nilai tunainya. Uang pertanggungan asuransi dwiguna lebih kecil dibandingkan dengan unit link, whole life, ataupun term life. Nilai tunainya pun masih lebih kecil bila dibandingkan dengan unit link.


Itulah beberapa perbedaan antara asuransi unit link dan asuransi non unit link.

Pada dasarnya semua jenis asuransi baik unit lin dan non unit link adalah baik, yang kurang baik adalah kalau Anda belum memiliki asuransi sebagai proteksi diri Anda dan keluarga Anda.

Miliki asuransi sekarang.

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, bisa menghubungi:



KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

sumber artikel: nugrohoahadi[dot]wordpress[dot]com

Wednesday, August 15, 2018

Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan
Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan

Bagi beberapa orang akan menolak saat ditawarkan asuransi. Salah satu alasannya adalah berita-berita atau informasi yang banyak beredar - dan belum tentu kebenarannya - mengenai sulitnya proses klaim.

Padahal, kalaulah semua syarat untuk proses klaim sudah terpenuhi secara lengkap, maka klaim pasti akan disetujui.

Berikut ini adalah salah satu bukti klaim meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar kurang lebih Rp. 500 juta yang dibayarkan oleh Allianz Life, dengan usia polis 7 bulan dan premi per bulan Rp. 350 ribu:


Bukti Bahwa Allianz Life Membayar Klaim Meninggal Dunia Sebesar Rp 500 Juta Karena Kecelakaan Di Medan

Belajar dari Kasus Allianz Agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Bagaimana seharusnya agar klaim tidak ditolak oleh perusahaan asuransi?

Sedikitnya ada lima cara agar permohonan klaim asuransi berjalan mulus.

Pertama, polis asuransi harus aktif. Cara memastikannya, yaitu membayar premi tepat waktu. Perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim Anda apabila polis tidak aktif (lapse).

Kedua, risiko yang ditanggung tertuang dalam perjanjian polis. Polis memuat terkait risiko-risiko apa saja yang bisa diklaim dan tidak, pastikan risiko yang ingin Anda klaim tertuang dalam perjanjian.

Misalnya, jika polis asuransi kesehatan yang Anda miliki mengecualikan risiko kehamilan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan tidak menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi.

Selain itu, nasabah harus memenuhi dan melengkapi dokumen klaim dan dokumen pendukung yang diperlukan oleh perusahaan asuransi dan tidak melebihi batas waktu klaim yang ditentukan.


Ketiga, jujur. Nasabah harus mengungkapkan dengan jujur seluruh informasi, seperti riwayat hidup dan penyakitnya. Nasabah yang ketahuan menyembunyikan penyakit saat mengikuti asuransi, tidak boleh kaget apabila klaimnya ditolak di kemudian hari.

Keempat, tidak sedang dalam masa tunggu. Beberapa produk asuransi memiliki kebijakan masa tunggu. Artinya, nasabah tidak dapat mengajukan klaim bila sedang dalam masa tunggu ini. Umumnya, untuk penyakit kritis.

Dan yang kelima adalah nasabah atau pemegang polis tidak terlibat tindakan pelanggaran hukum.

Asuransi rentan terjadi fraud, makanya perusahaan asuransi lebih hati-hati menilai calon tertanggung, terutama dari aspek moral hazard.


Sakit, Kecelakaan, Cacat, Meninggal dan Tua (atau SKCMT) adalah PASTI, hanya kapan terjadinya yang TIDAK PASTI.

Lindungi diri Anda dan keluarga Anda dengan membeli asuransi Allianz. Agar keluarga Anda dapat terus melanjutkan kehidupan mereka dengan aman setelah Anda sebagai kepala keluarga sudah tidak bersama mereka lagi.

Informasi lebih lengkap dapat segera menghubungi no HP/WA di bawah.



agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Tuesday, August 7, 2018

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus
Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus

Sering saya temukan di lapangan atau menerima pesan melalui WA, nasabah dari perusahaan asuransi yang mengeluhkan dan kecewa, mengapa nilai tunai di tahun sekian tidak sesuai dengan gambaran yang diinformasikan saat pertama kali agen menawarkan asuransi.

Atau saat akan menutup polis dan mengajukan pencairan dana maka nilai rupiah yang diterima tidak sebanding dengan atas apa yang telah dibayarkan perbulannya.

Contohnya seperti pesan di WA berikut ini:

Asuransi Itu Adalah Proteksi Atau Perlindungan, Nilai Tunai Adalah Bonus


Inilah apa yang disebut dengan mis-selling di asuransi.

Harus diakui ada beberapa agen yang dalam rangka mengejar target atau mengejar setoran, maka tidak memberikan informasi atau edukasi yang benar dan tepat kepada calon nasabahnya. Calon nasabah hanya diberikan 'janji-janji manis', dan tidak memberikan informasi terkait produk yang ditawarkan.

Yang penting bagaimana caranya calon nasabah setuju dan tanda tangan proposal, lalu setor uang premi. Closing!

Atau mungkin kemampuan dan kapasitas dari beberapa agen yang belum menyerap semua materi training secara baik, tapi sudah menawarkan produk ke calon nasabah. Product Knowledge-nya belum memadai.

Dalam kasus yang ada di screen capture di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik oleh agen maupun oleh calon nasabah.

Bahwa saat agen menawarkan produk asuransi maka, harus diingat pada hakikatnya asuransi itu adalah proteksi atau perlindungan. Sedangkan nilai tunai adalah bonus.

Invetasi itu bisa naik dan bisa turun. Nilai tunai yang ada di dalam proposal adalah sebagai ilutrasi, bukan suatu hal yang pasti.

Serta harus juga diinformasikan kalau membeli asuransi ada biaya-biaya yang harus dibayar setiap bulannya.

Biaya-biaya tersebut meliputi biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance), dan biaya rider (cost of rider).

Disamping itu juga ada biaya akuisi.
Harus juga diinformasikan kalau persepsi setelah 10 tahun membayar premi maka bisa stop bayar premi dan nasabah duduk manis karena investasi akan terus bertambah dan proteksi tetap jalan.

Nasabah boleh saja memutuskan untuk tidak membayar premi setelah tahun ke-10, namun patut diingatkan bahwa biaya-biaya asuransi tetap harus dibayar dan akan dipotong dari nilai tunai yang sudah ada.

Mis-selling ini haruslah diperhatikan oleh setiap agen. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang. Bukan bisnis hit and run. 

Saat nasabah merasa dirugikan karena adanya mis-selling maka yang akan rugi bukan hanya nasabah, tapi juga agen dan perusahaan asuransinya.

Demikian juga dengan nasabah, haruslah kritis dan menanyakan hal-hal yang dianggap kurang jelas untuk menghindari hal-hal yang merugikan dikemudian hari.

Mari menjadi agen asuransi yang baik dan mampu mengedukasi calon nasabahnya.

Untuk informasi mengenai asuransi atau ingin mendapatkan produk asuransi yang cocok untuk Anda dan keluarga Anda, silakan kontak no HP/WA di bawah.



KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Wednesday, August 1, 2018

Asuransi Itu Ribet? Apakah Benar? Simak Ceritanya Di Sini
Asuransi Itu Ribet? Apakah Benar? Simak Ceritanya Di Sini

Sering saya bertemu dengan orang dan saat menyebutkan kalau bisnis saya adalah di asuransi, maka beberapa orang akan merespon seperti ini: "Oh asuransi ya?, kalau asuransi nanti dulu deh. Ribet urusannya. Asuransi itu ribet".

Kemudian saya bertanya balik, apakah sudah pernah mengajukan klaim dan merasakan sendiri ribetnya, atau mungkin pernah ada teman atau saudara yang pernah mengalami ribetnya klaim?"

Tidak pernah sih,… tapi setau saya ya asuransi itu ribet.

Ohh, ok, kalau begitu saya mau bertanya nih,.. kalau ada pilihan: ribet tapi terima uang atau ribet tapi jual harta, Anda akan memilih yang mana?

Mendadak hening. Orang tersebut terdiam.


Lalu saya melanjutkan, kalau misalnya sakit datang, dan diperlukan biaya besar, dan kemudian uang kita ternyata tidak cukup, apa yang biasanya kita lakukan?

Dia terdiam, kemudian menjawab, ya minta bantuan saudara, keluarga.

Apakah meminta bantuan itu tidak ribet? Tanya saya.

Dia kembali terdiam.

Bagaimana kalau keluarga dan saudara pun tidak bisa memberikan bantuan dana yang cukup? Jalan keluar apa yang harus ditempuh?

Dia terdiam agak lama, kemudian menjawab, ya paling jual harta yang ada, atau paling minta sumbangan dari teman-teman.

Saya memberikan pertanyaan lagi, menurut Anda minta bantuan keluarga, jual harta, dan minta sumbangan itu ribet tidak?

Ya… ribet sih, habis mesti bagaimana, kan kalau sakit dan tidak cukup uang tidak banyak pilihan.

Nah, itu yang saya maksud!

Ribet jual harta, ribet minta sumbangan, ribet minta bantuan dana keluarga.

Berasuransi itu ribet, tapi lebih ribet lagi kalau tidak berasuransi.

Proses klaim asuransi itu tidak ribet dengan catatan semua dokumen yang dibutuhkan lengkap. Bahkan ada nasabah saya yang saat sakit dan klaim sendiri ke Allianz. Dan klaim disetujui.

Kalau pun ada sedikit ribet saat klaim, paling tidak setelah melewati proses tersebut ada uang yang cair yang dapat digunakan untuk kita dan keluarga.

Mari berasuransi.

Segera hubungi nomor handphone di bawah.

baca juga: Premi 300 Ribu Per Bulan Dapat UP Jiwa 300 Juta, Apakah Mungkin?

KONSULTASI GRATIS !!!



agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Friday, July 27, 2018

Premi 300 Ribu Per Bulan Dapat UP Jiwa 300 Juta, Apakah Mungkin?
Premi 300 Ribu Per Bulan Dapat UP Jiwa 300 Juta, Apakah Mungkin?

Pernahkah terpikirakan oleh Anda, bahwa dengan premi sebesar 300 ribu rupiah sebulan sudah bisa mendapatkan manfaat asuransi yang sangat berguna untuk ahli waris Anda kelak?

Apakah mungkin? Hanya 300 ribu lho per bulan?

Penawaran ini saya tujukan untuk Anda yang menjadi penanggung nafkah dalam keluarga.

Mungkin anda seorang ayah, atau ibu yang bekerja, atau seorang single mother, atau seorang kakak yang harus menghidupi adik-adiknya, atau seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia.

Sudah umum diketahui bahwa asuransi jiwa sangat penting untuk Anda miliki. Bukan untuk diri Anda, tapi demi orang-orang yang Anda sayangi. 

Dengan kata lain, hanya dengan menyisihkan uang 300 ribu tiap bulan, Anda sudah mencadangkan nafkah untuk keluarga Anda yang Anda tinggalkan kelak. 

Murah, bukan? 

Berikut ini adalah contoh ilustrasi produk SmartLink dari Allianz:

Premi 300 Ribu Per Bulan Dapat UP Jiwa 300 Juta, Apakah Mungkin?

Bapak Judi, usia 30 tahun, wiraswasta, tidak merokok membeli asuransi Flexi Account Plus di Allianz dengan premi HANYA 300 RIBU per bulan.

Maka manfaat yang akan didapatkan adalah:

1. UP Jiwa: 300 juta

Jika tertanggung meninggal dunia setelah 75 tahun dan sebelum usia 100 tahun, maka ahli waris/termaslahat akan menerima uang pertanggungan dasar 300 juta ditambah dengan nilai investasi yang sudah terbentuk.

Nilai investasi tergantung pada usia berapa tertanggung meninggal dunia. 

2. Manfaat Rider Term Life

Jika tertanggung meninggal dunia sebelum 75 tahun, maka ahli waris/termaslahat akan menerima uang pertanggungan dasar 300 juta ditambah dengan manfaat rider Term Life 100 juta dan ditambah nilai investasi yang sudah terbentuk.

3. Manfaat Rider Payor Benefit Basic

Manfaat ini adalah manfaat pembebasan pembayaran premi berkala 300 ribu per bulan jika PEMBAYAR PREMI terdiagnosa salah satu dari 49 jenis penyakit kritis. 

Misal, pembayar premi didiagnosa stroke (sesuai syarat dan ketentuan yang tercantum di dalam polis), maka premi 300 ribu akan dibayar oleh Allianz sampai dengan usia pembayar premi mencapai 65 tahun.

4. Manfaat Rider Sakit Kritis

Manfaat Rp. 100 juta akan dibayarkan bila Tertanggung pertama kali terdiagnosa menderita 1 dari 49
penyakit kritis sebelum mencapai usia 80 tahun.

5. Manfaat Investasi

Dengan asumsi tingkat investasi sedang (12%), di usia 50 tahun, akan ada nilai tunai sebesar Rp. 114,822,000.

Nilai tunai di atas hanyalah sekedar gambaran, tidak bisa dijadikan patokan. Sebab investasi bisa naik dan bisa turun.

Di asuransi dengan unit link, maka kita tetap harus ingat bahwa asuransi itu hakikatnya adalah proteksi, sedangkan nilai tunai adalah bonus.

baca juga: Term Life Allianz Adalah Manfaat Asuransi Tambahan Untuk Menambah Uang Pertanggungan Dasar Jika Kurang Untuk Proteksi Keluarga Anda

baca juga: Angka Harapan Hidup Indonesia Berada Pada Posisi Ke-6 Diantara Penduduk Negara-negara Asean
If a child, a spouse, a life partner, or a parent depends on you and your income, you need life insurance - Suze Orman
Dengan memiliki proteksi penghasilan atau asuransi maka Anda akan mendapatkan manfaat:

  • Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia.
  • Melindungi keluarga dari beban utang
  • Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak
  • Sebagai final expenses (biaya kematian)

Segera hubungi nomor handphone atau WA di bawah.


KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Tuesday, February 6, 2018

Proteksi Diri Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis, Inilah 4 Jenis Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia
Proteksi Diri Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis, Inilah 4 Jenis Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia

ANCAMAN penyakit kanker kian lama mengancam penduduk Indonesia. Kalau Anda tidak mengubah gaya hidup, pasti mudah terancam dengan penyakit ganas itu.

Dalam Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018, masyarakat diminta agar selalu rutin melakukan deteksi dini terhadap ancaman kanker. Masyarakat harus paham dengan caranya, supaya penyakit ini tidak ditemukan dalam kondisi stadium akhir.

Karena pria dan wanita yang sembrono menjalani pola hidup tidak sehat akan terancam dengan penyakit ini. Tentu Anda harus meningkatkan kewaspadaan demi menurunkan risiko terjadinya kanker.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh, MPPM mengatakan, 1,4 per 1000 orang terdeteksi penyakit kanker dalam stadium lanjut. Setiap hari bahkan ada saja orang yang terdiagnosa kanker tanpa menunjukkan gejala khas.

"Prevalensi kanker tambah lama meningkat jumlahnya. Beban pembiayaan JKN juga besar setelah penyakit jantung," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan empat jenis kanker terganas yang banyak diderita masyarakat di Indonesia. Tentunya harus ada langkah pencegahan supaya jumlah pasiennya tidak bertambah.

baca juga: Apakah Harus Menunggu Terkena Penyakit Kritis Dulu Dan Bangkrut Baru Setelah Itu Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Kira-kira jenis kanker apa saja yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.

1. Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia: Kanker paru

Ancaman kanker paru paling sering diderita oleh para perokok berat. Diperkirakan 25,8 per 100.000 penduduk menderita penyakit ini. Bahkan, dilaporkan angka kematian 23,2 per 100.000 penduduk.

Kanker paru pada dasarnya sulit dideteksi dini. Karena hampir semua pasien mengalami gejala yang samar. Antara lain, batuk darah, sering mengalami dada sesak, berat badan menurun drastis, napas tidak nyaman, dan masih banyak ciri-ciri lain yang wajib diwaspadai.

2. Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia: Kanker Kolorektal

Kanker yang menyerang usus besar ini juga banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Dengan prevalensi 15,9 per 100.000 penduduk. Angka kematiannya kisaran 10,8 per 100.000. Penyakit ini jarang disadari oleh masyarakat, padahal jumlah penderitanya cukup banyak di Tanah Air.

Demi kewaspadaan, Anda harus tahu gejala kanker kolorektal yang menyerang sistem pencernaan. Seperti perut sering mulas, ada darah samar di tinja, sering mual dan muntah, sering sembelit dan gejala lainnya. Disarankan Anda melakukan deteksi dini dengan kronoskopi yang akurat hasilnya.


3. Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia: Kanker Payudara

Beberapa tahun belakangan, banyak penderita kanker payudara yang terdeteksi. Bahkan, perempuan yang usianya masih mudah juga mudah mengalami penyakit ini. Itu sebabnya karena faktor gaya hidup hingga genetik yang tak bisa dilawan. Penyakit ini prevalensi sekira 40,3 per 100.000 penduduk.

Tentunya harus ada kewaspadaan yang lebih karena jumlah pasiennya kian lama meningkat. Ancaman kanker payudara biasa diawali dengan benjolan di sekitar dada. Karenanya, Anda harus periksa payudara sendiri (Sadari) rutin setiap bulannya.

4. Kanker Ganas Yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia: Kanker Serviks

Banyak pasien perempuan menderita kanker serviks yang tak tertolong nyawanya. Paling disorot belakangan ini yakni kematian artis Julia Perez. Penyakit ini terjadi karena serangan virus HPV, wanita diharapkan berhati-hati, apalagi saat berhubungan seks.

baca juga: Kanker Adalah Salah Satu Jenis Penyakit Kritis Yang Dapat Menjadi Beban Finansial. Bagaimana Solusinya?

Jangan ganti pasangan dan menghindari kebiasaan buruk lainnya. Adapun prevalensinya terjadi sekira 17,3 per 100.000 penduduk. Tapi saat ini dengan mudahnya kanker serviks dicegah dengan suntik vaksin HPV sebanyak tiga kali untuk perempuan dewasa dan dua kali suntik untuk anak-anak.

------------------- INFORMASI DI BAWAH INI PENTING!!!

Agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi sakit kritis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana caranya?  Miliki asuransi sakit kritis di Allianz.

Kenapa di Allianz?  Karena Allianz memiliki fitur:
  • Manfaat Tambahan CI+ (Penyakit Kritis) yang menanggung 49 jenis penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sampai dengan usia 70 tahun.
  • Manfaat Tambahan CI 100 (Penyakit Kritis) yang merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.
Apa saja kelebihan dari manfaat tambahan asuransi penyakit kritis Allianz di atas? Sila hubungi nomor HP di bawah untuk mendapatkan keterangan lebih detail.

Penyakit kritis dapat dikatakan sebagai musibah yang tidak terduga. Tidak ada yang dapat memprediksi kapan penyakit tersebut akan menimpa seseorang. Terlebih lagi jika penyakit tersebut dialami oleh si kepala keluarga yaitu sumber nafkah keluarga.

Penyakit kritis bisa saja memupus semua impian sekaligus menguras tabungan yang sudah dikumpulkan dalam waktu lama.

Segera hubungi nomor handphone di bawah.


KONSULTASI GRATIS !!!

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan dan indonesia

Monday, January 29, 2018

Bukti Pembayaran Klaim Asuransi Dana Santunan Kesehatan Flexicare Family Allianz
Bukti Pembayaran Klaim Asuransi Dana Santunan Kesehatan Flexicare Family Allianz

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh calon nasabah/orang yang hendak membeli asuransi adalah apakah pada saat klaim akan mengalami kesulitan atau bahkan ditolak?

Pertanyaan ini wajar saja mungkin karena ada beberapa informasi yang beredar dimana beberapa klaim asuransi terutama klaim asuransi kesehatan yang mengalami hambatan dan atau ada yang ditolak.

Salah satu produk asuransi kesehatan dari Allianz adalah Flexicare Family Allianz. Produk ini merupakan Rider (Manfaat Tambahan) dari produk asuransi Unit Link Allianz yang bernama SmartLink Flexi Account Plus atau biasa di sebut TAPRO ALLIANZ.

Flexicare Family Allianz adalah produk Hospital Cash Plan (HCP) yaitu asuransi kesehatan yang memberikan Santunan Uang Tunai Harian untuk rawat inap di Rumah Sakit dengan sistem Reimburse (nasabah bayar dulu, baru ajukan klaim kemudian).

Berikut ini adalah cerita mengenai salah satu nasabah saya yang bertempat tinggal di Batam.

Nasabah saya yang berdomisili di Batam, tidak diduga mengalami kecelakaan saat sedang bertugas di Mojokerto. Akibatnya dia harus rawat inap selama 5 hari di salah satu rumah sakit di Mojokerto.

Nasabah ini mengajukan klaim sebesar Rp. 15 juta pada tanggal 5 Januari 2018 dan setelah dicek dan dilakukan investigasi oleh Allianz maka pada tanggal 25 Januari 2018, klaimnya disetujui. Allianz membayar semua klaim nasabah sebesar Rp. 15 juta.

bukti pembayaran asuransi kesehatan klaim flexicare family allianz

Sekedar info mengenai nasabah saya ini adalah:

Pria, usia saat membeli asuransi 27 tahun, tidak merokok, premi per bulan Rp. 500 ribu.

Manfaat yang diambil:

1. Uang Pertanggungan Dasar/Jiwa: Rp. 100 juta
2. Manfaat Pembebasan Pembayaran Premi sampai dengan usia 65 tahun jika terkena/terdiagnosa salah satu dari 49 jenis penyakit kritis.
3. Manfaat Dana Santunan Kesehatan sebesar 15 unit (seperti yang diklaim di atas).
4. Manfaat Nilai Tunai

Selama semua dokumen yang dibutuhkan untuk proses klaim sudah dipenuhi dan setelah dilakukan investigasi oleh perusahaan asuransi dokumen dan klaim tersebut benar adanya, maka pastilah klaim akan disetujui.

Salah satu kelebihan asuransi dana santunan kesehatan Flexicare Family adalah bisa double klaim. Artinya dapat digunakan sebagai tambahan santunan jika telah memiliki fasilitas askes dari kantor atau BPJS ,atau produk sejenis dari asuransi lain.


Cara dan Persyaratan Klaim Flexicare Family Allianz :

1 . Secara online dari Smartphone , melalui aplikasi  eAZy Claim Allianz ,

Aplikasi ini sangat praktis dan sangat memudahkan Anda , karena cukup kirim dokumen-dokumen persyaratan klaimnya melalui Smartphone kapan pun di mana pun.

2 . Secara reguler

Anda kirim semua dokumen ke kantor Allianz Jakarta melalui paket.

Dokumen yang harus di siapkan :

- Polis Asli yang masih aktif
- Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung
- Fotocopy Identitas diri Tertanggung yang masih berlaku
- Formulir Klaim Asuransi Kesehatan Perorangan – Flexicare Family
- Formulir Resume Medis
- Formulir Pemberitahuan No. Rekening dan Fotocopy Buku Rekening
- Salinan hasil pemeriksaan penunjang diagnostik dan salinan resep yang berkaitan dengan perawatan.
- Surat rujukan dari dokter untuk perawatan dan pengobatan ke dokter spesialis ,pemeriksaan penunjang diagnostik dan fisioterapi
- Kwitansi asli perawatan rumah sakit beserta perinciannya
- Dokumen lain bila diperlukan

Sakit, Kecelakaan, Cacat, Meninggal dan Tua (atau SKCMT) adalah PASTI, hanya kapan terjadinya yang TIDAK PASTI.

Lindungi diri Anda dan keluarga Anda dengan membeli asuransi kesehatan Allianz.

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai dana santunan kesehatan Flexicare Family Allianz di atas, sila kontak saya.


Agen Asuransi Dana Santunan Kesehatan Flexicare Family Allianz Di Indonesia


Thursday, January 25, 2018

Proyeksi AAUI Bahwa Asuransi Harta Benda Akan Tumbuh Dua Digit Pada 2018
Proyeksi AAUI Bahwa Asuransi Harta Benda Akan Tumbuh Dua Digit Pada 2018

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia memproyeksi lini usaha asuransi harta benda dapat tumbuh dua digit pada 2018, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri asuransi umum tahun ini sebesar 9%-10%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Achmad Sudiyar Dalimunthe memproyeksi lini usaha asuransi harta benda dapat tumbuh sedikitnya 10% pada tahun ini yang didorong faktor pertumbuhan properti komersial seperti mall, pabrik, sejalan dengan meningkatnya optimisme pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, adanya rencana pertumbuhan properti residensial seperti hunian yang dibiayai KPR dan KPA dari perbankan maupun lembaga pembiayaan.


Sampai dengan akhir 2017, kata dia, premi lini usaha asuransi harta benda diproyeksi tumbuh 9%. Laporan kinerja kuartal III 2017 AAUI menunjukkan, perolehan premi lini usaha asuransi harta benda sebesar Rp13,03 triliun, naik 4% dibandingkan dengan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,54 triliun.

Sementara itu, klaim lini usaha asuransi harta benda kuartal III 2017 menurun 7,9% dibandingkan dengan preiode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pangsa pasar lini usaha ini sebesar 29,5% atau terbesar dari keseluruhan industri asuransi umum. Sementara, kontribusi terbesar kedua berasal dari lini usaha kendaraan bermotor sebesar 28,2%.

“Klaim sifatnya masih fluktuatif. Tapi untuk rumah tinggal cenderung lebih baik karena manajemen resiko makin baik,” katanya.

baca juga:
agen asuransi properti, mobil, perjalanan dan asuransi umum allianz di indonesia dan medan

Friday, January 5, 2018

Yang Mana Yang Anda Pilih: Meninggalkan Cicilan Atau Meninggalkan Warisan?
Yang Mana Yang Anda Pilih: Meninggalkan Cicilan Atau Meninggalkan Warisan?

Meninggalkan cicilan atau meninggalkan warisan - Kita sebutlah namanya Bapak A, seorang kepala keluarga yang sangat mencintai keluarganya. Ketika masih sehat dan masih produktif, maka banyak sekali impian yang ingin diwujudkannya bersama keluarga tercinta.

Bapak A menyisihkan dananya untuk tabungan pendidikan anak, menyiapkan dana liburan, berinvestasi untuk masa tua, dan lain-lain. Untuk investasi, Bapak A melakukan investasi di berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan investasinya.

Di samping itu, untuk menyesuaikan kebutuhan hidupnya maka Bapak A membeli rumah yang lebih besar agar dapat menampung anggota keluarga yang bertambah. Dikarenakan belum mampu membeli rumah secara tunai, maka Bapak A membeli dengan mencicil.

Untuk mempercantik interior rumah, maka istri Bapak A membeli pernak pernik rumah dan elektronik juga dengan cara mencicil. Untuk kemudahan transportasi maka Bapak A membeli mobil untuk dia dan istri juga dengan cara mencicil.

Untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya di atas, maka Bapak A bekerja secara luar bisa, namun sering terlena sehingga melupakan untuk tetap berpola hidup sehat. Sering sekali Bapak A melewatkan waktu makan siangnya karena terlalu serius bekerja.

Seringkali saat makan siang, Bapak A hanya mengisi perutnya dengan makanan seadanya bahkan cuman mengonsumsi minuman ringan bersoda yang mudah didapat. Juga lebih sering mengonsumsi makanan dari restoran cepat saji serta makanan yang berpengawet. Hal mana dapat meningkatkan potensi risiko terkena sakit kritis saat usia muda.

baca juga: Kanker Adalah Salah Satu Jenis Penyakit Kritis Yang Dapat Menjadi Beban Finansial. Bagaimana Solusinya?

Didorong rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar terhadap keluarga namun melupakan pola hidup sehat, maka Bapak A jatuh sakit. Dan bukan sakit biasa, namun Bapak A mengalami sakit kritis.

Selama menjalani pengobatan terhadap sakit kritisnya, sang istri mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor yang ternyata ADA LIMITnya.  Ternyata hanya cukup untuk mengganti biaya pengobatan selama di rumah sakit saja.

Selama perawatan di rumah, sang istri mengandalkan investasi yang dimiliki.  Bapak A mengalami sakit kritis menyebabkan penghasilan berhenti.  Namun kebutuhan biaya hidup sehari-hari tidak berhenti.  Untuk tetap dapat hidup layak, sedikit demi sedikit, aset yang dimiliki terpaksa harus dijual.  Saat dana yang dimiliki sudah tidak mencukupi, sang istri hanya bisa pasrah karena sudah tidak ada biaya.

Perjalanan sakit kritis Bapak Bijak hanya bertahan beberapa tahun saja.  Sampai akhirnya Bapak A harus pergi meninggalkan keluarga tercinta untuk selamanya.

Meninggalkan sejuta mimpi indah yang masih dalam rencana dan hanya berupa angan-angan untuk diwujudkan, serta meninggalkan sejumlah besar cicilan hutang yang harus diselesaikan oleh keluarganya.


Cerita di atas bisa saja hanya fiktif, namun bisa saja terjadi di kehidupan nyata dan dapat menimpa kita semua.

Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bagaimana Anda sebagai kepala keluarga harus mampu mengatur rencana keuangan keluarga dengan menyiapkan dana untuk hal baik, dan juga dibarengi dengan strategi menyiapkan dana untuk hal terburuk dalam hidup.

baca juga: Inilah Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis. Salah Satunya...

Jika apa yang terjadi pada Bapak A, terjadi pada diri Anda sebagai kepala keluarga, apa yang hendak Anda tinggalkan untuk keluarga Anda? Akankah Anda meninggalkan cicilan atau ingin meninggalkan warisan?

Anda harus segera menyiapkan proteksi terhadap penghasilan Anda, selagi Anda masih sehat.

Kondisi sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total dan tua, adalah kondisi “tidak menyenangkan” yang membutuhkan dana besar, dan Anda masih ada bersama keluarga tercinta.

Asuransi adalah proteksi terhadap penghasilan Anda, jika terjadi resiko hidup seperti:  Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Tetap Totap, Meninggal, dan Tua.  Yaitu strategi rencana keuangan dimana finansial Anda tidak terganggu jika resiko itu terjadi.

Silahkan Anda berinvestasi menyiapkan penghidupan yang layak bagi Anda dan keluarga saat Anda masih bersama keluarga tercinta.

Namun jangan lupa barengi investasi Anda dengan BERASURANSI.  Karena asuransi adalah menyiapkan penghidupan yang layak bagi keluarga tercinta WALAUPUN Anda sudah tidak bersama mereka lagi.

baca juga: Beberapa Bukti Pembayaran Klaim Allianz Untuk Sakit Kritis Dan Meninggal Dunia

Dengan memiliki proteksi penghasilan atau asuransi maka Anda akan mendapatkan manfaat:
  • Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia.
  • Melindungi keluarga dari beban utang
  • Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak
  • Sebagai final expenses (biaya kematian)
Bagaimana dengan Anda, mana yang Anda siapkan untuk diberikan kepada keluarga tercinta kelak:

Meninggalkan cicilan (rumah, kendaraan, dan lain-lain) atau meninggalkan warisan?



agen asuransi allianz indonesia di medan dan sumatera utara



Tuesday, November 28, 2017

Apakah Salah Jika Anda Berinvestasi Di Asuransi? Simak Ulasannya Di Sini
Apakah Salah Jika Anda Berinvestasi Di Asuransi? Simak Ulasannya Di Sini

Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah.

Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya).

baca juga: Manfaat Dan Kelebihan Asuransi Kesehatan Murni Tanpa Investasi Dari Allianz, SmartHealth – Maxi Violet Allianz

Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya.

Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

2. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu.

Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari.

Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

3. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

4. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap.

Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

5. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain.

Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

6. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.


Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadan


Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana.

Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link.

Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk?

baca juga: Asuransi Penyakit Kritis Allianz Dengan Uang Pertanggungan 1 Miliar Untuk Mencegah Pasien Dan Keluarganya Dari Kebangkrutan

Ingin mendapatkan contoh proposal asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda, hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.


agen asuransi jiwa dan unit link tapro allianz di medan dan indonesia

sumber artikel: proteksikita[dot]com