Tuesday, August 15, 2017

Klaim Asuransi Julia Perez Dibayar Oleh Allianz, Ibunda Julia Perez Terima Uang Pertanggungan 733 Juta
Klaim Asuransi Julia Perez Dibayar Oleh Allianz, Ibunda Julia Perez Terima Uang Pertanggungan 733 Juta

Mendiang Julia Perez tampaknya tak ingin menyusahkan orang tua dan keluarganya. Semasa hidupnya, wanita disapa Jupe itu ternyata telah menyiapkan warisan untuk orangtuanya. Baru-baru ini diketahui bahwa ibunda Jupe, Sri Wulansih sudah menerima klaim asuransi sebesar Rp 733.345.215 dari Allianz Life.

Seperti diungkap akun gosip @lambe_lamis di Instagram. “Salah satu perusahaan asuransi telah memberikan klaim asuransi almarhumah Mamita Julia Perez kepada ibundanya Sri Wulansih sebesar 733 juta rupiah. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan ya,” tulis akun @lambe_lamis sebagai keterangan foto.

Foto unggahan itu pun menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang takjub dengan apa yang dilakukan Jupe meski dia sudah meninggal dunia.

“Jupe ini baik banget. Kelihatan kalau niat banget ngidupin keluarganya sampai akhir hayat,” kata @anndmonkey. “Ya Allah Mamita, walaupun sudah enggak ada masih bisa ngasih rezeki buat keluarganya,” sambung @rahayu_munaib.

“Mungkin itu salah satu alasan Jupe bersikeras cerai dari Gaston. Gak kebayang kalau warisannya jatuh ke Gaston, syukur pihak keluarga yang menerima (pasti amanah) semoga bermanfaat,” tulis @kiki_kevan0418.

“Aamiin semoga bermanfaat, tapi uang banyak gitu enggak ada artinya kehilangan anak untuk selamanya hiks,” tulis akun @dherizkkaa. “Alhamdulillah, semoga berkah,” sambung @vita_secondprlvd.


Namun ada juga yang mempertanyakan jumlah klaim asuransi yang dinilai sedikit untuk Jupe. “Di Allianz dikit amat ya. Aku aja di A**a finansial kalau meninggal dapat 1 M lebih,” celetuk @yoanna9172. “Punya laki juga pakai ini buat mertua. Tapi katanya klaim 1 m-an. Apa potong pajak dll yak jadi ratusan juta akhirnya? Mbuhlah,” sahut @kylie.lux.

“Besar kecilnya pertanggungan setahuku tergantung premi. Makanya jangan sepelin soal asuransi. Buat keluarga, perlindungan tentang kesehatan yang utama. Jaga-jaga untuk hal-hal yang tidak diinginkan itu perlu,” jelas akun @solinay.

Apakah anda menyadari bahwa penyakit kritis seperti dialami Jupe bisa terjadi pada siapa saja?

Jika ya, segera lengkapi polis anda dengan asuransi penyakit kritis dari Allianz.

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang memberikan uang tunai sejumlah yang dijanjikan ketika seseorang mengalami salah satu penyakit kritis.

baca juga:

Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan contoh ilustrasi, silakan menghubungi saya.

<<< KONSULTASI GRATIS >>>

agen asuransi jiwa allianz di medan dan sekitarnya

Friday, August 4, 2017

Inilah Alasan Mengapa Asuransi Cocok Untuk Antisipasi Kebutuhan Dari Kejadian Yang Waktunya Tidak Bisa Diduga
Inilah Alasan Mengapa Asuransi Cocok Untuk Antisipasi Kebutuhan Dari Kejadian Yang Waktunya Tidak Bisa Diduga

Siapa sih diantara kita yang tidak butuh uang. Semua orang pasti membutuhkan uang. Alasannya bisa bermacam-macam. Misalnya untuk makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, operasional rumah tangga, sekolah anak, sedekah, hobi, dan lain-lain, semua itu butuh uang. Betul?

Apakah Anda mengetahui kalau di masa yang akan datang pun Anda membutuhkan uang?

Secara garis besar, kebutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui

Contohnya: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.

2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui

Contohnya: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan akan uang di atas berbeda cara untuk memenuhinya.

Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya bisa dilakukan dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Misal, Anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, maka dalam jangka waktu satu tahun uang Anda sudah menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Namun lain halnya dengan asuransi.

Kalau Anda mengajukan polis asuransi jiwa senilai 1 MILIAR dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia.

Kalau - maaf - Anda meninggal keesokan harinya, maka uang 1 miliar berhak diterima oleh ahli waris Anda.

Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah alasannya mengapa asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui.

Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Segera miliki asuransi untuk perlindungan Anda dan keluarga Anda di masa mendatang.

baca juga:

Konsultasi GRATIS untuk kebutuhan jenis produk asuransi yang cocok untuk kebutuhan Anda dan keluarga Anda, bisa menghubungi saya.

agen asuransi penyakit kritis allianz di kota medan dan sekitarnya

Saturday, July 8, 2017

Salah Paham Menabung Biasa Atau Menabung Di Asuransi
Salah Paham Menabung Biasa Atau Menabung Di Asuransi

Apakah Anda sebagai nasabah asuransi pernah mengalami masalah saat hendak menarik uang yang sudah Anda setorkan ternyata jumlah yang dapat ditarik tidak sama dengan jumlah uang yang telah disetorkan bahkan jauh di bawah itu?

Apakah Anda merasa tertipu? Apakah ini berarti penipuan? Dan kemudian merasa kapok untuk meneruskan asuransi Anda?

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kesalahpahaman. Saat ditawarkan produk asuransi, terkadang nasabah dijanjikan bahwa: sama saja menabung di bank dan menabung di asuransi, hanya saja di asuransi Anda dapat tambahan perlindungan jiwa/kesehatan, sedangkan menabung di bank tidak dapat manfaat tambahan selain menyimpan uang (bunganya pun kecil sekali).

Benarkah demikian?

Arti menabung di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menyimpan uang.

Yang namanya menyimpan, tentu kapanpun ingin mengambil simpanan, jumlahnya sama dengan total jumlah uang yang disimpan. Jika menabung di bank, uang simpanan kita akan terpotong dengan biaya administrasi yang berbeda-beda setiap bank.

Ada juga bunganya, namun jumlahnya tidak signifikan. Jika menyimpan dalam bentuk deposito, ada pajak yang akan memotong uang kita, namun pokok dana kita akan ditambahkan dengan bunga deposito.

Hal ini berbeda dengan asuransi, apalagi asuransi yang mengklaim memiliki beberapa solusi dalam satu produk.

Ingat, asuransi adalah perlindungan dari segala kejadian yang tidak pasti, yang akan berakibat ke kondisi keuangan Anda. Jadi asuransi adalah sebagai perlindungan

Apabila terjadi risiko, maka asuransi akan memberikan ganti rugi, sesuai dengan yang tertera di perjanjian yaitu di buku polis. Risiko apa? Risiko yang dimaksud misalnya sakit hingga dirawat inap, kecelakaan, bahkan meninggal. Seluruh syarat dan ketentuan dapat dibaca di buku polis.

Prinsip dasar asuransi adalah itikad baik.

Nasabah membeli perlindungan untuk berjaga-jaga, namun sama sekali tidak mengharapkan risiko terjadi.

Contohnya begini, meskipun jika Anda dirawat di rumah sakit biayanya sudah di-cover seluruhnya oleh asuransi (baik dari kantor ataupun Anda beli sendiri), apakah Anda menginginkan sakit hingga harus dirawat inap? Tentu saja tidak, sama sekali tidak. Lebih baik sehat-sehat selalu. Namun dengan memiliki asuransi, Anda mendapatkan ketenangan hati. Apabila kemungkinan terburuk Anda harus dirawat inap, Anda tidak perlu risau memikirkan biayanya.

Maka dari itu frasa 'menabung di asuransi' merupakan sebuah kesalahpahaman dan juga salah paham apabila Anda berpikir ikut asuransi pasti untung, atau sudah tahun ke sekian, apakah asuransi saya sudah untung?

Prinsip mencari keuntungan bisa diterapkan ketika Anda berinvestasi di produk-produk investasi. Tentu saja, setiap investasi mengandung risiko yang datang 'sepaket' dengan imbal hasil atau return-nya. Jika Anda mencari keuntungan di produk yang menyediakan perlindungan, tentu saja tidak cocok antara tujuan keuangan dan produknya.


Saat ini banyak produk asuransi yang juga merangkap sebagai produk investasi. Ketika produknya adalah asuransi dan investasi, lalu bagaimana bisa Anda mengharapkan skemanya seperti tabungan.

Di sini sebagai nasabah Anda harus kritis kepada orang yang menjual. Mintalah penjelasan yang rinci bagaimana uang Anda nantinya akan dipakai untuk membiayai asuransi (karena perusahaan asuransi tentu butuh premi) dan bagaimana akan dikelola untuk investasi dan penjelasan apa yang dimaksud tabungan di skema tersebut.

Sudah jelas apabila Anda masuk ke produk investasi, pasti akan ada risikonya, sangat berbeda dengan tabungan yang sifatnya adalah simpanan di mana hampir tidak ada risiko.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda tanyakan apabila Anda menerima tawaran produk asuransi dan mendengar kata-kata tabungan, asuransi dan investasi dalam satu produk:

  • Apakah fitur-fitur yang dimiliki tabungan juga ada di asuransi yang ditawarkan? 
  • Apakah jika sewaktu-waktu dana ingin ditarik, sesuaikah dengan jumlah yang disetor? 
  • Biaya-biaya apa saja yang akan memotong uang Anda? 
  • Apa yang terjadi jika saya ingin menarik dana saya sebelum waktunya bebas premi? Bagaimana uang saya akan dikelola dalam unit investasinya dan berapa premi asuransi yang saya bayar? 
  • Risiko terpahit apa yang mungkin dan pernah terjadi, dan bagaimana perusahaan mengatasinya? 
Selalu cocokkan produk keuangan dengan tujuan Anda.

Butuh perlindungan, beli asuransi.

BACA JUGA:


Ingin keuntungan/ingin uang berkembang dalam jangka waktu menengah-panjang, berinvestasilah. Ingin menyimpan uang dengan aman, gunakan tabungan/deposito.

Selain itu, bandingkan satu produk dengan produk lainnya. Uang Anda adalah kuasa Anda, hak Anda, hasil kerja keras Anda. Anda punya hak untuk menentukan, membandingkan dan memilih produk keuangan yang terbaik.

Anda membutuhkan proteksi atau perlindungan asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dana warisan dan lain-lain? Sila hubungi no HP/WA di bawah:

agen asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dana warisan, pendidikan Allianz di Medan

Saturday, July 1, 2017

Allianz Life Indonesia Raih Predikat "BAGUS" Dari Majalah Infobank Edisi Juni 2017
Rating Allianz Life Indonesia Versi Majalah Infobank Juni 2017

Kabar baik dan menggembirakan.

Majalah Infobank edisi Juni 2017 membuat 50 peringkat perusahaan asuransi jiwa di Indonesia berdasarkan laporan keuangan teraudit 2016.

Allianz Life Indonesia memperoleh predikat “BAGUS” untuk kategori Perusahaan Asuransi Jiwa dengan Aset 1 Trilliun ke atas dari majalah Infobank edisi Juni 2017.

Predikat ini diperoleh  berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim Litbang majalah Infobank terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan.

Allianz Life Indonesia Raih Predikat "BAGUS" Dari Majalah Infobank Edisi Juni 2017

Apakah Anda ingin mendapatkan contoh ilustrasi program Dana Warisan 1 MILIAR dari Allianz dengan cicilan HANYA 350 ribu per bulan secara GRATIS?

Sila kontak nomor HP/WA saya di bawah:

agen asuransi jiwa allianz indonesia di medan dan sumatera utara

Monday, May 29, 2017

Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Masih Banyak Orang Yang Menolak Membeli Asuransi
Jangan Egois! Inilah 7 Alasan Umum Mengapa Orang Masih Banyak Yang Menolak Membeli Asuransi

Apakah Anda sudah memiliki asuransi? Atau sedang merencanakan membeli asuransi entah itu asuransi kesehatan, dana pensiun, dana warisan atau pun produk asuransi lainnya? Harus diakui bahwa masih banyak dari orang Indonesia yang belum memiliki asuransi atau ragu untuk membeli asuransi dengan berbagai macam alasan. Apa sajakah alasan yang umum mengapa masih banyak yang menolak membeli asuransi?

Asuransi merupakan produk keuangan yang memberi banyak manfaat. Dengan memiliki asuransi, beban keuangan menjadi ringan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski sudah sadar kalau asuransi itu penting, banyak orang masih ragu atau enggan memiliki asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat, pada tahun 2016 saja tingkat utilisasi asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81%. Padahal, potensi pasar asuransi di Indonesia sebesar 88,19%. Ini berarti, tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat produk asuransi masih sangat minim.

Yang mengenaskan, alasan orang menolak asuransi saat ini tidak jauh berbeda dengan orang zaman dulu. Padahal industri keuangan semakin inklusif dan informasi mengenai asuransi bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Apa saja alasan uum sehingga masih banyak orang menolak memiliki asuransi?

1. Duit tidak kembali

Anda memang baru akan merasakan manfaat asuransi ketika mengajukan klaim dan klaim dikabulkan. Oleh karenanya banyak orang merasa sia-sia membayar ketika dalam setahun tidak ada klaim. Uang yang dibayarkan jadi terbuang percuma?

Tapi benarkah demikian?

Nyatanya ada asuransi jiwa unit link di mana Anda bisa mendapatkan uang kembali. Asuransi unit link menawarkan manfaat proteksi sekaligus investasi.

Cara kerjanya, premi yang kamu bayarkan masuk ke instrumen investasi yang Anda pilih, yang kemudian menghasilkan nilai polis. Akan tetapi, premi juga dipotong untuk membayar sejumlah biaya, terutama biaya akuisisi di tahun awal.

Setelah dipotong, sisanya adalah nilai polis atau nilai tunai. Inilah yang bisa Anda cairkan di kemudian hari. Unit Link juga kerap menawarkan berbagai asuransi tambahan (rider) seperti asuransi kesehatan atau kecelakaan.

2. Membeli sesuatu yang tidak ada wujudnya

Dalam transaksi jual beli biasa, Anda bisa melihat atau menyentuh wujud barang yang Anda beli.

Namun dalam asuransi, banyak orang merasa sia-sia menggelontorkan uang untuk membayar premi karena tidak jelas apa yang dibeli. Sama seperti transaski jasa, sebenarnya asuransi menawarkan manfaat, rasa aman dan rasa tenang.

3. Buang-buang duit

Biaya premi asuransi kesehatan swasta memang terbilang mahal jika dibandingkan BPJS Kesehatan. Begitu juga dengan asuransi kecelakaan, asuransi properti, atau asuransi kendaraan. Biayanya yang mahal membuat banyak tidak memasukkan asuransi sebagai prioritas karena dianggap hanya buang-buang uang.

Tapi jika dibandingkan besarnya biaya kesehatan jika terkena penyakit berat, kerugian tak ternilai ketika mengalami cacat permanen akibat kecelakaan, kebakaran rumah, atau kehilangan kendaraan, biaya premi tentu terbilang murah.

baca juga:



4. Pasrah

Rezeki memang sudah diatur Tuhan. Tapi manusia wajib berusaha sekaligus melakukan antisipasi bencana. Ada orang yang menolak berasuransi. Sebagai gantinya dia menyiapkan tabungan sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diingankan.

Menyiapkan dana darurat, seperti yang banyak dianjurkan oleh perencana finansial memang wajib hukumnya. Namun dana darurat yang isinya 3 kali-12 kali penghasilan sejatinya diperuntukkan untuk kondisi seperti kehilangan pekerjaan sementara atau sakit ringan. Sakit berat, kebakaran, kehilangan kendaraan menyebabkan kerugian besar belum tentu bisa ditutupi dana darurat.

Memang hal ini kembali pada prinsip masing-masing orang. Kalau Anda termasuk tipe “pasrah”, sudahkah Anda menyiapkan dana darurat sebagai antisipasi? Kalau jawabannya tidak, maka sebaiknya Anda ikut berasuransi.

5. Khawatir tidak bisa lancar membayar premi

Pada pruduk asuransi non tradisional seperti unitlink, telah banyak yang memberikan solusi kemudahan bagi para peserta asuransi agar tetap menerima manfaat sampai dengan akhir masa pertanggungan.

Salah satu diantaranya dengan adanya fitur Cuti Premi.


Cuti premi adalah fitur dimana peserta asuransi yang masih berkewajiban untum membayar premi selama masa setor (para kontributor) untuk terbebas dari kebawajiban tersebut dikarenakan sesuatu yang diluar kontrol mereka seperti kehilangan pekerjaan atau mendapatkan musibah, walaupun perusahaan asuransi tidak menjadikan faktor penyebab kesulitan pembayaran sebagai suatu persyaratan untuk dapat memanfaatkan fitur Cuti Premi.

Solusi lainnya yang kebanyakan tidak dianjurkan oleh tenaga pemasaran atau agen asuransi adalah melakukan penurunan nilai premi dengan pertimbangan atas menurun atau melambatnya pembentukan nilai tunai yang dapat merugikan pihak konsumen. Namun hal ini bisa menjadi alternatif, jika peserta asuransi mengharapkan agar tetap dapat menikmati manfaat asuransi yang ada.

6. Takut jadi korban penipuan

Ada pepatah, asuransi merupakan bisnis penolakan. Ini karena banyak orang langsung takut dan menghindar ketika ditelepon atau dihampiri agen asuransi. Setelah akhirnya membeli, banyak yang merasa ditipu karena asuransi tidak memberikan penggantian seperti yang mereka harapkan.

Siapa yang salah? Bisa jadi agen dan pemegang polis sama-sama salah.  Mungkin agen tidak menjelaskan secara mendalam apa yang menjadi hak dan kewajiban pemegang polis.

Sebaliknya pemegang polis tidak pro aktif dan hanya mendengarkan penjelasan agen secara satu arah. Mereka pikir membayar premi berarti semua beres. Padahal pemegang polis harus benar-benar paham apa yang tercantum dalam polis asuransi.

7. Tidak Punya Uang

Kebanyakan orang mengaku tidak punya uang lebih untuk memiliki asuransi. Padahal sebenarnya mereka bisa memiliki uang cadangan seandainya mereka bisa lebih memprioritaskan kebutuhan - kebutuhan hidup mereka dan mengurangi pengeluaran impulsif yang tidak bersifat urgen.

Bahkan ada ditemukan orang menghabiskan uang untuk membeli rokok hampir 900 ribu rupiah dalam sebulan. That's a big amount if you can save it in a right way! Atau untuk teman - teman wanita saya bisa menghabiskan jutaan rupiah setiap bulannya untuk membeli pakaian. Come on girls, you will not gonna die if you didn't have new clothes only for 1 or 2 months.

Itulah beberapa alasan umum mengapa masih banyak orang yang enggan untuk memiliki asuransi.

Bagaimana dengan Anda?

Oya, di Allianz, Anda bisa memiliki asuransi dengan uang premi yang tidak terlalu memberatkan misalnya mulai dari 350 ribu per bulan dengan mendapatkan manfaat dana warisan sebesar 1 Miliar.

Tertarik?

Bisa hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS!

agen asuransi jiwa dan kesehatan allianz di kota medan dan sumatera utara

Monday, May 22, 2017

Kaum Perempuan Disarankan Untuk Melakukan Deteksi Dini Salah Satu Penyakit Kritis Yaitu Kanker Serviks
Kaum Perempuan Disarankan Untuk Melakukan Deteksi Dini Salah Satu Penyakit Kritis Yaitu Kanker Serviks

Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat Eddy Sulistijanto Hadie mengimbau perempuan untuk melakukan deteksi dini salah satu penyakit kritis kanker serviks dengan inspeksi visual asetat (IVA) dan pap smear.

Menurut dia, perempuan masih enggan untuk melakukan deteksi dini, padahal semakin cepat teridentifikasi, semakin cepat pula penanganannya.

"Masalahnya perempuan ketika dikasih tahu mau, tetapi saat diperiksa tidak datang. Saya lihat masih rendah kesadarannya, masyarakat Indonesia ini takut tahu kalau punya penyakit padahal kalau teridentifikasi dini makin baik," tutur Eddy, di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Meskipun mengetahui bahaya kanker serviks, penyadaran pentingnya deteksi dini dinilainya masih susah.

Padahal untuk Jakarta Barat, warga dapat melakukan IVA di seluruh puskesmas kecamatan, sementara pap smear dapat dilakukan di Laboratorium Klinik Kimia Farma Kebayoran Lama, Laboratorium Klinik Prodia Kedoya, Laboratorium Klinik Bio Prima dan RS Bhakti Mulia.


"Untuk pap smear di empat klinik itu. Kalau IVA di semua puskesmas kecamatan bisa. IVA lebih cepat langsung ketemu potensi, kalau pap smear butuh waktu," kata Eddy.

Persyaratan untuk melakukan deteksi dini di antaranya telah menikah atau aktif secara seksual, belum pernah melakukan pap smear dan IVA dalam jangka waktu satu tahun terakhir, tidak sedang hamil, tidak sedang haid dan 48 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang muncul di sel-sel serviks, yakni bagian bawah uterus yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita.

The American Cancer Society memperkirakan terdapat belasan ribu penderita baru dan lebih dari lima ribu wanita akan meninggal karena kanker serviks pada tahun depan.

baca juga:


Perempuan berbagai usia yang sudah pernah melakukan hubungan seksual memiliki risiko mengalami kanker serviks.

Ingin mendapatkan proposal atau contoh ilustrasi asuransi penyakit kritis Allianz untuk perlindungan diri Anda dan keluarga Anda? Sila kontak no HP/WA di bawah.


>>> Konsultasi GRATIS <<<

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan

Friday, May 19, 2017

Inilah 10 Fakta Penting Asuransi Penyakit Kritis Yang Perlu Dipahami
Inilah 10 Fakta Penting Asuransi Penyakit Kritis Yang Perlu Dipahami

Di antara berbagai produk asuransi, asuransi penyakit kritis kiranya merupakan produk yang paling banyak disalahpahami. Sebagian orang menganggapnya tidak penting, tapi sebagian lagi justru menganggapnya merupakan produk asuransi paling penting yang harus dimiliki.

Saat ini, asuransi penyakit kritis pada umumnya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa jenis unit-link. Unit-linknya itu sendiri sudah banyak disalahmengerti, apalagi ditambah rider penyakit kritis.

Orang yang keberatan dengan asuransi penyakit kritis banyak yang berkata dengan nada sinis: “Buat apa asuransi penyakit kritis, kriterianya sangat berat, orang udah mau mati baru bisa diklaim.”

Tetapi orang yang setuju asuransi penyakit kritis berpandangan: “Justru pada kondisi seperti itulah seseorang paling amat sangat butuh bantuan.”

Jika begitu kena penyakit kritis langsung meninggal dunia, biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu banyak, dan jika punya asuransi jiwa, uang pertanggungannya bisa langsung cair. Tapi bagaimana jika sakit kritisnya berkepanjangan?

Contoh: Gagal kedua ginjal, harus cuci darah setiap minggu hingga seumur hidup dan tidak boleh kerja berat lagi. Stroke, lumpuh separuh badan, tidak bisa bekerja lagi dan butuh penghasilan untuk hidup sehari-hari. Kanker, badan melemah perlahan-lahan, butuh suplemen penguat tubuh setiap hari, biaya perawatan yang terus-menerus bikin kantong kering.

Pada kondisi yang paling buruk ini, asuransi apa yang bisa memberikan bantuan?


Di tengah segala pro-kontra tentang produk ini, berikut 10 hal yang perlu dipahami tentang penyakit kritis dan asuransi penyakit kritis.

4 Fakta tentang Penyakit Kritis


  1. Penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal butuh biaya sangat besar, bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah, atau senilai aset anda. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.
  2. Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.
  3. Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.
  4. Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

 Apakah Anda ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda?

baca juga:


Silahkan hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.

agen asuransi penyakit kritis allianz terbaik di indonesia
sumber: myallisyadotcom



Wednesday, May 17, 2017

Kisah Nyata Seorang Ibu Yang Menyisihkan 10 Ribu Per Hari Untuk Asuransi Yang Membantu Operasi Tumor Anaknya
Kisah Nyata Seorang Ibu Yang Menyisihkan 10 Ribu Per Hari Untuk Asuransi Yang Membantu Operasi Tumor Anaknya

Setiap orang pasti pernah sakit. Sakit itu PASTI, hanya kapan sakitnya itu yang tidak pasti. Yang sering menjadi masalah besar adalah pada saat sakit dan dibutuhkan dana yang cukup besar misal operasi tumor, maka tidak ada dana yang tersedia.

Asuransi kesehatan memberikan manfaat keuangan kepada orang yang mengalami sakit, namun produk ini hanya bisa dibeli atau dimiliki justru saat orang tersebut masih sehat. Kalau orang tersebut baru terpikir akan asuransi kesehatan saat sakit, maka perusahaan asuransi akan melupakan orang tersebut.

Mari kita coba simak kisah nyata berikut ini untuk mendapatkan gambaran pentingnya memiliki asuransi sejak dini:

Aku seorang Ibu yang harus membesarkan putra semata wayangku sendirian karena perjalanan hidup yang kujalani cukup berliku. Tapi itu bukan alasan aku harus menyerah pada keadaan.

Baru tahun lalu dia wisuda dan mendapatkan pekerjaan di satu group perusahaan besar. Perjuanganku selama 2 dekade akhirnya berhasil! Kupikir saatnya mulai tarik nafas dan memikirkan diriku sendiri.

Tapi hidup tidak terduga, minggu ini sudah 3 bulan terakhir aku setiap hari 24 jam menemani buah hatiku, pialaku, bintangku, yang berjanji akan menjaga aku di usia tuaku, sekarang tak berdaya. Harus melewati operasi demi operasi untuk mengangkat tumor ditubuhnya. Minggu ini sayangku melewati kemo dan radiasi ke 12 kalinya. Tubuh yang gagah dan tegap sekarang begitu lunggai.

Sebagai ibu apapun akan kulakukan untuk kesembuhannya.

Aku bersyukur untuk BPJS yang mencover SEBAGIAN dari sebesar gunung biaya yang terkuras.

Karena untuk dicover full BPJS, sayangku harus menunggu antrian kamar ke 90! Tidak mungkin itu kubiarkan, satu satunya jalan aku harus menaruhnya dikamar yang hanya dicover sebagian oleh BPJS. Artinya aku harus menanggung lebih dari separuh biayanya!

Dana ratusan juta dari asuransi yang beberapa tahun kusisihkan 10 ribu per hari ternyata sekarang ini sangat membantuku. Walaupun tetap saja seperti tetesan air di lautan luas, tapi itu telah membebaskan begitu besarnya ongkos selama dirumah sakit.

Terpikir kenapa dulu aku hanya menyisihkan begitu kecil? Bukankah semua ibu juga tidak akan berfikir buah hati yang begitu gagah bisa mengalami hal seperti ini? Siapa duga ini akan terjadi

Orang juga bilang "tidak pantas dia sakit seperti ini" tapi inilah kehidupan yang harus kami lewati.

Sekarang aku mengerti, asuransi hanyalah bagian dari perencanaan keuangan yang bijak. Faedahnya telah kami terima dimasa tersulit dalam hidup kami dan aku tidak perlu meminta belas kasihan orang lain. Aku dan buah hatiku tidak akan menyerah, bantulah kami dalam doa-doa saat membaca tulisan ini.

"My insurance policy is love letter to my darling in his difficut time". Love never fail


baca juga:



agen asuransi jiwa allianz di medan

sumber: diceritakan kembali oleh Esra Manurung dari kisah nyata sepasang Ibu & anak yang luar biasa (https://wwwdotfacebookdotcom/esra.manurung.12?fref=nf)

Monday, May 15, 2017

Sedia Payung Sebelum Hujan: Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Sekarang
Sedia Payung Sebelum Hujan: Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Sekarang

Pasti ada dari Anda yang memiliki anggapan atau asumsi bahwa membayar premi asuransi akan menambah beban keuangan. Benarkah seperti itu? Apa alasannya sehingga Anda harus memiliki asuransi sekarang?

Asuransi berasal dari insurance yang memiliki arti pertanggungan. Asuransi sebuah perjanjian antara tertanggung/ nasabah dengan penanggung/ perusahaan asuransi.

Pihak penanggung bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan datang setelah tertanggung menyepakati pembayaran uang yang disebut premi.

Premi merupakan uang yang dikeluarkan oleh tertanggung sebagai imbalan kepada penanggung. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), asuransi adalah suatu perjanjian.

Sebagai manusia biasa, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Sebab itulah Anda membutuhkan antisipasi atau perlindungan terhadap musibah atau risiko yang bisa datang sewaktu-waktu yang akan mempengaruhi kehidupan Anda dan keluarga Anda di masa depan.

Musibah atau risiko yang bisa saja terjadi, di antaranya kematian, kecelakaan, kerusakan atau kehilangan harta benda, putus sekolah dan lainnya.

Agar musibah atau risiko itu tidak Anda tanggung sendirian, maka solusinya adalah dengan memiliki asuransi.

Jenis asuransi pun beraneka ragam, ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan dan asuransi lainnya.

Berikut lima alasan mengapa kamu harus memiliki asuransi:

1. Alasan memiliki asuransi: Memberikan Jaminan Perlindungan

Asuransi memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman dari risiko yang mungkin akan datang.
Risiko yang Anda alami akan ditanggung perusahaan asuransi sesuai dengan kontrak yang sudah Anda tandatangani.

Selain itu, memiliki asuransi juga membawa ketenangan hidup dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Anda akan optimistis menjalani kehidupan lantaran segala risiko dan musibah yang mungkin saja dialami sudah kecil.

Misalnya, bila terjadi musibah fatal dalam kecelakaan atau sakit maka biaya yang dikeluarkan akan ditangung perusahan asuransi.

Keluarga tidak perlu bingung mencari biaya untuk membayar dan bisa fokus pada penyembuhan.

Begitu juga, asuransi pendidikan yang akan memberikan jaminan kepada anak beberapa tahun mendatang untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena Anda tidak akan tahu berapa biaya pendidikan beberapa tahun mendatang.

Asuransi kendaraan dan harta juga memberikan biaya pertanggungan sesuai degan aturan perusahaan asuransi jika terjadi musibah yang menimpa harta benda Anda

2. Alasan memiliki asuransi: Meningkatkan Efisiensi Sekaligus Transfer Risiko

Asuransi dapat meningkatkan efisiensi lantaran Anda tidak perlu melakukan perlindungan diri sendiri yang sangat menguras tenaga, waktu serta biaya.

Asuransi juga bisa melakukan transfer risiko yang Anda hadapi, yakni memindahkan ketidakpastian atau risiko hidup dan harta benda Anda ke perusahaan asuransi hanya dengan membayar premi yang relatif kecil nilainya.


3. Alasan memiliki asuransi: Sebagai Investasi akan Rutin Menabung

Memiliki asuransi unitlink sebagai instrumen investasi akan membuat Anda menjadi rutin menabung karena setiap bulan Anda wajib membayar asuransi dengan premi yang telah disepakati sesuai dalam kontrak antara Anda sebagai nasabah dengan perusahaan asuransi.

Investasi di asuransi lebih bijak dibanding menabung di bank.
Asuransi tidak tergerus inflasi dan Anda harus disiplin tetap membayar preminya.

4. Alasan memiliki asuransi: Untuk Menyusun Rencana Masa Depan

Kelebihan asuransi lainnya adalah untuk menyusun dan mewujudkan rencana masa depan Anda.

Misalnya, asuransi pendidikan untuk buah hati demi biaya kuliahnya kelak.

Selain itu, Anda bisa menggunakan atau mencairkan asuransi yang juga sebagai investasi di masa tua.

Misal, Anda menggunakannya sebagai dana pensiun atau untuk dibelikan rumah maupun kendaraan.

5. Alasan memiliki asuransi: Membantu Mengelola Keuangan

Alasan lain mengapa Anda harus mempunyai asuransi adalah bisa membantu Anda dalam mengelola keuangan.

Dengan membayar premi atau polis tiap bulannya hingga beberapa tahun ke depan, itu berarti Anda sudah mengatur keuangan.

baca juga:


Dengan membeli asuransi, Anda menjadi lebih cermat menggunakan penghasilan Anda sebab Abda akan mendahulukan pembayaran kewajiban Anda ini sebelum kebutuhan lainnya, yang akan memberi dampak positif di masa depan.

Ingin mendapatkan produk asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi dana warisan, asuransi pendidikan dan lain sebagainya, sila kontak no HP/WA di bawah.

Konsultasi GRATIS!!!

agen asuransi jiwa allianz terpercaya di indonesia

Friday, May 12, 2017

Inilah 12 Jenis Penyakit Khusus Yang Memiliki Masa Tunggu 1 Tahun Di Asuransi Kesehatan Allianz
Inilah 12 Jenis Penyakit Khusus Yang Memiliki Masa Tunggu 1 Tahun Di Asuransi Kesehatan Allianz

"Health is not everything, but everything is nothing without health". Untuk itulah Anda memerlukan produk asuransi kesehatan sehingga ada terlindungi dari risiko finansial yang tidak terduga. Apakah Anda sudah memiliki asuransi kesehatan? Apakah Anda mengetahui ada 12 jenis penyakit khusus yang dikecualikan pada tahun pertama?

Di dalam memilih asuransi kesehatan, maka ada beberapa kriteria yang patut Anda jadikan pertimbangan, diantaranya:

1. Memiliki sistem pembayaran cashless

Sistem pembayaran cashless adalah sistem pembayaran non tunai di mana Anda membayar tagihan rumah sakit dengan menggesek kartu asuransi dan tidak perlu membayar sejumlah uang sehingga Anda dapat segera mendapatkan perawatan.

Di Allianz, asuransi kesehatan yang meyediakan fasilitas cashless non tunai dengan memberikan kartu kepada nasabahnya adalah HSC+, Smarthealth Maxi Vi0let, Allisya Care dan Smartmed Premier.

2. Premi sesuai kebutuhan dan kemampuan

Pilihlah polis asuransi kesehatan dengan premi yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangan Anda sehingga tidak memberatkan Anda dalam membayar premi.

Tidak ada yang namanya premi murah atau mahal karena murah atau mahal itu relatif. Orang yang kaya secara finansial tentu akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu murah sekali sedangkan bagi yang penghasilannya pas pas an akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu mahal.

Semakin tinggi premi, semakin tinggi pula manfaat. Jadi mau premi mahal atau murah? Tergantung kondisi keuangan dan manfaat yang anda inginkan tentunya.


3. Manfaat perawatan dengan limit atau tidak ada limit

Memilih asuransi yang tidak membatasi biaya setiap perawatan supaya Anda sebagai pemegang polis dapat menjalankan perawatan dan pengobatan secara fleksibel.

Di Allianz, asuransi kesehatan yang membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan adalah SmartMed Premier. Jadi jika anda dirawat inap di rumah sakit, maka biaya tagihan rumah sakit yang timbul bisa di klaim sebesar 100%. Limit yang diberlakukan yaitu limit tahunan yaitu tidak melebihi Rp 6 Miliar per tahun.

Dan syarat agar tagihan bisa di klaim 100% juga hanya 1 yaitu saat dirawat inap di rumah sakit, ambillah kamar yang harga nya sesuai dengan plan kamar yang kita beli saat mendaftar asuransi kesehatan tersebut.

4. Memprioritaskan rawat inap

Anda harus memilih asuransi yang memprioritaskan rawat inap karena biaya rawat inap lebih mahal daripada biaya rawat jalan.

5. Memperhatikan masa tunggu penyakit

Pilihlah asuransi yang tidak memiliki masa tunggu lama sehingga mempercepat proses klaim penggantian biaya, karena ada beberapa penyakit tertentu yang memiliki masa tunggu penggantian klaim.

Di Allianz, hanya produk askes Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care yang tidak ada masa tunggu. Jadi setelah polis aktif tetap bisa digunakan.

Sedangkan HSC+, Flexicare Family dan Smartmed Premier memiliki masa tunggu 30 hari setelah polis aktif. Tetapi untuk kasus kecelakaan, tidak ada masa tunggu, jadi bisa langsung digunakan setelah polis aktif.

Di samping itu, perlu Anda perhatikan bahwa untuk semua produk asuransi kesehatan Allianz, ada kriteria masa tunggu selama 1 tahun untuk penyakit khusus.

Berikut ini adalah 12 jenis penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier):

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Semua 12 jenis penyakit khusus tersebut di atas, jika belum diderita sebelumnya, akan ditanggung di tahun kedua. Tapi jika salah satu dari penyakit tersebut sudah diderita sebelum masuk asuransi, maka tergolong pre-existing condition.

Ketentuannya berbeda tergantung produk askes yang diambil. Pada produk Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC, pre-existing akan dikecualikan permanen. Pada produk Smartmed Premier, pre-existing dikenakan masa tunggu 2 tahun.

baca juga:



Ingin mendapatkan produk asuransi kesehatan Allianz yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda, sila kontak no HP/WA di bawah.

Konsultasi GRATIS!

agen asuransi kesehatan allianz di medan dan sumatera utara