Monday, May 22, 2017

Kaum Perempuan Disarankan Untuk Melakukan Deteksi Dini Salah Satu Penyakit Kritis Yaitu Kanker Serviks
Kaum Perempuan Disarankan Untuk Melakukan Deteksi Dini Salah Satu Penyakit Kritis Yaitu Kanker Serviks

Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat Eddy Sulistijanto Hadie mengimbau perempuan untuk melakukan deteksi dini salah satu penyakit kritis kanker serviks dengan inspeksi visual asetat (IVA) dan pap smear.

Menurut dia, perempuan masih enggan untuk melakukan deteksi dini, padahal semakin cepat teridentifikasi, semakin cepat pula penanganannya.

"Masalahnya perempuan ketika dikasih tahu mau, tetapi saat diperiksa tidak datang. Saya lihat masih rendah kesadarannya, masyarakat Indonesia ini takut tahu kalau punya penyakit padahal kalau teridentifikasi dini makin baik," tutur Eddy, di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Meskipun mengetahui bahaya kanker serviks, penyadaran pentingnya deteksi dini dinilainya masih susah.

Padahal untuk Jakarta Barat, warga dapat melakukan IVA di seluruh puskesmas kecamatan, sementara pap smear dapat dilakukan di Laboratorium Klinik Kimia Farma Kebayoran Lama, Laboratorium Klinik Prodia Kedoya, Laboratorium Klinik Bio Prima dan RS Bhakti Mulia.


"Untuk pap smear di empat klinik itu. Kalau IVA di semua puskesmas kecamatan bisa. IVA lebih cepat langsung ketemu potensi, kalau pap smear butuh waktu," kata Eddy.

Persyaratan untuk melakukan deteksi dini di antaranya telah menikah atau aktif secara seksual, belum pernah melakukan pap smear dan IVA dalam jangka waktu satu tahun terakhir, tidak sedang hamil, tidak sedang haid dan 48 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang muncul di sel-sel serviks, yakni bagian bawah uterus yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita.

The American Cancer Society memperkirakan terdapat belasan ribu penderita baru dan lebih dari lima ribu wanita akan meninggal karena kanker serviks pada tahun depan.

baca juga:


Perempuan berbagai usia yang sudah pernah melakukan hubungan seksual memiliki risiko mengalami kanker serviks.

Ingin mendapatkan proposal atau contoh ilustrasi asuransi penyakit kritis Allianz untuk perlindungan diri Anda dan keluarga Anda? Sila kontak no HP/WA di bawah.


>>> Konsultasi GRATIS <<<

agen asuransi penyakit kritis allianz di medan

Friday, May 19, 2017

Inilah 10 Fakta Penting Asuransi Penyakit Kritis Yang Perlu Dipahami
Inilah 10 Fakta Penting Asuransi Penyakit Kritis Yang Perlu Dipahami

Di antara berbagai produk asuransi, asuransi penyakit kritis kiranya merupakan produk yang paling banyak disalahpahami. Sebagian orang menganggapnya tidak penting, tapi sebagian lagi justru menganggapnya merupakan produk asuransi paling penting yang harus dimiliki.

Saat ini, asuransi penyakit kritis pada umumnya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa jenis unit-link. Unit-linknya itu sendiri sudah banyak disalahmengerti, apalagi ditambah rider penyakit kritis.

Orang yang keberatan dengan asuransi penyakit kritis banyak yang berkata dengan nada sinis: “Buat apa asuransi penyakit kritis, kriterianya sangat berat, orang udah mau mati baru bisa diklaim.”

Tetapi orang yang setuju asuransi penyakit kritis berpandangan: “Justru pada kondisi seperti itulah seseorang paling amat sangat butuh bantuan.”

Jika begitu kena penyakit kritis langsung meninggal dunia, biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu banyak, dan jika punya asuransi jiwa, uang pertanggungannya bisa langsung cair. Tapi bagaimana jika sakit kritisnya berkepanjangan?

Contoh: Gagal kedua ginjal, harus cuci darah setiap minggu hingga seumur hidup dan tidak boleh kerja berat lagi. Stroke, lumpuh separuh badan, tidak bisa bekerja lagi dan butuh penghasilan untuk hidup sehari-hari. Kanker, badan melemah perlahan-lahan, butuh suplemen penguat tubuh setiap hari, biaya perawatan yang terus-menerus bikin kantong kering.

Pada kondisi yang paling buruk ini, asuransi apa yang bisa memberikan bantuan?


Di tengah segala pro-kontra tentang produk ini, berikut 10 hal yang perlu dipahami tentang penyakit kritis dan asuransi penyakit kritis.

4 Fakta tentang Penyakit Kritis


  1. Penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal butuh biaya sangat besar, bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah, atau senilai aset anda. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.
  2. Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.
  3. Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.
  4. Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

 Apakah Anda ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda?

baca juga:


Silahkan hubungi no HP/WA di bawah. Konsultasi GRATIS.

agen asuransi penyakit kritis allianz terbaik di indonesia
sumber: myallisyadotcom



Wednesday, May 17, 2017

Kisah Nyata Seorang Ibu Yang Menyisihkan 10 Ribu Per Hari Untuk Asuransi Yang Membantu Operasi Tumor Anaknya
Kisah Nyata Seorang Ibu Yang Menyisihkan 10 Ribu Per Hari Untuk Asuransi Yang Membantu Operasi Tumor Anaknya

Setiap orang pasti pernah sakit. Sakit itu PASTI, hanya kapan sakitnya itu yang tidak pasti. Yang sering menjadi masalah besar adalah pada saat sakit dan dibutuhkan dana yang cukup besar misal operasi tumor, maka tidak ada dana yang tersedia.

Asuransi kesehatan memberikan manfaat keuangan kepada orang yang mengalami sakit, namun produk ini hanya bisa dibeli atau dimiliki justru saat orang tersebut masih sehat. Kalau orang tersebut baru terpikir akan asuransi kesehatan saat sakit, maka perusahaan asuransi akan melupakan orang tersebut.

Mari kita coba simak kisah nyata berikut ini untuk mendapatkan gambaran pentingnya memiliki asuransi sejak dini:

Aku seorang Ibu yang harus membesarkan putra semata wayangku sendirian karena perjalanan hidup yang kujalani cukup berliku. Tapi itu bukan alasan aku harus menyerah pada keadaan.

Baru tahun lalu dia wisuda dan mendapatkan pekerjaan di satu group perusahaan besar. Perjuanganku selama 2 dekade akhirnya berhasil! Kupikir saatnya mulai tarik nafas dan memikirkan diriku sendiri.

Tapi hidup tidak terduga, minggu ini sudah 3 bulan terakhir aku setiap hari 24 jam menemani buah hatiku, pialaku, bintangku, yang berjanji akan menjaga aku di usia tuaku, sekarang tak berdaya. Harus melewati operasi demi operasi untuk mengangkat tumor ditubuhnya. Minggu ini sayangku melewati kemo dan radiasi ke 12 kalinya. Tubuh yang gagah dan tegap sekarang begitu lunggai.

Sebagai ibu apapun akan kulakukan untuk kesembuhannya.

Aku bersyukur untuk BPJS yang mencover SEBAGIAN dari sebesar gunung biaya yang terkuras.

Karena untuk dicover full BPJS, sayangku harus menunggu antrian kamar ke 90! Tidak mungkin itu kubiarkan, satu satunya jalan aku harus menaruhnya dikamar yang hanya dicover sebagian oleh BPJS. Artinya aku harus menanggung lebih dari separuh biayanya!

Dana ratusan juta dari asuransi yang beberapa tahun kusisihkan 10 ribu per hari ternyata sekarang ini sangat membantuku. Walaupun tetap saja seperti tetesan air di lautan luas, tapi itu telah membebaskan begitu besarnya ongkos selama dirumah sakit.

Terpikir kenapa dulu aku hanya menyisihkan begitu kecil? Bukankah semua ibu juga tidak akan berfikir buah hati yang begitu gagah bisa mengalami hal seperti ini? Siapa duga ini akan terjadi

Orang juga bilang "tidak pantas dia sakit seperti ini" tapi inilah kehidupan yang harus kami lewati.

Sekarang aku mengerti, asuransi hanyalah bagian dari perencanaan keuangan yang bijak. Faedahnya telah kami terima dimasa tersulit dalam hidup kami dan aku tidak perlu meminta belas kasihan orang lain. Aku dan buah hatiku tidak akan menyerah, bantulah kami dalam doa-doa saat membaca tulisan ini.

"My insurance policy is love letter to my darling in his difficut time". Love never fail


baca juga:



agen asuransi jiwa allianz di medan

sumber: diceritakan kembali oleh Esra Manurung dari kisah nyata sepasang Ibu & anak yang luar biasa (https://wwwdotfacebookdotcom/esra.manurung.12?fref=nf)

Monday, May 15, 2017

Sedia Payung Sebelum Hujan: Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Sekarang
Sedia Payung Sebelum Hujan: Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Asuransi Sekarang

Pasti ada dari Anda yang memiliki anggapan atau asumsi bahwa membayar premi asuransi akan menambah beban keuangan. Benarkah seperti itu? Apa alasannya sehingga Anda harus memiliki asuransi sekarang?

Asuransi berasal dari insurance yang memiliki arti pertanggungan. Asuransi sebuah perjanjian antara tertanggung/ nasabah dengan penanggung/ perusahaan asuransi.

Pihak penanggung bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan datang setelah tertanggung menyepakati pembayaran uang yang disebut premi.

Premi merupakan uang yang dikeluarkan oleh tertanggung sebagai imbalan kepada penanggung. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), asuransi adalah suatu perjanjian.

Sebagai manusia biasa, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Sebab itulah Anda membutuhkan antisipasi atau perlindungan terhadap musibah atau risiko yang bisa datang sewaktu-waktu yang akan mempengaruhi kehidupan Anda dan keluarga Anda di masa depan.

Musibah atau risiko yang bisa saja terjadi, di antaranya kematian, kecelakaan, kerusakan atau kehilangan harta benda, putus sekolah dan lainnya.

Agar musibah atau risiko itu tidak Anda tanggung sendirian, maka solusinya adalah dengan memiliki asuransi.

Jenis asuransi pun beraneka ragam, ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan dan asuransi lainnya.

Berikut lima alasan mengapa kamu harus memiliki asuransi:

1. Alasan memiliki asuransi: Memberikan Jaminan Perlindungan

Asuransi memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman dari risiko yang mungkin akan datang.
Risiko yang Anda alami akan ditanggung perusahaan asuransi sesuai dengan kontrak yang sudah Anda tandatangani.

Selain itu, memiliki asuransi juga membawa ketenangan hidup dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Anda akan optimistis menjalani kehidupan lantaran segala risiko dan musibah yang mungkin saja dialami sudah kecil.

Misalnya, bila terjadi musibah fatal dalam kecelakaan atau sakit maka biaya yang dikeluarkan akan ditangung perusahan asuransi.

Keluarga tidak perlu bingung mencari biaya untuk membayar dan bisa fokus pada penyembuhan.

Begitu juga, asuransi pendidikan yang akan memberikan jaminan kepada anak beberapa tahun mendatang untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena Anda tidak akan tahu berapa biaya pendidikan beberapa tahun mendatang.

Asuransi kendaraan dan harta juga memberikan biaya pertanggungan sesuai degan aturan perusahaan asuransi jika terjadi musibah yang menimpa harta benda Anda

2. Alasan memiliki asuransi: Meningkatkan Efisiensi Sekaligus Transfer Risiko

Asuransi dapat meningkatkan efisiensi lantaran Anda tidak perlu melakukan perlindungan diri sendiri yang sangat menguras tenaga, waktu serta biaya.

Asuransi juga bisa melakukan transfer risiko yang Anda hadapi, yakni memindahkan ketidakpastian atau risiko hidup dan harta benda Anda ke perusahaan asuransi hanya dengan membayar premi yang relatif kecil nilainya.


3. Alasan memiliki asuransi: Sebagai Investasi akan Rutin Menabung

Memiliki asuransi unitlink sebagai instrumen investasi akan membuat Anda menjadi rutin menabung karena setiap bulan Anda wajib membayar asuransi dengan premi yang telah disepakati sesuai dalam kontrak antara Anda sebagai nasabah dengan perusahaan asuransi.

Investasi di asuransi lebih bijak dibanding menabung di bank.
Asuransi tidak tergerus inflasi dan Anda harus disiplin tetap membayar preminya.

4. Alasan memiliki asuransi: Untuk Menyusun Rencana Masa Depan

Kelebihan asuransi lainnya adalah untuk menyusun dan mewujudkan rencana masa depan Anda.

Misalnya, asuransi pendidikan untuk buah hati demi biaya kuliahnya kelak.

Selain itu, Anda bisa menggunakan atau mencairkan asuransi yang juga sebagai investasi di masa tua.

Misal, Anda menggunakannya sebagai dana pensiun atau untuk dibelikan rumah maupun kendaraan.

5. Alasan memiliki asuransi: Membantu Mengelola Keuangan

Alasan lain mengapa Anda harus mempunyai asuransi adalah bisa membantu Anda dalam mengelola keuangan.

Dengan membayar premi atau polis tiap bulannya hingga beberapa tahun ke depan, itu berarti Anda sudah mengatur keuangan.

baca juga:


Dengan membeli asuransi, Anda menjadi lebih cermat menggunakan penghasilan Anda sebab Abda akan mendahulukan pembayaran kewajiban Anda ini sebelum kebutuhan lainnya, yang akan memberi dampak positif di masa depan.

Ingin mendapatkan produk asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi dana warisan, asuransi pendidikan dan lain sebagainya, sila kontak no HP/WA di bawah.

Konsultasi GRATIS!!!

agen asuransi jiwa allianz terpercaya di indonesia

Friday, May 12, 2017

Inilah 12 Jenis Penyakit Khusus Yang Memiliki Masa Tunggu 1 Tahun Di Asuransi Kesehatan Allianz
Inilah 12 Jenis Penyakit Khusus Yang Memiliki Masa Tunggu 1 Tahun Di Asuransi Kesehatan Allianz

"Health is not everything, but everything is nothing without health". Untuk itulah Anda memerlukan produk asuransi kesehatan sehingga ada terlindungi dari risiko finansial yang tidak terduga. Apakah Anda sudah memiliki asuransi kesehatan? Apakah Anda mengetahui ada 12 jenis penyakit khusus yang dikecualikan pada tahun pertama?

Di dalam memilih asuransi kesehatan, maka ada beberapa kriteria yang patut Anda jadikan pertimbangan, diantaranya:

1. Memiliki sistem pembayaran cashless

Sistem pembayaran cashless adalah sistem pembayaran non tunai di mana Anda membayar tagihan rumah sakit dengan menggesek kartu asuransi dan tidak perlu membayar sejumlah uang sehingga Anda dapat segera mendapatkan perawatan.

Di Allianz, asuransi kesehatan yang meyediakan fasilitas cashless non tunai dengan memberikan kartu kepada nasabahnya adalah HSC+, Smarthealth Maxi Vi0let, Allisya Care dan Smartmed Premier.

2. Premi sesuai kebutuhan dan kemampuan

Pilihlah polis asuransi kesehatan dengan premi yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangan Anda sehingga tidak memberatkan Anda dalam membayar premi.

Tidak ada yang namanya premi murah atau mahal karena murah atau mahal itu relatif. Orang yang kaya secara finansial tentu akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu murah sekali sedangkan bagi yang penghasilannya pas pas an akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu mahal.

Semakin tinggi premi, semakin tinggi pula manfaat. Jadi mau premi mahal atau murah? Tergantung kondisi keuangan dan manfaat yang anda inginkan tentunya.


3. Manfaat perawatan dengan limit atau tidak ada limit

Memilih asuransi yang tidak membatasi biaya setiap perawatan supaya Anda sebagai pemegang polis dapat menjalankan perawatan dan pengobatan secara fleksibel.

Di Allianz, asuransi kesehatan yang membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan adalah SmartMed Premier. Jadi jika anda dirawat inap di rumah sakit, maka biaya tagihan rumah sakit yang timbul bisa di klaim sebesar 100%. Limit yang diberlakukan yaitu limit tahunan yaitu tidak melebihi Rp 6 Miliar per tahun.

Dan syarat agar tagihan bisa di klaim 100% juga hanya 1 yaitu saat dirawat inap di rumah sakit, ambillah kamar yang harga nya sesuai dengan plan kamar yang kita beli saat mendaftar asuransi kesehatan tersebut.

4. Memprioritaskan rawat inap

Anda harus memilih asuransi yang memprioritaskan rawat inap karena biaya rawat inap lebih mahal daripada biaya rawat jalan.

5. Memperhatikan masa tunggu penyakit

Pilihlah asuransi yang tidak memiliki masa tunggu lama sehingga mempercepat proses klaim penggantian biaya, karena ada beberapa penyakit tertentu yang memiliki masa tunggu penggantian klaim.

Di Allianz, hanya produk askes Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care yang tidak ada masa tunggu. Jadi setelah polis aktif tetap bisa digunakan.

Sedangkan HSC+, Flexicare Family dan Smartmed Premier memiliki masa tunggu 30 hari setelah polis aktif. Tetapi untuk kasus kecelakaan, tidak ada masa tunggu, jadi bisa langsung digunakan setelah polis aktif.

Di samping itu, perlu Anda perhatikan bahwa untuk semua produk asuransi kesehatan Allianz, ada kriteria masa tunggu selama 1 tahun untuk penyakit khusus.

Berikut ini adalah 12 jenis penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier):

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Semua 12 jenis penyakit khusus tersebut di atas, jika belum diderita sebelumnya, akan ditanggung di tahun kedua. Tapi jika salah satu dari penyakit tersebut sudah diderita sebelum masuk asuransi, maka tergolong pre-existing condition.

Ketentuannya berbeda tergantung produk askes yang diambil. Pada produk Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC, pre-existing akan dikecualikan permanen. Pada produk Smartmed Premier, pre-existing dikenakan masa tunggu 2 tahun.

baca juga:



Ingin mendapatkan produk asuransi kesehatan Allianz yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga Anda, sila kontak no HP/WA di bawah.

Konsultasi GRATIS!

agen asuransi kesehatan allianz di medan dan sumatera utara

Wednesday, May 10, 2017

Apakah Seorang Ibu Rumah Tangga Juga Memerlukan Asuransi Jiwa?
Apakah Seorang Ibu Rumah Tangga Juga Memerlukan Asuransi Jiwa?

Kalau kita berpatokan kepada beberapa perencana keuangan secara saklek dan leterlek, maka umumnya mereka berpendapat seorang ibu rumah tangga tidak memerlukan asuransi jiwa. Alasannya adalah tidak adanya dampak keuangan terhadapa keluarga atas meninggalnya seorang ibu rumah tangga.

Tapi izinkan saya menawarkan sudut pandang berbeda.

Pertama, sesungguhnya suami akan sangat terbantu jika istrinya punya asuransi jiwa.

Bukankah suami istri harus saling membantu?

Saat suami membeli asuransi jiwa atas nama dirinya, ia tengah membantu istri dan anak-anaknya. Ini sesuatu yang baik. Sebaliknya, ketika suami membelikan asuransi jiwa atas nama istrinya, ia tengah membantu dirinya dan anak-anaknya. Ini pun sesuatu yang baik.

Contoh: Seorang suami, karena tidak pernah membaca saran perencana keuangan, menyetujui tawaran agennya untuk membelikan istrinya asuransi jiwa dengan UP sebesar 1 miliar, sama seperti dirinya. Suatu ketika (mungkin beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian), istrinya dipanggil Yang Mahakuasa, maka cairlah uang 1 miliar dari perusahaan asuransi.

Kira-kira apa yang akan dilakukan sang suami dengan uang tersebut? Ini beberapa kemungkinannya:

  • Jika dia punya cicilan (rumah, mobil, dan lainnya), dia bisa melunasi utang-utangnya.\
  • Jika dia seorang karyawan, dia bisa memulai bisnis sampingan.
  • Jika dia seorang wiraswasta, dia akan menambah modal usahanya.
  • Dia pun bisa saja menyimpan dana 1 miliar tersebut untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Apa pun itu, semuanya baik dan sang suami akan merasa sangat terbantu.

Bagaimana kalau istrinya panjang umur? Ya syukur.

Kedua, jika suami memang tidak butuh uang pertanggungan dari istri, uang itu bisa disumbangkan ke lembaga sosial atau orang-orang yang membutuhkan.

Ini bisa jadi ladang amal yang luar biasa baik bagi suami maupun istri. Kapan lagi bisa menyumbang, katakanlah, sebesar 500 juta atau 1 miliar, kalau bukan dari asuransi?

Marilah kita luaskan cakrawala visi kita ke hal-hal yang spiritual, bukan sekadar bicara asuransi sebagai kebutuhan dasar belaka, terutama jika kita diberi kemampuan untuk itu.

Selain itu, premi asuransi itu sendiri pada hakikatnya dapat dihitung sebagai sedekah dan karena itu orang yang membayarnya akan mendapat pahala. Mengapa?

Karena dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu orang-orang yang mengalami musibah, dan ini bisa terjadi setiap hari. Bedanya dengan sedekah biasa, di sini tidak ada pihak yang posisinya lebih tinggi (pembayar premi) dan tidak ada pihak yang posisinya lebih rendah (penerima manfaat).

Keduanya setara, karena penerima manfaat adalah juga pembayar premi, dan pembayar premi pun ada kemungkinan menjadi penerima manfaat.

Mau membantu orang setiap hari? Jadilah peserta asuransi.


Ketiga, teori yang menyatakan ibu rumah tangga tidak butuh asuransi jiwa, sebetulnya hanya berlaku untuk asuransi jiwa dalam pengertian risiko meninggal dunia. Bicara soal risiko lain, misalnya penyakit kritis dan cacat, teori tersebut tidak berlaku sama sekali.

Bicara tentang penyakit kritis, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki risiko tersebut. Bahkan kaum perempuan memiliki kemungkinan yang lebih besar dan jenis penyakit yang lebih banyak.

Saya tidak tahu statistiknya, tapi dilihat dari premi, biaya asuransi penyakit kritis (dan kesehatan pada umumnya) untuk perempuan lebih tinggi ketimbang laki-laki.

Keempat, suami akan lebih merasa aman jika istrinya pun punya asuransi penyakit kritis.

Jika seorang ibu rumah tangga terkena penyakit kritis, siapa yang akan menanggung biayanya? Tanpa asuransi, siapa lagi kalau bukan suami. Dan sungguh, akan sangat memberatkan bertindak sebagai “perusahaan asuransi” bagi orang-orang yang kita cintai.


Lalu, berapakah Uang Pertanggungan yang Ideal untuk Ibu Rumah Tangga?

Jika premi bukan masalah, menurut saya, sebaiknya UP asuransi untuk istri sama dengan UP yang dimiliki suami.

Kenapa?

Hal itu menunjukkan besarnya penghargaan yang diberikan suami dan istri kepada satu sama lain. Bukankah suami istri harus saling menghargai secara setara?

Dalam hal besarnya UP jiwa untuk istri, ada satu gagasan mulia yang saya baca di blog Junior Planner, kutipannya di bawah ini:

Buatkan asuransi jiwa untuk istriku dengan uang pertanggungan yang sama dengan diriku. Karena jika istriku lebih dulu meninggal, maka aku akan keluar dari pekerjaanku saat ini. Aku akan tinggal di rumah untuk menggantikan semua tugas-tugas istriku dalam membesarkan anak-anakku sampai mereka mandiri kelak.

Cukup menyentuh bukan?

baca juga:


Kalau Anda dan istri Anda membutuhkan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan Anda, sila kontak no HP/WA saya di bawah. Konsultasi GRATIS.


agen asuransi jiwa allianz di indonesia
sumber: myallisyadotcom

Monday, May 8, 2017

Apa Yang Akan Terjadi Saat Anda Ingin Membeli Asuransi Kesehatan Namun Telah Didiagnosa Satu Penyakit?
Apa Yang Akan Terjadi Saat Anda Ingin Membeli Asuransi Kesehatan Namun Telah Didiagnosa Satu Penyakit?

Pada umumnya, perusahaan asuransi - termasuk Allianz Indonesia - akan merekomendasikan untuk membeli produk asuransi kesehatan saat Anda masih dalam keadaan sehat dan sedini mungkin atau sejak usia dini.

Namun, apa yang terjadi kalau sebelum membeli produk asuransi, Anda sudah didiagnosis salah satu penyakit? Apakah Anda masih mempunyai kesempatan atau kemungkinan untuk membeli produk asuransi kesehatan untuk proteksi Anda dan keluarga Anda?

Sebelum Anda membeli produk asuransi kesehatan maka sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan asuransi untuk melakukan seleksi risiko untuk dapat mengukur tingkat risiko dari setiap calon nasabahnya.

Dan melalui seleksi inilah, maka setiap perusahaan asuransi akan menentukan besaran premi, maupun cakupan manfaat yang akan diberikan kepada nasabahnya. Seleksi ini juga akan menentukan apakah perusahaan asuransi dapat menanggung risiko kesehatan calon nasabahnya atau sebaliknya.

Saat Anda mengajukan pembelian asuransi dan Anda sudah didiagnosa salah satu penyakit maka perusahaan asuransi berhak untuk melakukan hal berikut ini:
  1. Pengajuan Anda disetujui dengan pengecualian (exception)
  2. Disetujui dengan menanggung dengan syarat tertentu (sub standard)
  3. Atau menolak permohonan pembelian asuransi Anda.
Nah, apa yang dimaksud dengan exception pada polis asuransi?

Exception adalah kondisi di mana perusahaan asuransi akan tetap memberikan perlindungan manfaat asuransi kesehatan dengan pengecualian terhadap penyakit yang telah Anda derita sebelum pengajuan pembelian asuransi.

Sedangkan yang dimaksud dengan sub standard dalam polis adalah kondisi di mana perusahaan asuransi dapat menanggung risiko kesehatan, termasuk jenis penyakit yang sudah kita derita, dengan persyaratan nasabah bersedia membayar premi lebih tinggi.


Bagaimana cara perusahaan asuransi melakukan seleksi risiko terhadap calon nasabahnya?

Penentuan ini didasari oleh penilaian seleksi risiko yang dilakukan secara internal oleh perusahaan asuransi. Penilaian ini juga dinilai berdasarkan riwayat kesehatan nasabah yang kita cantumkan pada surat pengajuan asuransi kesehatan serta hasil pemeriksaan kesehatan (medical check up) apabila dirasa perlu untuk dilakukan.

baca juga:


Oleh sebab itu, sangat disarankan agar pada saat Anda mengisi riwayat kesehatan di SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa), pastikan Anda selalu mencantumkan riwayat kesehatan dengan jujur. Hal ini sangat penting, untuk menghindari permasalahan dikemudian hari.

Ingin mendapatkan produk asuransi kesehatan Allianz, sila kontak no HP/WA di bawah:

agen asuransi allianz indonesia di medan dan sumatera utara

Friday, May 5, 2017

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 21 Per Sen Pada Kuartal I 2017
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 21 Per Sen Pada Kuartal I 2017

Pendapatan industri asuransi jiwa sampai dengan kuartal pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 21% yang didorong oleh pertumbuhan yang cukup signifikan dari sisi pendapatan premi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total pendapatan industri asuransi jiwa per Maret 2017 mencapai Rp40,92 triliun atau tumbuh 21,2% jika dibandingkan dengan  jumlah pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp33,76 triliun.

Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan pendapatan industri ditopang oleh pendapatan premi yang meningkat signifikan. Sampai dengan Maret 2017, pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp33,14 triliun atau naik 27,6% jika dibandingkan capaian pada Maret 2016 yang mencapai Rp25,97 triliun.

Kendati, pendapatan premi mencatatkan pertumbuhan, tetapi hasil investasi industri asuransi jiwa pada kuartal pertama tahun ini justru mencatatkan penurunan. Hasil investasi asuransi jiwa per Maret 2017 mencapai Rp6,54 triliun atau turun sekitar 5,35% jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 6,91 triliun.


Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti instrumen investasi apa yang menyebabkan hasil investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan.

Menurutnya, jika melihat kinerja pasar modal yang menunjukan tren perbaikan, maka seharusnya hasil investasi industri bisa meningkat. Akan tetapi, dia mengungkapkan perbaikan kinerja pasar modal, hanya akan berpengaruh terhadap imbal hasil dari instrumen investasi saham.

“Memang IHSG [Indeks Harga Saham Gabungan] lagi naik dan bagus, tetapi itu kan pengaruhnya hanya untuk instrumen saham. Sementara, perusahaan asuransi jiwa kan instrumen investasinya tidak cuma saham, jadi perlu ditinjau lebih lanjut instrumen mana yang menyebabkan penurunan,” kata Togar kepada Bisnis, Selasa (2/5).

Data OJK menunjukkan, saham menjadi instrumen investasi yang paling diminati pelaku industri asuransi jiwa. Dari jumlah investasi asuransi jiwa yang mencapai Rp365,22 triliun, penempatan investasi pada instrumen saham mencapai Rp118,29 triliun atau mencapai 32,38% dari total investasi.

baca juga:


Kemudian, porsi investasi terbesar kedua berada instrumen reksadana yang mencapai Rp 101 triliun. selanjutnya, investasi pada instrumen surat berharga negara (SBN) Rp 58,64 triliun, investasi pada deposito Rp 40,83 triliun, dan sejumlah dana investasi lainnya ditempatkan pada instrumen investasi lainnya.

-------------------------------

agen asuransi jiwa allianz indonesia wilayah medan dan sumatera utara

Wednesday, May 3, 2017

Sudah Cukupkah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Anda Beli Untuk Kehidupan Keluarga Anda?
Sudah Cukupkah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Anda Beli Untuk Kehidupan Keluarga Anda?

Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi besok, termasuk Anda. Untuk mengantisipasi kemungkinan Anda terkena musibah dan meninggalkan keluarga yang Anda nafkahi untuk selamanya, Anda perlu membeli polis asuransi jiwa agar keluarga Anda bisa mendapatkan uang pertanggungan untuk hidup setelah Anda tinggalkan.

Salah satu fungsi dari asuransi jiwa adalah melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia

Pertanyaannya adalah saat Anda membeli asuransi jiwa, apakah uang pertanggungan yang Anda ambil sudah cukup untuk keluarga Anda jika Anda meninggal dunia?
Uang Pertanggungan (UP) adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris nasabah dengan ketentuan & syarat-syarat dalam polis
Mari kita pelajari bersama.

Jika Anda memiliki penghasilan 5 juta per bulan, berarti nilai ekonomis diri Anda adalah 5 juta per bulan. Selama Anda hidup dan bekerja, uang 5 juta rupiah tiap bulan akan bisa Anda bawa pulang ke rumah.

Tapi bagaimana jika Anda sudah tidak ada, masihkah keluarga Anda memperoleh uang 5 juta per bulan?

Jawabannya ada empat kemungkinan:
  1. Tidak, jika Anda tidak punya asuransi.
  2. Tidak, jika Anda punya asuransi tapi uang pertanggungannya tidak memadai.
  3. Ya, jika Anda punya asuransi dan uang pertanggungannya memadai.
  4. Ya, jika Anda punya aset yang sangat banyak sekali.
Mari kita singkirkan kemungkinan keempat, karena kalau Anda punya aset yang bejibun, mestinya penghasilan bulanan Anda lebih dari 5 juta.

Tinggal tiga kemungkinan. Dan kalau kita melihat kemungkinan yang kedua, maka tampaknya memiliki asuransi saja belum tentu cukup.

Anda harus teliti melihat Uang Pertanggungan (UP)-nya, apakah UP tersebut mampu menggantikan uang yang rutin Anda serahkan kepada keluarga Anda?

Berapa itu?

Sederhananya, UP Anda harus menghasilkan “bunga” atau “return” sebesar penghasilan Anda jika uang tersebut disimpan/didiamkan di instrumen investasi yang tergolong aman (misalnya deposito, reksadana pendapatan tetap, dan obligasi atau sukuk pemerintah).

Jadi, berapa itu?


Deposito, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dan Obligasi/Sukuk

Jika keluarga Anda tidak tahu cara menyimpan uang selain di bank, di mana deposito adalah instrumen yang bunganya cukup besar, yaitu sekitar 6% setahun untuk saat ini, maka perhitungannya seperti ini: 5 juta x 12 (disetahunkan) sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,06 (6%), sama dengan 1 Miliar.

Jadi UP yang setara dengan nilai ekonomi diri Anda adalah 1 miliar.

Jika keluarga Anda tahu cara berinvestasi melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) yang saat ini bisa memberikan return sekitar 8% setahun, maka cara menghitungnya seperti ini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,08, sama dengan 750 juta.

Jadi, Anda boleh mengambil UP sebesar 750 juta, dengan catatan keluarga Anda sudah paham apa itu reksadana.

Jika keluarga Anda tahu cara berinvestasi melalui obligasi atau sukuk ritel keluaran pemerintah (ORI atau SUKRI), yang saat ini bisa memberikan bunga sekitar 10% setahun, maka cara menentukan UP Anda adalah begini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,1, sama dengan 600 juta.

Jadi, UP Anda bisa juga hanya sebesar 600 juta, dengan catatan: pesankan kepada keluarga Anda bahwa jika Anda meninggal dunia atau sakit kritis, uang 600 juta itu agar dibelikan obligasi atau sukuk.

Deposito dan RDPT bisa dibeli setiap saat, tapi ORI (Obligasi Republik Indonesia) dan SUKRI (Sukuk Ritel) hanya bisa dibeli pada waktu-waktu tertentu saat ada penawaran dari pemerintah.

Untuk Reksadana Saham apalagi saham langsung dan asset beresiko lainnya, tidak bisa dijadikan patokan, karena bisa turun naik sewaktu waktu dan tidak bisa jadi patokan tetap, kecuali Anda benar benar paham dan memantau selalu. Begitu juga keluarga Anda jika terjadi sesuatu dengan Anda.

Beberapa Penyesuaian Untuk Uang Pertanggungan

Cara penghitungan di atas belum menyertakan beberapa faktor, diantaranya:

- Utang
- Inflasi
- Naiknya penghasilan Anda seiring meningkatnya karir
- Bertambahnya aset Anda seiring tumbuhnya investasi Anda
- Turunnya biaya hidup karena berkurangnya satu anggota keluarga, yaitu Anda
- Turunnya biaya hidup karena keluarnya anggota keluarga, misalnya anak telah menikah

Untuk menyesuaikan UP dengan utang, tambahkan UP Jiwa Anda sebesar utang Anda.
Jika Anda punya utang KPR 200 juta, maka UP 1 miliar tambah 200 juta, jadi 1,2 miliar.

Untuk menyesuaikan UP dengan inflasi, ada dua cara:

Pertama, naik kan UP Anda dari yang seharusnya, mungkin sekitar 10 atau 20% per tahun.
Kedua, tinjau kembali UP Anda setiap lima atau sepuluh tahun.

Untuk menyesuaikan UP dengan naiknya penghasilan Anda, ada dua cara juga, sama dengan cara di atas.

Untuk menyesuaikan UP dengan bertambahnya aset Anda, tinjau kembali UP anda setelah 5, 10, 15, atau 20 tahun.

Jika aset Anda bertambah, UP tidak perlu ditambah.

Jika aset Anda bertambah signifikan, bisa jadi UP perlu dikurangi. Jika aset Anda tetap, lihat faktor lainnya.

Untuk menyesuaikan UP dengan berkurangnya satu anggota keluarga, maka tidak perlu melakukan apa-apa, karena meski anggota keluarga berkurang, biaya hidup biasanya naik. Demikian juga jika anak Anda telah menikah.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dalam membantu Anda memilih produk asuransi jiwa yang akan Anda beli, agar manfaat perlindungan yang Anda peroleh dari produk asuransi tersebut optimal.

Ingat, prinsip teliti sebelum membeli juga berlaku untuk produk asuransi jiwa agar Anda tidak merasa dirugikan.

baca juga:


Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai seberapa besar uang pertanggungan yang cocok untuk Anda dan keluarga Anda, sila kontak no HP/WA di bawah.

agen asuransi jiwa allianz di medan dan sumatera utara

Monday, May 1, 2017

Agar Tidak Salah Memilih Produk Inilah Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Jiwa Unit Link
Agar Tidak Salah Memilih Produk Inilah Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Jiwa Unit Link

Walaupun mengalami tingkat pertumbuhan yang cukup fenomenal, namun asuransi jiwa unit-link tidak jarang menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Sebab pemahaman soal manfaat dan risiko produk ini kerap kurang tepat. Kurangnya pemahaman beresiko salah pilih produk.

Mari kita simak bersama kelebihan dan kekurangan unit link jika dibandingkan dengan asuransi jiwa berjangka murni tanpa unsur investasi (term life).

Kelebihan Unit Link

1. Berlaku seumur hidup

Asuransi jiwanya berlaku seumur hidup (99 tahun atau 100 tahun). Jadi tidak ada istilah dana hangus, karena uang pertanggungan pasti cair. Dalam asuransi berjangka, ada istilah “kalau tidak ada klaim premi hangus”. Kalau ada klaim bagaimana? Ya sebetulnya preminya tetap hangus, hanya tergantikan oleh uang pertanggungan (UP) yang jumlahnya jauh lebih besar daripada total premi yang telah disetorkan.

Di unit link, klaim kematian bisa dikatakan pasti terjadi (atau hampir pasti, karena mungkin saja ada orang yang usianya 100 tahun), sehingga premi pasti terganti dengan uang pertanggungan.

2. Dapat dijadikan untuk persiapan warisan 

Karena asuransi jiwanya berlaku seumur hidup, maka unit link bisa dijadikan persiapan warisan, yang hasilnya bisa dinikmati oleh anak/keluarga yang ditinggalkan. Orang yang usianya mendekati 40 atau lewat dari itu, sudah selayaknya meninjau aset-aset yang dimilikinya, cukupkah sebagai warisan.

Jika belum, berapa lama waktu yang tersisa baginya untuk mengumpulkan harta agar tersedia jumlah yang cukup untuk dibagi-bagi di antara anak-anaknya.


Jika mengumpulkan harta baik dengan cara menabung ataupun berinvestasi akan memakan waktu lama, maka dengan unit link tak sampai satu bulan akan sudah tersedia sejumlah uang yang bisa ditentukan sendiri besarnya dan siap diwariskan kapan pun “kejadian itu” datang.

3. Ada manfaat tambahan (rider)

Memiliki rider (asuransi tambahan) yang banyak dan variatif, sehingga memungkinkan nasabah cukup memiliki satu polis untuk melindungi keuangannya dari seluruh potensi risiko. Rider yang lazim ditambahkan di antaranya rawat inap RS, kecelakaan, cacat total, dan sakit kritis.

4. Bayar premi bisa dicicil

Preminya bisa dibayar secara bulanan. Cocok bagi orang dengan keuangan terbatas. Atau kalaupun punya uang, membayar secara bulanan memungkinkan sisa uang yang ada dijadikan modal usaha dulu atau diinvestasikan.

5. Ada fitur cuti premi

Ada fasilitas cuti premi mulai tahun ketiga, sehingga jika nasabah mengalami kesulitan keuangan dan tak mampu membayar premi selama beberapa bulan, tak usah khawatir polis akan lapse (batal, putus) karena ada porsi investasi yang membayari biaya asuransi.

Jika kondisi keuangan telah pulih, pembayaran bisa dilanjutkan tanpa harus bayar premi utk bulan-bulan yang tertunggak. Bisa dikatakan, porsi investasi pada unit link merupakan asuransi atas asuransi, karena dia memproteksi polis dari putus mendadak karena nunggak bayar beberapa bulan.

6. Masa bayar dapat lebih singkat

Skema perpaduan dengan investasi memungkinkan masa bayar menjadi lebih singkat (misal 10 tahun atau 15 tahun) untuk manfaat hingga seumur hidup.

7. Hasil investasi dapat diambil

Hasil investasi dapat diambil sebagian jika ada keperluan. Namun asuransi unit link (seperti umumnya asuransi jiwa) adalah komitmen jangka panjang, sehingga tidak disarankan mengambil dana di masa awal kepesertaan.

8. Lebih praktis

Secara umum unit link lebih praktis daripada asuransi yang dipisah dengan investasi. Satu polis utk perlindungan terhadap seluruh risiko, sekaligus berinvestasi.


Kekurangan Unit Link

1. Premi sedikit lebih mahal

Preminya sedikit lebih mahal dibanding premi asuransi murni yang tanpa investasi/tabungan. Hal ini karena komponen biaya pada unit lebih banyak dan lebih besar, antara lain biaya administrasi, biaya akuisisi (biaya penerbitan polis, surat-menyurat, dan terutama untuk komisi agen), dan biaya pengelolaan investasi.

Tinggal dilihat dan dibandingkan, apakah premi yang sedikit lebih mahal itu sepadan dengan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan.

2. Hasil investasi bisa naik, bisa turun

Hasil investasi bisa naik dan bisa turun, sehingga jika investasinya rugi terus-menerus, bisa saja nasabah membayar premi lebih lama dari yang direncanakan atau bahkan seumur hidup.

Namun dipandang dari sisi lain, apa yang tidak dijamin itu memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Di unit link, kerugian ditanggung nasabah, keuntungan pun dinikmati nasabah.

Semoga informasi mengenai kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa unit link di atas dapat bermanfaat. Mari berasuransi.

Untuk proteksi jiiwa dan investasi Anda dan keluarga Anda, produk dari Allianz yaitu Smartlink Flexi Account Plus adalah pilihan yang tepat.


Ingin mendapatkan informasi mengenai Smartlink Flexi Account Plus Allianz, sila kontak no HP/WA saya di bawah:

agen asuransi Smartlink Flexi Account Plus Allianz di Indonesia