Monday, September 18, 2017

Apa Alasannya Sehingga Suami Atau Pencari Nafkah Memerlukan Asuransi Jiwa? Simak Kisah Berikut Ini
Apa Alasannya Sehingga Suami Atau Pencari Nafkah Memerlukan Asuransi Jiwa? Simak Kisah Berikut Ini

Mengapa suami perlu asuransi jiwa? Kisah di bawah ini dapat dijadikan referensi atau pertimbangan bagi Anda atau kita semua bahwa asuransi itu penting dan harus kita miliki.

Sekitar awal tahun 2012 ini, saya menempati rumah baru di sebuah cluster perumahan yang lumayan asri dan nyaman.

Nah, pada waktu itu kebetulan tetangga saya ada sepasang suami istri dan 3 buah hatinya juga baru akan menempati rumah barunya, namun beberapa minggu kemudian ternyata rumah baru itu tidak ditinggali melainkan langsung di renovasi oleh suami tercinta,

Ketika saya bertemu sang Bapak,  Bapak ini menceritakan bahwa rumah ini dia belikan untuk sang istri yang sangat dicintainya rumah kedua setelah rumah pertama dan semua atas nama Istri katanya makanya dia langsung renovasi besar-besaran sekaligus untuk ditinggali di masa tua mereka.

Si Bapak berusia kira-kira hampir 45 tahun dan si Ibu juga tidak selisih jauh, kira-kira berjalan satu bulan renovasi rumahnya 2 lantai selesai dan saya bertemu Bapak ini kembali sambil ngobrol dan bertanya-tanya habis berapa pak untuk renovasi ini? Seratus lima puluh jutaan Dik, jawab si Bapak.

Kemudian setelah ngobrol tentang banyak hal dan termasuk saya tanyakan kepada Bapak ini apakah sudah memiliki polis asuransi jiwa pak? Kalau Bapak belum memiliki, sebaiknya minimal harus punya pak. Di akhir pembicaraan bapak ini minta ijin pulang karena mengeluh gusinya sakit bengkak dan agak sedikit membuatnya demam.

Satu minggu kemudian saya mendengar Bapak tetangga saya masuk rumah sakit dan di rawat disana, sampai beberapa bulan dan dipindahkan ke Rumah sakit lain tetapi sakit di leher dan gusi yang bengkak itu tidak kunjung sembuh juga.

baca juga:


Sampai akhirnya barulah di ketahui penyakit Bapak ini, ternyata Bapak ini sudah di vonis oleh dokter menderita kanker stadium 4 di bagian lehernya dan akhirnya di putuskan untuk di pindahkan ke RS kanker Dharmais, selang satu minggu berjalan sang Bapak sudah TIADA di panggil sang KUASA.

Singkat cerita setelah semua pemakaman selesai dilakukan 1 bulan kemudian saya mampir ke tempat si Ibu yang kelihatan masih sedih sekali ditinggal suami tercinta yang begitu. Tiba-tiba, Ibu ini bercerita panjang lebar mengenai beban hidupnya sekarang.

Selain sedih di tinggal sang Bapak, dia juga mau tidak mau, harus menanggung beban sendiri semua kebutuhan anak-anaknya. Yang dia keluhkan lagi adalah dana cash sudah sebagian besar digunakan untuk renovasi rumah, sementara cicilan rumah masih terus berjalan karena rumah ini di bank atas nama si ibu bukan Bapak.

Si Ibu ini tampak sekali kebingungan harus berbuat bagaimana, sampai akhir pembicaraan si Ibu minta tolong unuk membantu menjualkan rumah barunya tersebut klau ada yang tertarik.

alasan mengapa anda harus memiliki asuransi jiwa - agen asuransi jiwa


Dari kisah ini saya pribadi mengambil hikmah penting, bahwa perencanaan keuangan memang sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan ini.

Dan asuransi jiwa adalah juga salah satu alat untuk melindungi asset-asset kita. Kalau kita tarik kembali cerita ini seandainya waktu itu sang Bapak ketika ditawarkan mengambil asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang memadai kira-kira si Ibu Bakal kebingungan seperti sekarang tidak?

Itulah fungsi dari asuransi jiwa, asuransi seperti tidak berguna ketika tidak terjadi apa-apa tapi seperti Payung Emas bagi si IBU kalo kita simak kejadian di atas.

Selamat memilih asuransi jiwa untuk suami tercinta,  katakan pada suami tercinta ini untuk anak-anak kita kelak suamiku...

Segera miliki asuransi jiwa untuk melindungi keluarga Anda. Sila hubungi no HP/WA di bawah untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

KONSULTASI GRATIS

agen asuransi jiwa allianz life indonesia di medan dan sumatera utara

Friday, September 15, 2017

Asuransi Allianz Life Indonesia Meluncurkan Sistem Underwriting Otomatis Yaitu Expert Underwriting System
Asuransi Allianz Life Indonesia Meluncurkan Sistem Underwriting Otomatis Yaitu Expert Underwriting System

PT Asuransi Allianz Life Indonesia meluncurkan sistem underwriting otomatis bernama Expert Underwriting System (EUS) sebagai sebuah terobosan untuk mengoptimalkan pengalaman berasuransi yang baik kepada calon nasabah. Acara peluncuran yang diadakan di Raffles Hotel Jakarta tersebut dihadiri oleh Handojo G. Kusuma selaku Deputy CEO Allianz Life Indonesia dan dr. Lanny Novianty selaku Head of Individual Policy Management and Claim Allianz Life Indonesia.

Sedikit melihat ke belakang, sebelum kehadiran EUS, proses penilaian profil risiko terhadap calon nasabah asuransi jiwa atau dikenal dengan sebutan proses underwriting dilakukan oleh tenaga manusia yang disebut dengan underwriter.

Seluruh informasi dan keterangan yang diberikan oleh nasabah mengenai riwayat kesehatannya yang tercantum di dalam Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) akan dianalisa oleh para underwriter menggunakan kaidah-kaidah umum dan berstandar internasional untuk kemudian ditentukan keputusannya apakah calon nasabah diterima atau ditolak untuk diasuransikan.

Dengan kehadiran EUS, maka peran underwriter manusia digantikan oleh sistem yang telah diprogram untuk memproses underwriting dan tetap sesuai dengan kaidah-kaidah umum di dalam asuransi jiwa. Peran dan kompetensi underwriter manusia akan ditingkatkan untuk memproses data-data calon nasabah yang lebih kompleks dan membutuhkan analisa tertentu yang tidak terdapat di dalam sistem.

“Allianz Life senantiasa menempatkan nasabah sebagai titik sentral dari berbagai inisiatif dan inovasi. Kami memahami bahwa proses paling awal dari pembelian produk asuransi akan menjadi tolak ukur dari kepuasan dan pengalaman nasabah nantinya. Oleh karenanya, kami mengarahkan transformasi digital di Allianz untuk mengotomatisasi proses pengajuan asuransi jiwa dari calon nasabah, sehingga proses berjalan efektif dan efisien bagi nasabah dan juga agen asuransi yang memasarkannya,” ujar Deputy CEO Allianz Life Indonesia Handojo G. Kusuma di Jakarta, Senin (4/9/2017).


Lebih lanjut dirinya mengatakan EUS dioperasikan melalui aplikasi pemasaran khusus untuk agen asuransi jiwa Allianz Life menggunakan platform sistem operasi iOS, yang telah lebih dulu diluncurkan pada tahun 2014.

EUS memainkan peranan pada tahap calon nasabah mengisi SPAJ dalam bentuk urutan pertanyaan riwayat kesehatan yang bersifat refleksif, atau urutan pertanyaan yang dipicu dari jawaban atas pertanyaan sebelumnya.

Hal ini tentunya meningkatkan transparansi di antara calon nasabah dan agen asuransi, karena kedua belah pihak dapat mengikuti dan mengetahui seluruh pertanyaan yang diajukan. Selama proses ini agen asuransi berperan aktif memberikan penjelasan mengenai berbagai istilah teknis asuransi sekaligus memastikan bahwa jawaban calon nasabah adalah jujur dan sesuai keadaan sebenarnya.

Expert Underwriting System (EUS) hadir melengkapi berbagai layanan nasabah dan perlengkapan Tenaga Pemasaran berbasis digital yang telah lebih dulu diluncurkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir oleh Allianz Indonesia, baik untuk asuransi jiwa dan kesehatan serta asuransi kerugian.

Hampir seluruh titik sentuh (touch points) layanan kepada nasabah telah mengalami transformasi digital. Mulai dari pembuatan ilustrasi asuransi jiwa, pengajuan permohonan asuransi jiwa, pembayaran premi awal dan lanjutan, portal berbasis akun pribadi untuk segala informasi terkait kepemilikan polis, serta pengajuan klaim penggantian biaya (reimbursement) pengobatan bagi nasabah asuransi kesehatan.

Allianz Life juga terus mengajak nasabahnya yang belum menggunakan layanan laporan pernyataan transaksi elektronik (e-statement) untuk segera bermigrasi menggunakannya.

Selain karena terjamin keamanannya dengan menggunakan kata sandi (password), laporan pernyataan dapat diterima dengan lebih cepat dan langsung di genggaman penerimanya, karena mayoritas nasabah telah menggunakan smartphone yang mendukung fungsi penerimaan surat elektronik.

Untuk bermigrasi ke layanan e-statement, di mana nasabah akan mendapatkan laporan transaksi polis asuransinya melalui email, selain itu untuk keperluan pengarsipan pribadi, dokumen elektronik akan lebih mudah disimpan dan dicari kembali ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

baca juga:

agen asuransi allianz life indonesia di kota medan dan sumatera utara

sumber: wartaekonomi[dot]co[dot]id

Thursday, September 7, 2017

Apa Peran Dan Fungsi Underwritting Di Asuransi Yang Patut Anda Ketahui
Apa Peran Dan Fungsi Underwritting Di Asuransi Yang Patut Anda Ketahui

Dalam dunia asuransi, seringkali muncul istilah Underwriting. Istilah ini bukan untuk asuransi jiwa saja, tetapi berlaku juga untuk keseluruhan industri asuransi. Ada beberapa jenis underwriting yang dilakukan dalam asuransi, antara lain Medical Underwriting& Financial Underwriting.

Memang tak semua orang familiar dengan istilah ini. Namun, sederhananya underwriting adalah proses identifikasi dan seleksi resiko. Saat mengajukan asuransi, calon tertanggung akan terlebih dahulu melalui proses underwriting sebelum akhirnya mereka dibebankan premi dengan jumlah tertentu.

Underwriting, yang bisa disebut juga dengan risk selection, adalah suatu fungsi manajemen risiko asuransi yang bertugas atas seleksi dan klasifikasi risiko yang dimiliki oleh calon tertanggung perorangan maupun kumpulan.

Definisi lainnya, underwritting menurut pengertian asuransi jiwa adalah proses penaksiran mortalitas atau morbiditas calon tertanggung untuk menetapkan apakah akan menerima atau menolak calon peserta dan menetapkan klasifikasi peserta.

Mortalitas adalah jumlah kejadian meninggal relatif di antara sekelompok orang tertentu, sedang morbiditas adalah jumlah kejadian relative sakit atau penyakit di antara sekelompok orang tertentu.

Dengan kata lain, underwriting berfungsi untuk menilai tingkat risiko yang dimiliki seorang calon nasabah, baik perorangan maupun kumpulan, serta memberi keputusan yang berhubungan dengan pertanggungan atas risiko tersebut.

Sedangkan orang yang mengevaluasi berbagai risiko serta menentukan diterima tidaknya surat permohonan asuransi disebut dengan Underwriter.

Tujuan underwriting adalah menyeleksi dan mengklasifikasikan calon tertanggung sesuai tingkat risikonya masing-masing untuk menjadi bagian dari portofolio perusahaan dan menentukan kondisi khusus seperti ekstra premi karena kesehatan atau pengecualian sesuai dengan tingkat risiko yang akan menjadi bagian dari portofolio.

Seorang tertanggung yang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi, harus membayar premi pertanggungan yang lebih tinggi pula.

Selama proses underwriting, hal yang pertama kali dilakukan adalah identifikasi resiko terhadap calon tertanggung oleh underwriter.

Adapun faktor-faktor yang bisa ditinjau oleh underwriter dalam proses identifikasi resiko adalah:
  1. Faktor kesehatan
  2. Pekerjaan
  3. Gaya hidup 
  4. Hobi
  5. Dan juga lokasi tempat tinggal
Setelah identifikasi risiko selesai dilakukan, barulah underwriter bisa mengelompokan calon tertanggung ke dalam kategori risiko yang sesuai.

Ada empat kategori risiko dalam asuransi, yaitu:
  1. Declined risk
  2. Substandard risk
  3. Standard risk
  4. Preferred risk
Semakin tinggi resiko (substandard risk), semakin besar pula premi yang dibebankan kepada calon tertanggung. Bahkan untuk resiko yang paling tinggi (declined risk), perusahan Asuransi tidak dapat menerima resiko tersebut.

Sementara, calon tertanggung dengan resiko terendah (preferred risk) akan mendapat premi yang relatif lebih murah, namun pada prakteknya biasanya premi disamakan dengan yang standard risk.

Meski underwriting seringkali dianggap menyulitkan calon tertanggung, namun tindakan ini dilakukan demi tercapainya banyak tujuan. Salah satunya adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan resiko yang dimiliki. Sehingga, tercipta keadilan dalam pembebanan premi.

Keputusan underwriting yang efektif memungkinkan perusahaan asuransi untuk menerbitkan polis yang adil dan memberikan jaminan manfaat bagi pemegang polis, terjangkau oleh si pembeli dan tidak merugikan perusahaan asuransi.

baca juga:


*dari berbagai sumber


agen asuransi allianz di medan dan sumatera utara

Tuesday, September 5, 2017

Premi Allianz 125 Ribu Per Bulan, Keluarga Dapat Manfaat 160 JUTA!
Premi Allianz 125 Ribu Per Bulan, Keluarga Dapat Manfaat 160 JUTA!

Apakah Anda sedang mencari asuransi dengan mempertimbangkan premi murah tapi dapat mendapatkan manfaat yang maksimal untuk keluarga Anda? Bagaimana kalau ada yang menawarkan premi sebesar HANYA 125 ribu per bulan dapat memberikan perlindungan/proteksi untuk keluarga sebesar 160 JUTA?

Apakah Anda percaya? Apakah mungkin?

Sangat mungkin.

Dengan premi Allianz 125 Ribu per bulan (atau 1,5 juta per tahun), maka keluarga Anda sudah mendapatkan proteksi atau manfaat sebesar 160 Juta!.

Berikut ini adalah contoh ilustrasi premi Allianz untuk pertimbangan Anda:

Nasabah pria, umur 30 tahun, tidak merokok.
Premi 1.5 juta per tahun.

Manfaat yang akan diterima adalah:

1. UP Jiwa: 160 juta

Jika tertanggung meninggal dunia sebelum usia 100 tahun, maka ahli waris/termaslahat akan menerima uang pertanggungan dasar 160 juta ditambah dengan nilai investasi yang sudah terbentuk.
Nilai investasi tergantung pada usia berapa tertanggung meninggal dunia.

2. Manfaat Asuransi Tambahan Payor Benefit Basic

Manfaat ini merupakan manfaat PEMBEBASAN pembayaran premi berkala 1,5 juta per tahun jika pembayar premi terdiagnosa salah satu dari 49 jenis penyakit kritis.

Misal, pembayar premi didiagnosa stroke (sesuai syarat dan ketentuan yang tercantum di dalam polis), maka premi 1,5 juta per tahun akan dibayar oleh Allianz sampai dengan usia pembayar premi mencapai 65 tahun.

3. Manfaat Investasi

Dengan asumsi tingkat investasi sedang (13%), di usia 50 tahun, akan ada nilai tunai sebesar Rp. 52,129,000.

Nilai tunai di atas hanyalah sekedar gambaran, tidak bisa dijadikan patokan. Sebab investasi bisa naik dan bisa turun.

Contoh ilustrasi premi Allianz:

contoh ilustrasi smarlinklink flexi account plus allianz premi 125 ribu per bulan


Tabel Premi Allianz 125 Ribu Per bulan Dan Usia Masuk

tabel premi allianz 125 ribu per bulan dan usia masuk serta jenis kelamin


Lalu bagaimana dengan manfaat yang lain, misalnya manfaat kesehatan?

Umumnya sekarang ini orang sudah mengambil manfaat kesehatan dari BPJS (Kartu Indonesia Sehat).

Tapi apabila menurut Anda manfaat BPJS masih dirasa kurang, Anda bisa menambahkan manfaat kesehatan yang lain yang sesuai dengan keinginan Anda. Namun tentunya premi akan bertambah.

Ketika sang kepala keluarga atau pencari nafkah meninggal dunia begitu saja, tanpa ada persiapan apapun yang ditinggalkan bagi istri dan anak-anaknya, dapat dipastikan keluarganya akan mengalami kesusahan karena tidak mampu menyesuaikan dan menyiapkan diri karena hilangnya penghasilan keluarga secara drastis dan tiba-tiba.

Untuk itu sedini mungkin segera persiapkan yang terbaik untuk keluarga Anda.

Berminat dengan produk premi Allianz 125 Ribu per bulan ini dan ingin mendapatkan contoh ilustrasi secara GRATIS?

Segera hubungi no HP/WA di bawah.

baca juga:

Konsultasi GRATIS!


agen asuransi Allianz premi murah dan manfaat maksimal


Friday, August 25, 2017

Inilah 3 Alasan Sederhana Dan Masuk Akal Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Jiwa
Inilah 3 Alasan Sederhana Dan Masuk Akal Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Jiwa

Mengapa sampai saat ini Anda belum memiliki asuransi jiwa? Apa yang menjadi alasan Anda? Sedangkan banyak orang yang sudah memiliki 1 atau bahkan lebih polis asuransi. Entah itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dana warisan, dana pendidikan, dan lain-lain.

Ada 3 alasan sederhana dan masuk akal sehingga Anda harus memiliki asuransi jiwa, diantaranya adalah:
  1. Anda tidak mau merepotkan orang lain
  2. Anda tidak rela kerja keras Anda akan sia-sia
  3. Anda tidak ingin keluarga Anda terlantar
Orang-orang yang tidak punya atau yang belum memiliki asuransi sangat mungkin mengalami tiga hal di atas.

Tidak percaya? Jangan minta bukti, apalagi membuktikan sendiri. Cukup dinalar pakai akal saja.

1. Merepotkan Orang

Misalnya, ada teman atau saudara Anda yang sakit dan harus opname di rumah sakit dan dia akan meminjam uang kepada Anda.

Apakah Anda akan langsung memberi pinjaman atau Anda akan berpikir cukup panjang dulu? Coba Anda jawab dengan jujur.

Kalaupun Anda akhirnya akan memberikan pinjaman uang, berapa banyak yang Anda bisa berikan? Kalau ternyata bantuan dari Anda tidak cukup, tidakkah teman atau saudara Anda tersebut akan meminta bantuan ke orang lain lagi?

Lalu, bagaimana jika situasi tersebut terjadi kepada Anda dan terpaksa harus meminjam uang kepada orang lain untuk biaya pengobatan Anda?

Di sinilah Anda membutuhkan asuransi kesehatan untuk rawat inap. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda bukan saja sudah berupaya untuk tidak merepotkan orang lain di saat Anda sakit, tapi juga membantu banyak orang yang ikut asuransi ini untuk sama-sama tidak merepotkan teman atau keluarganya di kala sakit.


2. Kerja Keras Sia-sia

Jika orang itu sakitnya sangat berat dan membutuhkan biaya sangat besar, contoh kena kanker atau stroke, dia mungkin tidak akan merepotkan Anda lagi karena percuma saja. Tapi tidakkah aset-aset yang dia miliki, seperti perhiasan, kendaraan, dan rumah, bisa habis dijual atau digadaikan?

Apakah mudah mengumpulkan aset? Tidak mudah, butuh kerja keras dan juga butuh waktu.

Apakah mudah menghabiskan aset? Sangat mudah dan bisa terjadi dalam sekejap.

Di sini Anda membutuhkan asuransi penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, Anda bukan saja melindungi aset-aset yang Anda miliki, tapi juga melindungi aset-aset orang-orang lain yang ikut asuransi seperti kita.

3. Keluarga terlantar

Kalau orang itu tidak bisa bekerja lagi karena sakitnya tidak sembuh, atau bahkan meninggal dunia, dan dia selama ini adalah pencari nafkah dalam keluarga, selanjutnya siapa yang memberikan nafkah bagi keluarganya?

Apa yang akan terjadi pada keluarga yang ditinggal? Pasti istri dan anak-anaknya akan mengalami masa-masa sulit.

Di sini kita butuh asuransi jiwa. Dengan ikut asuransi jiwa, kita bukan saja melindungi anak-anak kita, tapi juga anak-anak orang-orang lain yang menjadi peserta asuransi jiwa seperti kita.

Jadi, apakah Anda:

Termasuk orang yang suka merepotkan orang lain?
Rela kerja keras Anda sia-sia?
Mau keluarga Anda terlantar?

Jika tidak, segera ambillah asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa sekarang juga.

baca juga:
Untuk mendapatkan contoh ilustrasi asuransi, Anda bisa menghubungi saya.

<<< KONSULTASI GRATIS >>>

agen asuransi jiwa, penyakit kritis, dana warisan, dana pendidikan, kesehatan Allianz di Medan

Tuesday, August 15, 2017

Klaim Asuransi Julia Perez Dibayar Oleh Allianz, Ibunda Julia Perez Terima Uang Pertanggungan 733 Juta
Klaim Asuransi Julia Perez Dibayar Oleh Allianz, Ibunda Julia Perez Terima Uang Pertanggungan 733 Juta

Mendiang Julia Perez tampaknya tak ingin menyusahkan orang tua dan keluarganya. Semasa hidupnya, wanita disapa Jupe itu ternyata telah menyiapkan warisan untuk orangtuanya. Baru-baru ini diketahui bahwa ibunda Jupe, Sri Wulansih sudah menerima klaim asuransi sebesar Rp 733.345.215 dari Allianz Life.

Seperti diungkap akun gosip @lambe_lamis di Instagram. “Salah satu perusahaan asuransi telah memberikan klaim asuransi almarhumah Mamita Julia Perez kepada ibundanya Sri Wulansih sebesar 733 juta rupiah. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan ya,” tulis akun @lambe_lamis sebagai keterangan foto.

Foto unggahan itu pun menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang takjub dengan apa yang dilakukan Jupe meski dia sudah meninggal dunia.

“Jupe ini baik banget. Kelihatan kalau niat banget ngidupin keluarganya sampai akhir hayat,” kata @anndmonkey. “Ya Allah Mamita, walaupun sudah enggak ada masih bisa ngasih rezeki buat keluarganya,” sambung @rahayu_munaib.

“Mungkin itu salah satu alasan Jupe bersikeras cerai dari Gaston. Gak kebayang kalau warisannya jatuh ke Gaston, syukur pihak keluarga yang menerima (pasti amanah) semoga bermanfaat,” tulis @kiki_kevan0418.

“Aamiin semoga bermanfaat, tapi uang banyak gitu enggak ada artinya kehilangan anak untuk selamanya hiks,” tulis akun @dherizkkaa. “Alhamdulillah, semoga berkah,” sambung @vita_secondprlvd.


Namun ada juga yang mempertanyakan jumlah klaim asuransi yang dinilai sedikit untuk Jupe. “Di Allianz dikit amat ya. Aku aja di A**a finansial kalau meninggal dapat 1 M lebih,” celetuk @yoanna9172. “Punya laki juga pakai ini buat mertua. Tapi katanya klaim 1 m-an. Apa potong pajak dll yak jadi ratusan juta akhirnya? Mbuhlah,” sahut @kylie.lux.

“Besar kecilnya pertanggungan setahuku tergantung premi. Makanya jangan sepelin soal asuransi. Buat keluarga, perlindungan tentang kesehatan yang utama. Jaga-jaga untuk hal-hal yang tidak diinginkan itu perlu,” jelas akun @solinay.

Apakah anda menyadari bahwa penyakit kritis seperti dialami Jupe bisa terjadi pada siapa saja?

Jika ya, segera lengkapi polis anda dengan asuransi penyakit kritis dari Allianz.

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang memberikan uang tunai sejumlah yang dijanjikan ketika seseorang mengalami salah satu penyakit kritis.

baca juga:

Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan contoh ilustrasi, silakan menghubungi saya.

<<< KONSULTASI GRATIS >>>

agen asuransi jiwa allianz di medan dan sekitarnya

Friday, August 4, 2017

Inilah Alasan Mengapa Asuransi Cocok Untuk Antisipasi Kebutuhan Dari Kejadian Yang Waktunya Tidak Bisa Diduga
Inilah Alasan Mengapa Asuransi Cocok Untuk Antisipasi Kebutuhan Dari Kejadian Yang Waktunya Tidak Bisa Diduga

Siapa sih diantara kita yang tidak butuh uang. Semua orang pasti membutuhkan uang. Alasannya bisa bermacam-macam. Misalnya untuk makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, operasional rumah tangga, sekolah anak, sedekah, hobi, dan lain-lain, semua itu butuh uang. Betul?

Apakah Anda mengetahui kalau di masa yang akan datang pun Anda membutuhkan uang?

Secara garis besar, kebutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui

Contohnya: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.

2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui

Contohnya: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan akan uang di atas berbeda cara untuk memenuhinya.

Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya bisa dilakukan dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Misal, Anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, maka dalam jangka waktu satu tahun uang Anda sudah menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Namun lain halnya dengan asuransi.

Kalau Anda mengajukan polis asuransi jiwa senilai 1 MILIAR dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia.

Kalau - maaf - Anda meninggal keesokan harinya, maka uang 1 miliar berhak diterima oleh ahli waris Anda.

Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah alasannya mengapa asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui.

Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Segera miliki asuransi untuk perlindungan Anda dan keluarga Anda di masa mendatang.

baca juga:

Konsultasi GRATIS untuk kebutuhan jenis produk asuransi yang cocok untuk kebutuhan Anda dan keluarga Anda, bisa menghubungi saya.

agen asuransi penyakit kritis allianz di kota medan dan sekitarnya

Saturday, July 8, 2017

Salah Paham Menabung Biasa Atau Menabung Di Asuransi
Salah Paham Menabung Biasa Atau Menabung Di Asuransi

Apakah Anda sebagai nasabah asuransi pernah mengalami masalah saat hendak menarik uang yang sudah Anda setorkan ternyata jumlah yang dapat ditarik tidak sama dengan jumlah uang yang telah disetorkan bahkan jauh di bawah itu?

Apakah Anda merasa tertipu? Apakah ini berarti penipuan? Dan kemudian merasa kapok untuk meneruskan asuransi Anda?

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kesalahpahaman. Saat ditawarkan produk asuransi, terkadang nasabah dijanjikan bahwa: sama saja menabung di bank dan menabung di asuransi, hanya saja di asuransi Anda dapat tambahan perlindungan jiwa/kesehatan, sedangkan menabung di bank tidak dapat manfaat tambahan selain menyimpan uang (bunganya pun kecil sekali).

Benarkah demikian?

Arti menabung di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menyimpan uang.

Yang namanya menyimpan, tentu kapanpun ingin mengambil simpanan, jumlahnya sama dengan total jumlah uang yang disimpan. Jika menabung di bank, uang simpanan kita akan terpotong dengan biaya administrasi yang berbeda-beda setiap bank.

Ada juga bunganya, namun jumlahnya tidak signifikan. Jika menyimpan dalam bentuk deposito, ada pajak yang akan memotong uang kita, namun pokok dana kita akan ditambahkan dengan bunga deposito.

Hal ini berbeda dengan asuransi, apalagi asuransi yang mengklaim memiliki beberapa solusi dalam satu produk.

Ingat, asuransi adalah perlindungan dari segala kejadian yang tidak pasti, yang akan berakibat ke kondisi keuangan Anda. Jadi asuransi adalah sebagai perlindungan

Apabila terjadi risiko, maka asuransi akan memberikan ganti rugi, sesuai dengan yang tertera di perjanjian yaitu di buku polis. Risiko apa? Risiko yang dimaksud misalnya sakit hingga dirawat inap, kecelakaan, bahkan meninggal. Seluruh syarat dan ketentuan dapat dibaca di buku polis.

Prinsip dasar asuransi adalah itikad baik.

Nasabah membeli perlindungan untuk berjaga-jaga, namun sama sekali tidak mengharapkan risiko terjadi.

Contohnya begini, meskipun jika Anda dirawat di rumah sakit biayanya sudah di-cover seluruhnya oleh asuransi (baik dari kantor ataupun Anda beli sendiri), apakah Anda menginginkan sakit hingga harus dirawat inap? Tentu saja tidak, sama sekali tidak. Lebih baik sehat-sehat selalu. Namun dengan memiliki asuransi, Anda mendapatkan ketenangan hati. Apabila kemungkinan terburuk Anda harus dirawat inap, Anda tidak perlu risau memikirkan biayanya.

Maka dari itu frasa 'menabung di asuransi' merupakan sebuah kesalahpahaman dan juga salah paham apabila Anda berpikir ikut asuransi pasti untung, atau sudah tahun ke sekian, apakah asuransi saya sudah untung?

Prinsip mencari keuntungan bisa diterapkan ketika Anda berinvestasi di produk-produk investasi. Tentu saja, setiap investasi mengandung risiko yang datang 'sepaket' dengan imbal hasil atau return-nya. Jika Anda mencari keuntungan di produk yang menyediakan perlindungan, tentu saja tidak cocok antara tujuan keuangan dan produknya.


Saat ini banyak produk asuransi yang juga merangkap sebagai produk investasi. Ketika produknya adalah asuransi dan investasi, lalu bagaimana bisa Anda mengharapkan skemanya seperti tabungan.

Di sini sebagai nasabah Anda harus kritis kepada orang yang menjual. Mintalah penjelasan yang rinci bagaimana uang Anda nantinya akan dipakai untuk membiayai asuransi (karena perusahaan asuransi tentu butuh premi) dan bagaimana akan dikelola untuk investasi dan penjelasan apa yang dimaksud tabungan di skema tersebut.

Sudah jelas apabila Anda masuk ke produk investasi, pasti akan ada risikonya, sangat berbeda dengan tabungan yang sifatnya adalah simpanan di mana hampir tidak ada risiko.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda tanyakan apabila Anda menerima tawaran produk asuransi dan mendengar kata-kata tabungan, asuransi dan investasi dalam satu produk:

  • Apakah fitur-fitur yang dimiliki tabungan juga ada di asuransi yang ditawarkan? 
  • Apakah jika sewaktu-waktu dana ingin ditarik, sesuaikah dengan jumlah yang disetor? 
  • Biaya-biaya apa saja yang akan memotong uang Anda? 
  • Apa yang terjadi jika saya ingin menarik dana saya sebelum waktunya bebas premi? Bagaimana uang saya akan dikelola dalam unit investasinya dan berapa premi asuransi yang saya bayar? 
  • Risiko terpahit apa yang mungkin dan pernah terjadi, dan bagaimana perusahaan mengatasinya? 
Selalu cocokkan produk keuangan dengan tujuan Anda.

Butuh perlindungan, beli asuransi.

BACA JUGA:


Ingin keuntungan/ingin uang berkembang dalam jangka waktu menengah-panjang, berinvestasilah. Ingin menyimpan uang dengan aman, gunakan tabungan/deposito.

Selain itu, bandingkan satu produk dengan produk lainnya. Uang Anda adalah kuasa Anda, hak Anda, hasil kerja keras Anda. Anda punya hak untuk menentukan, membandingkan dan memilih produk keuangan yang terbaik.

Anda membutuhkan proteksi atau perlindungan asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dana warisan dan lain-lain? Sila hubungi no HP/WA di bawah:

agen asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dana warisan, pendidikan Allianz di Medan

Saturday, July 1, 2017

Allianz Life Indonesia Raih Predikat "BAGUS" Dari Majalah Infobank Edisi Juni 2017
Rating Allianz Life Indonesia Versi Majalah Infobank Juni 2017

Kabar baik dan menggembirakan.

Majalah Infobank edisi Juni 2017 membuat 50 peringkat perusahaan asuransi jiwa di Indonesia berdasarkan laporan keuangan teraudit 2016.

Allianz Life Indonesia memperoleh predikat “BAGUS” untuk kategori Perusahaan Asuransi Jiwa dengan Aset 1 Trilliun ke atas dari majalah Infobank edisi Juni 2017.

Predikat ini diperoleh  berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim Litbang majalah Infobank terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan.

Allianz Life Indonesia Raih Predikat "BAGUS" Dari Majalah Infobank Edisi Juni 2017

Apakah Anda ingin mendapatkan contoh ilustrasi program Dana Warisan 1 MILIAR dari Allianz dengan cicilan HANYA 350 ribu per bulan secara GRATIS?

Sila kontak nomor HP/WA saya di bawah:

agen asuransi jiwa allianz indonesia di medan dan sumatera utara

Monday, May 29, 2017

Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Masih Banyak Orang Yang Menolak Membeli Asuransi
Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Orang Masih Banyak Yang Menolak Membeli Asuransi

Apakah Anda sudah memiliki asuransi? Atau sedang merencanakan membeli asuransi entah itu asuransi kesehatan, dana pensiun, dana warisan atau pun produk asuransi lainnya? Harus diakui bahwa masih banyak dari orang Indonesia yang belum memiliki asuransi atau ragu untuk membeli asuransi dengan berbagai macam alasan. Apa sajakah alasan yang umum mengapa masih banyak yang menolak membeli asuransi?

Asuransi merupakan produk keuangan yang memberi banyak manfaat. Dengan memiliki asuransi, beban keuangan menjadi ringan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski sudah sadar kalau asuransi itu penting, banyak orang masih ragu atau enggan memiliki asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat, pada tahun 2016 saja tingkat utilisasi asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81%. Padahal, potensi pasar asuransi di Indonesia sebesar 88,19%. Ini berarti, tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat produk asuransi masih sangat minim.

Yang mengenaskan, alasan orang menolak asuransi saat ini tidak jauh berbeda dengan orang zaman dulu. Padahal industri keuangan semakin inklusif dan informasi mengenai asuransi bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Apa saja alasan uum sehingga masih banyak orang menolak memiliki asuransi?

1. Duit tidak kembali

Anda memang baru akan merasakan manfaat asuransi ketika mengajukan klaim dan klaim dikabulkan. Oleh karenanya banyak orang merasa sia-sia membayar ketika dalam setahun tidak ada klaim. Uang yang dibayarkan jadi terbuang percuma?

Tapi benarkah demikian?

Nyatanya ada asuransi jiwa unit link di mana Anda bisa mendapatkan uang kembali. Asuransi unit link menawarkan manfaat proteksi sekaligus investasi.

Cara kerjanya, premi yang kamu bayarkan masuk ke instrumen investasi yang Anda pilih, yang kemudian menghasilkan nilai polis. Akan tetapi, premi juga dipotong untuk membayar sejumlah biaya, terutama biaya akuisisi di tahun awal.

Setelah dipotong, sisanya adalah nilai polis atau nilai tunai. Inilah yang bisa Anda cairkan di kemudian hari. Unit Link juga kerap menawarkan berbagai asuransi tambahan (rider) seperti asuransi kesehatan atau kecelakaan.

2. Membeli sesuatu yang tidak ada wujudnya

Dalam transaksi jual beli biasa, Anda bisa melihat atau menyentuh wujud barang yang Anda beli.

Namun dalam asuransi, banyak orang merasa sia-sia menggelontorkan uang untuk membayar premi karena tidak jelas apa yang dibeli. Sama seperti transaski jasa, sebenarnya asuransi menawarkan manfaat, rasa aman dan rasa tenang.

3. Buang-buang duit

Biaya premi asuransi kesehatan swasta memang terbilang mahal jika dibandingkan BPJS Kesehatan. Begitu juga dengan asuransi kecelakaan, asuransi properti, atau asuransi kendaraan. Biayanya yang mahal membuat banyak tidak memasukkan asuransi sebagai prioritas karena dianggap hanya buang-buang uang.

Tapi jika dibandingkan besarnya biaya kesehatan jika terkena penyakit berat, kerugian tak ternilai ketika mengalami cacat permanen akibat kecelakaan, kebakaran rumah, atau kehilangan kendaraan, biaya premi tentu terbilang murah.

baca juga:



4. Pasrah

Rezeki memang sudah diatur Tuhan. Tapi manusia wajib berusaha sekaligus melakukan antisipasi bencana. Ada orang yang menolak berasuransi. Sebagai gantinya dia menyiapkan tabungan sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diingankan.

Menyiapkan dana darurat, seperti yang banyak dianjurkan oleh perencana finansial memang wajib hukumnya. Namun dana darurat yang isinya 3 kali-12 kali penghasilan sejatinya diperuntukkan untuk kondisi seperti kehilangan pekerjaan sementara atau sakit ringan. Sakit berat, kebakaran, kehilangan kendaraan menyebabkan kerugian besar belum tentu bisa ditutupi dana darurat.

Memang hal ini kembali pada prinsip masing-masing orang. Kalau Anda termasuk tipe “pasrah”, sudahkah Anda menyiapkan dana darurat sebagai antisipasi? Kalau jawabannya tidak, maka sebaiknya Anda ikut berasuransi.

5. Khawatir tidak bisa lancar membayar premi

Pada pruduk asuransi non tradisional seperti unitlink, telah banyak yang memberikan solusi kemudahan bagi para peserta asuransi agar tetap menerima manfaat sampai dengan akhir masa pertanggungan.

Salah satu diantaranya dengan adanya fitur Cuti Premi.


Cuti premi adalah fitur dimana peserta asuransi yang masih berkewajiban untum membayar premi selama masa setor (para kontributor) untuk terbebas dari kebawajiban tersebut dikarenakan sesuatu yang diluar kontrol mereka seperti kehilangan pekerjaan atau mendapatkan musibah, walaupun perusahaan asuransi tidak menjadikan faktor penyebab kesulitan pembayaran sebagai suatu persyaratan untuk dapat memanfaatkan fitur Cuti Premi.

Solusi lainnya yang kebanyakan tidak dianjurkan oleh tenaga pemasaran atau agen asuransi adalah melakukan penurunan nilai premi dengan pertimbangan atas menurun atau melambatnya pembentukan nilai tunai yang dapat merugikan pihak konsumen. Namun hal ini bisa menjadi alternatif, jika peserta asuransi mengharapkan agar tetap dapat menikmati manfaat asuransi yang ada.

6. Takut jadi korban penipuan

Ada pepatah, asuransi merupakan bisnis penolakan. Ini karena banyak orang langsung takut dan menghindar ketika ditelepon atau dihampiri agen asuransi. Setelah akhirnya membeli, banyak yang merasa ditipu karena asuransi tidak memberikan penggantian seperti yang mereka harapkan.

Siapa yang salah? Bisa jadi agen dan pemegang polis sama-sama salah.  Mungkin agen tidak menjelaskan secara mendalam apa yang menjadi hak dan kewajiban pemegang polis.

Sebaliknya pemegang polis tidak pro aktif dan hanya mendengarkan penjelasan agen secara satu arah. Mereka pikir membayar premi berarti semua beres. Padahal pemegang polis harus benar-benar paham apa yang tercantum dalam polis asuransi.

7. Tidak Punya Uang

Kebanyakan orang mengaku tidak punya uang lebih untuk memiliki asuransi. Padahal sebenarnya mereka bisa memiliki uang cadangan seandainya mereka bisa lebih memprioritaskan kebutuhan - kebutuhan hidup mereka dan mengurangi pengeluaran impulsif yang tidak bersifat urgen.

Bahkan ada ditemukan orang menghabiskan uang untuk membeli rokok hampir 900 ribu rupiah dalam sebulan. That's a big amount if you can save it in a right way! Atau untuk teman - teman wanita saya bisa menghabiskan jutaan rupiah setiap bulannya untuk membeli pakaian. Come on girls, you will not gonna die if you didn't have new clothes only for 1 or 2 months.

Itulah beberapa alasan umum mengapa masih banyak orang yang enggan untuk memiliki asuransi.

Bagaimana dengan Anda?

Oya, di Allianz, Anda bisa memiliki asuransi dengan uang premi yang tidak terlalu memberatkan misalnya mulai dari 350 ribu per bulan dengan mendapatkan manfaat dana warisan sebesar 1 Miliar.

Tertarik?

Bisa hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS!

agen asuransi jiwa dan kesehatan allianz di kota medan dan sumatera utara